ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM INDONESIA > Ulama > Ahmad Sanusi

 
 
 
 
 
 
 
 

Ahmad Sanusi

AHMAD SANUSI, Ajengan (1306-1369 H/ 1889-1950 M),
 
   Seorang ulama produktif tataran Sunda, asal Sukabumi, Pasundan. Oleh Gunseikanbu ia dimasukan diantara 100 orang terkenal di Jawa.
     Lahir di desa Cantayan, CiBadak, Sukabumi, anak ketiga dari Ajengan Abdurrahim bin H. Yasin, seorang pengasuh pesantren Cantayan. Sejak kecil ia dibesarkan dalm lingkungan pesantren. Pendidikannya diperoleh secara berpindah-pindah dari pesantren ke pesantren lain di wilayah Pasundan. Ketika belajar di pesantren Guntur ia berani mendebat gurunya (Ajengan Ahmad Satibi), suatu tindakan yang dianggap kurang ajar (waktu itu) oleh rekan-rekannya.
   Pada tahun 1909 setelah ia menikah, ia pergi ke Mekah dan bermukim disana selama 7 tahun dan berguru kepada ulama-ulama Madzhab Syafi’I (antara lain: Syekh Shaleh Junaidi, Syekh Shaleh Bafadil, Sayid Jawani (mufti madzhab Syafi’I di Mekah) dan lain-lain). Di Mekah ini ia mendapat kehormatan menjadi imam di Masjidil Haram. Di Mekah ini juga ia bergabung dengan SI (Syarikat Islam) dan terlibat perdebatan dengan ulam-ulama Indonesia perihal SI, disamping menulis buku.
     Pada tahun 1915 M, ia kembali ke Cantayan dan mengajar di pesantren ayahnya, dan segera menarik banyak pengikut. Pada tahun 1931 ia mendirikan Al ittihadiyatul Islamiyah (AII) dan 3 tahun kemudian diboyong ke Sukabumi. Ia juga membangun perguruan Syamsul ‘Ulum, yang sekarang terkenal dengan pesantren Gunung Puyuh. Disamping soal agama (Al Qur’an dan hadits) ia juga mengajarkan permasalahan kemasyarakatan.
     Di bidang politik, ia menempati beberapa jabatan penting, antara lain: dewan penasehat keresidenan Bogor (Shungikai), wakil resioden Bogor, anggota BPUPKI, anggota KNIP, dan lain-lain.
   Ahmad Sanusi adalah seorang ulama produktif, lebih dari 120 judul tulisannya dalam bahasa Sunda, dan lebih 22 judul diterbitkan dalam bahasa Melayu.
 
Peran dan Pemikiran
   Para pengamat sering memasukan Ahmad Sanusi sebagai ulama tradisional / konservatif (madzhab Syafi’I), tetapi ia percaya pintu ijtihad masih terbuka, meskipun ia sendiri tidak melakukan ijtihad. Tetapi ide dan semangatnya sangat berbau pembaharuan (kadang ia berbeda pendapat dengan kelompok tradisi, kadang berbeda juga dengan penganjur pembaharuan).
    Perselisihannya dengan kaum tradisi dan pemerintah, menyangkut soal fatwanya yang menentang pengumpulan zakat dan zakat fitrah lewat perpanjangan tangan pemerintah penjajah Hindia Belanda; Dan kritikan yang keras terhadap upacara ke-3, ke-7 hari dan seterusnya (slametan) bagi orang yang meninggal. Ia juga menfatwakan tidak wajibnya mendo’akan bupati (yang waktu itu menjadi kebiasaan khutbah Jum’at selalu mendo’akan bupati) dalam khutbah Jum’at, dan lain-lain.
    Karena aktifitas dan kritikannya, ia kemudian termasuk orang yang dianggap membahayakan pemerintah Hindia Belanda. Tatkala terjadi pemberontakan di Banten, ada alasan bagi Belanda untuk menangkapnya. Ia kemudian dipenjara selama 7 bulan di Sukabumi, setelah itu ia diasingkan ke Jakarta. Tetapi justru semasa di tahanan   ia pengaruhnya semakin meluas dan ia tetap beradu argumentasi dengan kaum tradisi dan juga kaum pembaharu diluar tahanan.
 

Karya

Dalam bidang tafsir,
  • Raudhlatul Irfan fi Ma’rifat Al Qur’an
  •    Maljau at Thalibin
  •  Tamsyiyatul Muslimin fi tafsir Kalam Rabb al ‘Alamin, suatu kitab tafsir Al Qur’an yang diterbitkan pada oktober 1932. tafsir ini merupakan yang pertama kali terbit di Sukabumi dan merupakan sesuatu yang baru dalam masyarakat Sukabumi bahkan di daerah Pasundan, maka penerbitannya tidak luput dari kecaman dan tantangan.
  •  Ushul al Islam fi Tafsir Kalam al Muluk al alam fi Tafsir Surah al Fatihah
  •  Kanzur ar rahmah wa Luthf fi tafsir Surah al Kahfi
  •  Tajrij qulub al Mu’minin fi Tafsir Surah Yasin
  •  Kasyf as sa’adah fi tafsir Surah Waqi’ah
  • Hidayah Qulub as Shibyan fi Fadlail Surah tabarak al Mulk min al Qur’an.
  •  Kasyf adz Dzunnun fi Tafsir layamassuhu ilaa al Muthahharun
  •   Tafsir Surah al falaq
  •    Tafsir Surah an Nas
Dalam bidang fiqih,
  •   Al Jauhar al Mardliyah fi Mukhtar al Furu as Syafi’iyah
  •  Nurul Yaqin fi Mahwi Madzhab al Li’ayn wa al Mutanabbi’in wa al Mubtadi’in.
  • Tasyfif al auham fi ar Radd’an at Thaqham.
  •   Tahdzir al ‘awam fi Mufiariyat Cahaya Islam.
  •    Al Mufhamat fi daf’I al Khayalat
  •     At tanbih al mahir fi al Mukhalith
  •   Tarjamah Fiqh al Akbar as Syafi’i.
Dalam bidang ilmu kalam
  •    Kitab Haliyat al ‘Aql wa al Fikr fi bayan Muqtadiyat as Syirk wa al Fikr.
  •   Thariq as Sa’adah fi al Farq al islamiyah
  •   Maj’ma al fawaid fi Qawaid al ‘Aqaid
  •    Tanwir ad Dzalam fi farq al Islam
  •    Miftahh al jannah fi bayan ahl as Sunnah wa al jama’ah
  •     Tauhid al Muslimin wa ‘Aqaid al Mu’minin
  •     Alu’lu an Nadhid
  •    Al Mufid fi Bayan ‘ilm al tauhid
  •    Siraj al Wahaj fi al Isra wa al Mi’raj
  •     Al ‘Uhud wa al Hudud
  •     Bahr al Midad fi tarjamah Ayyuha al Walad
Dalam bidang tasauf
  •    Al Audiyah as syafi’iyah fi Bayan Shalat al hajah wa al Istikharah
  •     Siraj al afkar
  •  Dalil as sairin
  •     Jauhar al bahiyah fi Adab al mar’ah al Mutazawwiyah
  •  Mathla’ul al anwar fi Fadhilah al istighfar
  •    Al tamsyiyah al Islam fi manaqib al Aimmah
  •  Fakh al albab fi Manaqib Quthub al Aqthab
  •    Siraj al Adzkiya fi Tarjamah al Azkiya.
  •  

 

 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda