ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM KONTEMPORER > Intelektual Kontemporer >  Al Faruki

 
 
 
 
 
 
 
 

 Al Faruki

 

ISMAIL RAJI’ AL FARUKI (1921-1986 M)
 
    Seorang tokoh yang gigih memperjuangkan islamisasi ilmu pengetahuan. Ia juga dikenal sebagai pelopor studi-studi Islam di Universitas di Amerika Serikat, atau Sayed Husein Nasr, menyebutnya sebagai sarjana pertama yang mendedikasikan sepanjang hayatnya kepada studi-studi Islam di AS.
       Al Faruki lahir di Jaffa, Pelestina (saat itu merupakan daerah protektorat Inggris) pada 1 januari 1921 M. Ia berasal dari keluarga kelas menengah. Ayahnya, Abd al Huda Al Faruki menjadi qadli (hakim) dan tokoh agama terkenal di Pelestina.
      Ia sejak kecil sudah mendapatkan pendidikan agama dari ayahnya dan juga pengajar daerah setempat. Ia kemudian masuk The French Dominical College Der Fresses (Sekolah katolik Prancis St Joseph) (1926-1936). Lalu melanjutkan ke American University di Beirut dengan program studi ilmu seni dan pengetahuan hingga memeperoleh gelar sarjana dalam bidang filsafat (1941).
      Kariernya cukup spektakuler, dimulai menjadi seorang register of cooperative societies, kemudian dipercaya sebagai gubernur Galilee, pada pemerintahan Pelestina (1945) pada usia yang relatif muda (24 tahun). Tetapi jalan hidupnya berubah ketika Israel menginvasi Pelestina dan mengusir Alfaruki serta keluarga dari tanah airnya ke Libanon. Ia mengadakan perlawanan terhadap Israel dengan berbagai aksi, tetapi dalam perkembangannya ia kemudian pergi ke Amerika Serikat.
      Di amerika Serikat ia lebih menekuni intelektual ketimbang bidang lainnya. Meski pernah mengalami hambatan finansial pada awal perjalanannya, ia memutuskan untuk mengambil studi filsafat pada Indiana University’s Graduate School of Arts and Sciences hingga meraih gelar magister (1951). Dua tahun kemudian ia meraih gelar magister di Universitas Harvard dengan tesis On Justifying The Good: Metaphysic and epistemology of Value. Tesis ini kemudian mengantarkannya memperoleh gelar doctor bidang filsafat dari Universitas Indiana (1952).
      Belum puas dengan itu, ia kemudian pergi ke Kairo, Mesir. Disini ia memperdalam studi Islam di universitas Al Azhar pada tahun 1954-1958. Setelah itu, ia kembali ke Amerika dan menjadi professor tamu di Mc Gill University, Kanada, di Fakultas Teologi / Faculty of Divinity (1959-1961) sambil belajar tentang Yahudisme dan kristologi. Sehingga  nama Alfaruki dikenal sebagai intelektual yang gemar mempelajari agama-agama lain, bahkan ia terlibat aktif dalam berbagai dialog keagamaan.
     Setelah sempat bekerja di Central Institute of Islamic Research di Karachi Pakistan, pad tahun 1963 ia kembali ke Amerika Serikat dan mengajar di Divinity school pada University of Chicago, juga di Syracuse university dalam program studi keislaman. Pada tahun 1968 ia mengajar di Temple University hingga akhir hayatnya.
     Ia meninggal sangat mengenaskan pada 27 Mei 1986, terbunuh bersama istrinya disaat menjadi professor studi Islam pada temple University Philadelphia, diduga dibunuh pihak Yahudi Israel.. Karena Al faruki termasuk intelektual yang kritis terutama terhadap politik AS dan Israel yang berkaitan dengan Pelestina. Ia dikenal sebgai pembela hak-hak Pelestina.
      Ia (Alfaruki) juga merupakan seorang pendiri dan pemimpin dari berbagai organisasi, diantaranya: The Muslim Students Association of Muslim Social Scientists; Ketua dewan pengawas pada North American Islamic Trust; Pendiri & presiden pertama dari The American Islamic College di Chicago; Pendiri IIIT (The International Institute for Islamic thought) di Virginia (1981) dimana islamisasi ilmu pengetahuan banyak diajukan.
      Ia meninggalkan sejumlah karya ilmiyah sebanyak 125 buah dengan rincian : 22 buku, 104 artikel dan 3 karya dalam bidang pers.

Peran & Pemikiran
     Nama Alfaruki tidak asing lagi dalam diskursus Islamisasi Ilmu Pengetahuan ( The Islamization of Knowledge). Ia dalam menindaklanjuti gagasan islamisasinya dengan aksi, sejak pendirian lembaga-lembaga riset, penerbitan buku-buku, hingga pertemuan-pertemuan ilmiyah. Sepak terjang Alfaruki inilah yang menjadikan gagasan-gagasannya segera terdengar gaungnya, baik didunia intelektual timur maupun barat. Alfaruki telah menjadi symbol abadi kebangkitan Islam di Amerika (diabad 20 M). ia adalah tipe manusia pemikir dan pekerja (yang tidak memisahkan pemikiran dari aksi), yang memilih jalan Ibn Khaldun dan Albiruni, sehingga Fazlurrahman menjulukinya sebagai Al Afghani dimasanya.
     Pemahamannya tentang peradaban Islam saat itu, menurutnya umat Islam berada dalam keadaan malaise (kelesuan). Kelesuan itu meliputi bidang politik, ekonomi dan religi cultural. Untuk itu ia mengajukan pembenahan dalam pendidikan di dunia Islam. Pembenahan itu termasuk didalamnya penggabungan pendidikan Islam antara pengetahuan modern dan pengetahuan agama serta pemasukan visi Islam. Ia memandang bahwa terjadi dualisme di dalam pendidikan di dunia Islam, dimana pengetahuan modern diajarkan secara terpisah dari pengetahuan agama. Untuk itu menurutnya, perlu diadakan sintesa atau penggabungan antara pendidikan modern dengan pendidikan agama secara bersamaan.
      Sedangkan untuk pemasukan visi Islam, ia membaginya dalam 2 langkah. Langkah pertama, kewajiban belajar tentang peradaban Islam, mengenal dirinya dan peradabannya serta warisan-warisan kebudayaannya. Hal ini dimaksudkan agar umat Islam tidak kehilangan jati dirinya. Sedangkan Islamisasi ilmu pengetahuan, adalah proyek untuk membentuk ilmu pengetahuan Islami yng sesuai dengan nilai-nilai Islam, sehingga layak dipergunakan dalam pendidikan Islam. Dan ia sendiri memperkenalkan 12 langkah sistematis menuju islamisasi ilmu pengetahuan.
     Menurut Alfaruki, sebenarnya dunia muslim tidak kekurangan materi atau sumber daya alam. Namun mereka tertinggal karena rendahnya kesadaran, keterbelakangan pendidikan dan rendahnya komitmen idealisme keislaman. Karena itu ia mengajak untuk kembali menata masa depan muslim melalui cara cendekiawan agar aktif dalam pencarin reinterpretasi dan reaktualisasi Islam dulu dan sekarang dengan fokus utama dimasa yang akan datang.
 

karya

  • The Cultural Atlas of Islam (Peta Kebudayaan Islam). Buku ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Seni Tauhid, Esensi dan Ekspresi Estetika Islam (Benteng Budaya, Yogyakarta, 1999). Buku ini dikarang bersama istrinya (Lois Lamya), menjadi salah satu karya master piece bagi dunia Islam dibidang peradaban Islam.
  • Social and Natural Sciences
  • Cristian Ethics (Etika Kristen)
  • A Historical atlas of religion of The World (Atlas histories agama dunia)
  • Trialogue of Abrahamic Faiths (Trilogi agama-agama Ibrahim)
  • Tauhid: Its Implications for Thought and Life
  • Islam and Culture (Islam dan Kebudayan)
  • Islam and Architecture, Fine Arts in Islamic Civililization.
 
 

 

 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda