ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM INDONESIA > Tokoh Pergerakan > Samanhudi

 
 
 
 
 
 
 
 

Samanhudi

SAMANHUDI (1296-1375    H/1878-1956 M),
 
      Haji Samanhudi adalah seorang tokoh pertama dalam khazanah Indonesia modern, yang membangkitkan harga diri bangsa (pelopor kesadaran nasional), pendiri SDI (Syarikat dagang Islam), yang menekankan tentang pentingnya kebangkitan ekonomi masyarakat Indonesia.
     Ia lahir di desa Sondokan, Laweyan, Solo, dengan nama kecil Wirjo Wikoro. Ayahnya H. Muhammad Zein, seorang pedagang batik yang cukup terkenal dikotanya. Pendidikannya hanya di sekolah dasar bumi putra (Eerste inlandsche school) kelas II, dan pelajaran agama dari Kiai Joyermo asal Surabaya.
    Bakat dagangnya sangat kuat. Dalam usia belia ia telah memisahkan diri dari perusahaan ayahnya dan menjadi saudagar batik yang sukses. Dan dalam waktu yang sangat singkat ia dapat membuka cabang-cabang perusahaan di berbagai kota di Jawa, seperti di Surabaya, Banyuwangi, Tulungagung, Purwekerto, Bandung dan Parakan.
    Ia terkenal sebagai orang yang shaleh dan ta’at beragama. Pada tahun 1904 M, ia pergi ke Mekah untuk haji. Disini ia berkenalan dengan tokoh-tokoh Islam diberbagai negara dan hal ini banyak menggugahnya untuk mengadakan pergerakan di tanah airnya.
    Sepulang dari Mekah, pada 16 Oktober 1905 bersama rekan-rekannya, kemudian mendirikan mendirikan SDI (Syarikat dagang Islam), yang menekankan tentang penguasaan ekonomi umat di Indonesia.
     Tetapi kemudian SDI dituduh memprovokasi kerusuhan anti Cina pada tahun 1912. SDI dijatuhi hukuman skorsing. Samanhudi segera melakukan konsolidasi dan menyerahkan SDI ke HOS Cokroaminoto, kemudian SDI diubah menjadi Syarikat Islam (SI) yang kemudian berubah menjadi PSII (Partai Syarikat Islam Indonesia).
    H. Samanhudi meninggal di Klaten Jawa Tengah.
 
Peran
     SDI yang ia dirikan merupakan organisasi modern pertama yang berusaha mengangkat harga diri bangsa. Karena itu yang sebenarnya pantas dijadikan hari kebangkitan nasional di Indonesia adalah hari dimana SDI berdiri (pada 16 oktober 1905 M), bukan hari berdirinya Budi Utomo yang merupakan kumpulan priyayi jawa pro Belanda, yang notabene tidak menghendaki kemerdekaan.

 

 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda