ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM INDONESIA > Ulama >  mahfudz at tarmasiy

 
 
 
 
 
 
 
 

 mahfudz at tarmasiy

MAHFUDZ AT TARMASIY, Syekh (1842-1929 M)
Ahli Hadits
 
     Seorang ahli hadits asal Tremas Pacitan,   berilmu luas yang menguasai banyak cabang ilmu keagamaan. beberapa hasyiah (komentar atas komentar) atas beberapa kitab fikih induk madzhab syafi'i, semisal Al minhaj, al fath, al wahhab, al iqna dan lain-lain)    
     Nama Muhammad Mahfudz at Tarmasiy. Ia lahir di Tremas, Pacitan , Jawa Timur. Ia lama belajar di Mekah dan Madinah. Disini ia berguru kepada Syekh Abu Bakar Ibn Muhammad Syatha Ad Dimyathi. Setelah kembali ke tanah air ia mengajar di Pesatren Tremas, Pacitan.
    Metodologi Mahfudz dalam membuat syarah / komentar hadits menunjukan keahliannya dalam bidang ini. Mulai dari menyebutkan nash suatu hadits, lalu memberi komentar tentang sanad dan matannya, membuat takhrijnya, bahkan menghukumi hadits itu sendiri.
Karangannya cukup banyak mencakup: Ilmu Fiqih,’Ulumul Qur’an, Hadits, Ushul Fiqih, dan sebagainya. Kebanyakan karyanya dalam bentuk manuskrip (tulisan tangan) dan sekitar 15 karya saja yang sudah diterbitkan, itupun sangat susah dicari, termasuk di Pesantren Tremas (tempat ia mendidik murid-muridnya).
 
Karya
  • Manhaj Dzawi’n Nadzhar Fi Syarh Manzhumat ‘Ilm Al Atsar, sebuah kitab dalam bidang musthalahul hadits, yang merupakan syarah / komentar mendalam dari kitab Alfiyyat As Suyuthi (Seribu bait prosa dalam ilmu musthalahul hadits karya Jalaluddin As Suyuthi). Kitab ini ia tulis pada bulan Dzulhijjah 1328 H sampai dengan 14 Rabiul Akhir 1329 H ( dalam waktu 4 bulan 14 hari) di Mekah. Kitab ini diterbitkan oleh Al Babiy Al halaby di Mesir. Komentarnya tentang Alfiyyah ini, menurutnya kendatipun disebut alfiyah (seribu bait), tetapi setelah dihitungnya secara teliti ternyata nazam (bait) itu seluruhnya berjumlah 980 bait. Menurutnya, kemungkinan 20 bait yang hilang dari naskah dari tangannya, oleh karena itu ia mengarang 20 bait untuk melengkapi kekuarangan itu.
  • Al Khil’ah Al Fikriyah Bi Syarh Al Minhah Al Kahiriyah, kitab ini tebalnya 100 halaman, yang merupakan syarah dari 40 hadits yang ia kumpulkan sendiri.
  • Nasha’ih Al ‘Ibad, sebuah penjelasan atas kitab Al Munabbihat karya Ibn Hajar Al Asqalani, yang berbicara tentang berbagai tuntunan menghadapi hari kiamat.
  • Hâsyiah al-Turmusî yang ditulis berjilid-jilid. Kitab ini ditulis dalam bahasa Jawi, dan merupakan karyanya yang terbesar. Kitab ini telah dicetak dan dsatu-satunya yang diketahui tersimpan di Perpustakaan Universitas Islam Madinah, dan kitab ini termasuk dalam belasan kitab asing yang langka (naskah faridah) di perpustakaan itu. Kitab ini
  •  al-Siqâyah al-Mardhiyyah fî Asmâ al-Kutub al-Fiqhiyyah li Ashhâb al-Syâfi'iyyah (ensiklopedi kitab-kitab fikih mazhab Syafi'iy),
  • Manhaj Dzaw al-Nazhar fi Manzhûmah Ahl al-Âtsâr (metodologi hadits),
  • al-Fawâid al-Turmusiyyah fi Asmâ al-Qirâ'ah al-'Asyriyyah (tajwid-qira'ah sepuluh).
    

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda