ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM KONTEMPORER > Intelektual Kontemporer >  Wahiduddin Khan

 
 
 
 
 
 
 
 

 Wahiduddin Khan

 

 

WAHIDUDDIN KHAN (1925-     M)

 
  Ia merupakan salah satu dari 3 pemikir keagamaan kontemporer yang sangat berpengaruh di India (disamping Abul ‘Ala Al Maududi dan Abul Hasan An Nadvi). Pandangan-pandanganya selalu dibangun atas landasan rasionalis, pengalaman yang panjang dan penguasaan fiqih yang baik tentang realitas kontemporer. Ia menerbitkan majalah Al Jam’iyyah Al Islamiyah, dalam menyebarkan pandangan-pandangannya, dan telah menulis lebih dari 200 buku.
     Nama Maulana Wahiduddin Khan. Lahir di Azamgarh, Uttar Pradesh, India, pada 1 January 1925 M.
     Karena reputasi dan perannya dalam dunia Islam dan kemanusiaan, ia banyak mendapat penghargaan Uni Sovyet, India, , diantaranya:
Ø    The Demiurgus peace international award, dari presiden soviet, Mikhail Gorbacev,.
Ø    Padma Bhushan
Ø    The National Integration Award
Ø    The Communal harmony Award
Ø    The Urdu Academy Award,
Ø    The national Amity Award Presented, dari pemerintah India, dan lain-lain.
 
Peran dan Pemikiran
     Pengalaman da’wah yang panjang membuatnya yakin bahwa aktifitas pemikiran adalah satu-satunya jalan untuk dapaat membina perasaan (tarbiyatul Syu’ur) dan membangkitkan kesadaran kaum muslimin baik dalam skala individu maupun kolektif. Karena untuk sampai pada tingkat aktualisasi (amali) mustahil dapat dilakukan tanpa adanya perubahan pemikiran. Dan perubahan dalam skala kolektif (jama’I) hanya dapat didahului dengan perubahan dalam skala individu dan tidak sebaliknya. Oleh karena itu ia selalu menyerukan pentingnya pembangunan umat dari dalam (tarbiyatul dakhiliyah). Tarbiyah ini merupakan metode yang paling memungkinkan untuk merealisasikan tujuan diatas. Tarbiyah yang dimaksud adalah tarbiyatul syu’ur (pembangunan perasaan) atau yang klebih tepat Itiqazul Wa’yi (membangun kesadaran.
     Ia melihat bahwa umat Islam memiliki potensi-potensi pemikir yang sangat besar dalam skala individu. Tetapi potensi individu belum berubah menjadi kekuatan yang menyatu (amal jama’I / aktaualisasi kolektif). Padahal tanpa itu mustahil didapat karya yang besar. Salah satu penyebab utamanya adalah kepekaan yang tidak perlu terhadap kritik. Padahal kritik adalah syarat utama bagi lahirnya suatu masyarakat sehat. Jadi menurutnya umat harus menghilangkan kepekaan yang berlebihan terhadap kritik, apalagi mematikan kritik itu sendiri.
     Tentang penemuan-penemuan ilmiyah modern, menurutnya jika umat Islam dapat memamfaatkan penemuan-penemuan ilmiyah modern untuk kepentingan Islam, maka akan muncul Ilmu Kalam baru yang sekarang dibutuhkan. Ilmu kalam yang lama telah membuktikan kebenaran-kebenaran ajaran Islam melalui pemakaian metode logika analisa. Sedangkan ilmu pengetahuan modern akan membuktikan kebenaran ajaran-ajaran Islam dalam konteks kebenaran ilmu yang eksak dan dapat diterima secara ilmiyah.
 
Karya
  • Moral Vision
  • God Arises
  • Ideology of Peace
  • Muhammad: The Prophet for All Humanity
  • Simple Wisdom
  • Introducing Islam
  • The Call of The Qur’an
  • True Jihad
  • Man Know the self
  • Islam Rediscovered
  • An Islamic Treasury of The Modern age.
  • India Muslims: Need for a positive outlook
  • Al Islam Yatahadda
  • Paighambar-e-Inguilab
 
 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda