ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM INDONESIA > Ulama > Imam Zarkasyi, KH.,

 
 
 
 
 
 
 
 

Imam Zarkasyi, KH.,

 
IMAM ZARKASYI, KH., (1910-1985 M),
 
       Pendiri pondok pesantren modern Gontor (selain KH. Zainuddin Fanani dan KH. Ahmad Sahal).
     Lahir di Gontor, Ponorogo, 21 Maret 1910 M. Pendidikannya: pesantren Joresan, Josari, Tegalsari dan Jamsaren Solo, sekolah arabiyah al Islam Solo (1930 M), KweekSchool di padang panjang (1935 M).
     Kariernya: direktur dan pengajar pada kweekschool Islam di padang Sidempuan Tapanuli (1936), direktur dan pengajar pada KweekSchool Islam (KMI) di Pondok Modern gontor (1937), kepala kantor agama keresidenan Madiun (1943), kepala seksi pendidikan pada kementrian agama (1946), ketua PB persatuan Guru islam Indonesia (1948-1955), kepala bagian perencanaan Pendidikan agama pada sekolah dasar kementrian agama (1951-53), kepala dewan pengawas pendidikan agama kementrian agama (1953), Ketua MP3A (Majelis pertimbangan pendidikan dan pengajaran agama) depag, direktur Kulliyatu’l Mu’allimin al islamiyah (KMI) pondok modern Gontor, sampai meninggal, pejabat rektor Institut Pendidikan darussalam (IPD) Gontor, anggota delegasi Indonesia dalam peninjauan ke negara-negara Uni Sovyet (1962), anggota perimbangan MUI pusat, salah seorang pendiri UII (Universitas Islam Indonesia) di yogyakarta, dan lain-lain.
     Ia meninggal pada 30 april 1985 / 11 Sya’ban 1405 H.
 
Pribadi & Peran
    Az Zarkashi adalah seorang yang berjasa dalam pembaharuan pendidikan Islam (pesantren) di indonesia, yaitu dengan mendirikan lembaga podok modern Gontor. Pondok ini sangat populer dengan kedisiplinannya dan penguasaan siswanya terhadap bahasa Inggris dan bahasa Arab. Siswanya diasramakan yang mengharuskan bercakap-cakap dengan rekannya menggunakan bahasa Arab dan inggris.
    Ide pendirian pondok ini bermula dari diselenggarakannya kongres umat Islam di surabaya. Disitu dicari pimpinan yang bisa menguasai bahasa Inggris dan bahasa Arab, tetapi ternyata tidak ditemukan, sehingga ia bersama kedua saudaranya bertekad mendirikan pondok yang memberikan penguasaan yang mendalam 2 bahasa tersebut, disamping penguasaan soal-soal keagamaan. Bahkan mereka bertiga merencanakan mendirikan universitas yang mutunya tingkat dunia, seperti Al azhar Mesir, tetapi idenya tidak dipaksakan, melainkan menunggu kemampuan dulu meskipun kadernya telah dipersiapkan.
     Dalam kehidupan pribadinya, Az Zarkasyi terkenal sebagai orang yang sangat sederhana. Prinsipnya adalah merasa malu kalau rumahnya lebih baik dari bangunan pondoknya atau dengan kata lain baginya sarana pendidikan harus dinomorsatukan. Konon ketika ia meninggal, meja dan kursi dirumhnya terbuat dari rotan yang sudah reyot.
 
 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda