ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM KONTEMPORER > Intelektual Kontemporer >  Abul Hasan Ali an Nadwi

 
 
 
 
 
 
 
 

 Abul Hasan Ali an Nadwi

 

ABUL HASAN ‘ALI AN NADWI (1333-        H/ 1913-1999)
 
    Seorang pemikir kontemporer yang tiada duanya di tanah India pada abad 20 M.
   Ia lahir di Rae Barrely, pada 6 Muharam 1332 (1333) H / januari 1913 M. Ayahnya Sayyid Abdul Hayyi Al hasani, seorang ulama yang cukup terkenal di India, pengarang buku Nuzhatul Khawatir, sebuah karya yang memuat biografi tokoh dan ulama India. Ayahnya meninggal ketika An Nadwi berumur 10 tahun. Ibunya Sayyidah Khairunnisa, seorang hafidhah dan sastrawati, membimbingnya sehingga An Nadwi hapal Al Qur’an pada usia yang relatif muda.
     Ia belajar di Nadwah Al Ulama dan juga beberapa ulama besar yang terkenal di Deoband (Madrasah pusat kajian hadits) dan di Lahore. Di Nadwa Al Ulama ia mendalami hadits dari Maulana Khaidar Hasan Khan, Di lahore ia belajar tafsir kepada Syaikh Ahmad ‘Ali Al Lahori, seorang ahli tafsir kenamaan. Setelah itu kemudian diangkat menjadi dosen tafsir dan sastra Arab di Ma’had Darul ulum Nadwatul Ulama untuk beberapa tahun dan menjadi pimpinan redaksi majalah ilmiyah An Nadwah.
    Di kota Lucknow (utara India) ia mendirikan Research And Publication pada tahun 1378 H. Kegiatannya paling menonjol adalah aktif dalam pergerakan da’wah di India, dan ia juga sering memberikan ceramah agama dan ilmiyah diberbagai neghara Arab, Eropa, dan Amerika. Pada tahun 1380 H ia diangkat menjadi wakil ma’had Darul Ulum Nadwatul Ulama, kemudian diangkat menjadi rektor Ma’had tersebut sampai tahun 1999.
    Dalam kegiatan ditingkat international, tahun 1957 M menjadi anggota lembaga ilmu pengetahuan arab di damascus. Ia juga menjadi anggota majelis ta’sisi Rabithah Al alamil Islamy di Mekah sejak tahun 1380 H / 1980 M, dan sebagai anggota Majelis A’la di universitas Islam madinah. Dan seka tahun 1959 ia diangkat menjadi ketua lembaga pendidikan agama di seluruh wilayah utara India.
    An Nadwi adalah pemikir kontemporer yang tiada duanya di tanah India pada abad 20 M. Ilmunya yang luas dan daya kritisnya yang tajam, lapang dada dan menghargai karya dan jerih payah orang lain, dan menjauhi sifat fanatik terhadap tokoh yang ia kagumi. Visinya yang modernis dan integralis menjadikannya mampu mengembangkan aktifitas da’wah serta pemikiran diberbagai bidang. Walaupun demikian, ia sangat menentang keras semua arus yang keluar dari manhaj islam yang benar. Sejak muda ia mengkritik pemikiran takrif (muslim yang mengkafirkan sesamannya) dan I’tizaliyah (mengisolasikan diri dari kehidupan dunia) yang muncul akibat pemahaman yang dangkal terhadap pemikiran Abul A’la al Maududi di India dan Sayyid Qutb di Mesir.
 
 Karya
  • Madza Khasiral Alam Bi Inhithaathil Muslimin, buku ini ia tulis 25 tahun setelah jatuhnya khilafah Turki pada tahun 1924 M dan diterbitkan pada tahun 1951. Karyanya ini telah mengantarkannya untuk mendapatkan penghargaan The King Faishal International Award pada tahun 1980 bersama M. Natsir (dari Indonesia). Melalui karyanya ini An Nadwi ingin menyadarkan kembali umat Islam bahwa mereka bukanlah aktor dari sebuah babak drama yang dipentaskan, atau pion-pion catur yang dipermainkan, akan tetapi mereka adalah faktor utama yang menentukan wajah dunia. Menurutnya sudah saatnya Islam memimpin dunia lagi, sebagaimana Islam telah menyelamatkan dunia pada abad ke 7 M dengan kedatangan rasulullah. Dunia arab menurutnya adalah harapan dunia Islam untuk memimpin dunia sekali lagi, karena mereka adalah rahim yang pernah melahirkan para pahlawan Islam yang membuka pintu gerbang dunia.
  • Uridu An Atahaddats Ila Ikhwanul Muslimin, buku ini merupakan kritik dan sarannya terhadap Ikhwanul Musilmin yang ia kagumi.
  • Ash Shira Bainal Fikratil Islamiyah Wal Fikratul Gharbiyah
  • Ilal Islam Min Jadid
  • Al Arab Wal Islam
  • Al arkanul Arba’ah fi Dhauil kitabi wa sunnah
  • An Nubuwah Wal Anbia’ fi Dhanil Qur’an
  • Iza habbat Rihul Iman
  • Rawaa’iul Iqbal
  • Rijalul Fikri Wad Da’wah fil Islam
  • Nahwut Tarbiyatul Islamiyyah Al Hurrah
  • Al Muslimuuna fil Hind
  • Al Muslimuuna wa Qadhiatul Fatisthin
  • Ath Thariq Ilal Madinah
  • Rabaniah Laa Rabbaniyah
  • Muzakiratun Saaihun fisy Syarhil Ausath

 


 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda