ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM INDONESIA > Tokoh Pergerakan >  HOS Cokroaminoto

 
 
 
 
 
 
 
 

 HOS Cokroaminoto

HOS COKROAMINOTO (1882-1934 M)

      Bapak pergerakan nasional Indonesia atau dapat dikatakan juga sebagai bapak politik modern di Indonesia, karena dialah yang pertama kali mendirikan partai poltik di Indonesia, dan yang mencetuskan cita-cita kemerdekaan Indonesia.
     Nama Haji Umar Said Cokroaminoto, seorang turunan priyayi Jawa dan santri keluarga R. M. Cokroamiseno, yang menjadi wedana. Sejak kecil dididik ia dalam suasana keislaman, tetapi tetap memperoleh pendidikan Belanda lazimnya anak priyayi.
     Dalam perkembangannya ia kemudian mendirikan SI (Syarikat Islam) pada tahun 1912 M, sebuah organisasi politik pertama di Indonesia, yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. SI ini merupakan kelanjutan dari SDI (Syarikat Dagang Islam) yang didirikan oleh H. Samanhudi, seorang tokoh pertama dalam khazanah Indonesia modern, yang membangkitkan harga diri bangsa.
    Ia pernah menjadi anggota Volksraad (Dewan Rakyat masa Hindia Belanda), bersama Agus Salim, Abdul Muis dan lain-lain. Pada tanggal 18 mei 1918 ia mengajukan mosi tidak percaya kepada pemerintah kolonial Belanda, dan karena mosi ini tidak ditanggapi, sehingga ia kemudian dengan tegas meninggalkan Volksraad. Mosi ini kemudian dikenal dengan Mosi Cokroaminoto. Pokok-pokok pikiran dalam mosi itu antara lain:
Ø Bahwa hak pilih sepenuhnya harus diakui ada pada rakyat.
Ø Bahwa badan perwakilan mempunyai hak legislatif penuh.
Ø Bahwa perlemen mempunyai kekuasaan tertinggi dan pemerintah bertanggung jawab padanya.
     Dan pokok-pokok pikirannya tentang politik   dicetuskan dalam program asas PSII (Partai Syarikat Indonesia), yang dicetuskan dalam 6 tahapan:
Ø Persatuan dalam umat Islam
Ø Kemerdekaan umat (Nationale vrijheid)
Ø Sifat negara dan pemerintahan
Ø Penghidupan ekonomi
Ø Keadaan dan derajat manusia didalam pergaulan hidup bersama dan di dalam hukum
Ø Kemerdekaan sejati
 
Karya
  •   Islam dan Sosialisme, dalam buku ini ia mendambakan konsep masyarakat yang sosialis yang demokratis
  •  Muslim National Orderwijs, yang dikemukakan dalam kongres PSII tahun 1925 di Yogyakarta, tentang pendidikan.
  •   Reglemen Umum bagi Umat Islam, yang disampaikan dalam kongres PSII tahun 1934 di Banjarnegara tahun 1934 M.
 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda