ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM INDONESIA > Ulama > Abdus Shomad al Palembangi

 
 
 
 
 
 
 
 

Abdus Shomad al Palembangi

 
ABDUS SHOMAD AL PALEMBANGI (1116-1203 H/ 1704-1788 M),
 
       Seorang ulama besar asal Palembang, yang mengajar di Masjidil Haram. Salah seorang penyebar tarekat Samaniyah di Indonesia (disamping Muhammad Arsyad al Banjary).
     Lahir di Palembang. Ayahnya, Syekh Abdul Jalil ibn Abdul Wahab ibn Ahmad al Mahdani, seorang Arab Yaman yang menjadi mufti negeri Kedah (Malayasia) pada permulaan abad ke 18 M.
     Ia belajar di Mekah kepada Ahmad ibn abdul Mun’im ad Damanhury dan Syaikh Samman Ahmad al Madani. Disini ia berjumpa dengan rekan-rekannya asal Indonesia, (yaitu Abdul Wahab Bugis, Muhammad Arsyad al Banjary, Abdurrahman asal Jakarta) yang semuanya belajar pada Syekh Samman. Setelah itu, ia mengajar di Mekah, memberi bantuan dan bimbingan bagi mereka yang belum menguasai bahasa Arab.
    Abdus Shamad banyak memperhatikan pada masalah keagamaan dan perkembangan politik di tanah air, yang waktu itu dijajah oleh negeri-negeri barat (Eropa). Karena itu ia banyak sekali menulis kitab tentang perang sabil (perang suci melawan orang kafir).
      Ia meninggal diperbatasan Kedah (Malayasia) dan Thailand dalam suatu peperangan. Ia merupakan penulis produktif, yang ia tulis ketika berada di Hejaz, Mekah dan Thaif antara tahun 1764-1788 M.
 
Karya
·         Zahrat al-Murid, merupakan karya pertamanya yang ditulis tahun 1178 H/1764 M.
·         Tuhfah ar Raghibin fi Bayan Haqiqah Iman al Mu’minin wama Yufsiduh fi Riddah al Murtaddin, yang berisikan hakekat-hakekat orang yang beriman dan hal-hal yang merusaknya karena kemurtadan. Buku ini ditulis tahun 1774 M dalam bahasa Melayu atas permintaan Sultan Najmuddin (Penguasa Palembang waktu itu) yang memintanya untuk menulis buku tentang hakekat iman dan hal-hal yang merusaknya.
·         Nasihah al Muslimin wa Tazkirah al Mu’minin fi fadha’il al Jihad fi sabil Allah wa Karamah al Mujahiddin (Nasehat bagi muslimin dan peringatan bagi mu’minin mengenai keutamaan jihad di jalan Allah). Buku ini merupakan keprihatiannya terhadap dunia Islam waktu itu yang berada dibawah pendudukan kolonial asing. Ia menyerukan untuk berjihad kepada seluruh kaum muslimin. Teungku Cik Di Tiro dari Aceh banyak mengutip dari karya Al Palembangi ini dalam perang sabilnya di Aceh.
·         Lubab Ihya ‘ulum Ad Din (Intisari kitab Ihya Ulumuddin karya Al Ghazali).
·         Bidayah al Hidayah (Awal bagi suatu hidayah)
·         Zuhrah al Murid fi Bayan Kalimah at Tauhid,. Buku berbahasa Melayu, berisi uraian tauhid yang ditulis di Mekah pada tahun 1178 H / 1764 M.
·         Al ‘Urwah al Wusqa wa Silsilah uli al Ittiqa’, suatu wirid-wirid dalam bahasa Arab.
·         Hidayah as salikin fi Suluki Maslaki al Muttaqin (Petunjuk jalan bagi orang yang ingin mencapai tingkat mutaqin). Buku berbahasa Melayu yang ditulis di Mekah  tahun 1778 M. Buku ini merupakan terjemahan dari karya Al Ghazali dengan beberapa tambahan.
·         Ratib ‘Abd as Shamad, mengenai ratib / dzikir, pujian dan do’a yang diamalkan sesudah shalat Isa’ (berbahasa Arab)
·         Sair as Salikin ila Ibadah Rabb al ‘Alamin (Cara yang ditempuh dalam beribadah kepada Allah swt). Buku ini berbahasa Melayu, selesai ditulis di Thaif pada tahun 1788 M. Buku ini merupakan syarah dari karya al Ghazali.
·         Zaddu al Muttaqin fi Tauhid Rabb al ‘Alamin, merupakan ringkasan ajaran tauhid yang diajarkan oleh syekh Muhammad as Samman.

 

 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda