ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM INDONESIA > Tokoh Pembaharuan awal > Ahmad Dahlan

 
 
 
 
 
 
 
 

Ahmad Dahlan

 
AHMAD DAHLAN (1868-1923 M /       -1340 H)
      Seorang ulama pembawa pembaharuan, pendiri organisasi Muhammadiyah, dan ahli ilmu falak. Semangat da’wah dan pembelaannya terhadap umat yang masih terbelakang begitu tinggi hingga akhirnya ia berupaya keras mendirikan lembaga pendidikan dan sekolah modern yang tidak saja mengajarkan ilmu agama, tetapi juga ilmu umum.
     Nama kecilnya Muhammad Darwis dan lahir di Yogyakarta. Ayahnya, KH. Abu bakar bin Kiai Mas Sulaiman yang menjabat khatib besar kesultanan Yogyakarta. Sedang ibunya, anak dari H. Ibrahim bin KH. Hasan yang menjabat penghulu kesultanan Yogyakarta. Setelah lama belajar di Indonesia, ia kemudian melanjutkan pelajarannya di Mekah dan beberapa lama menetap di sana, sebelum akhirnya kembali ke tanah air. Di Mekah ia diantaranya berguru kepada Syekh Ahmad Khatib, seorang ulama asal Minangkabau yang menjadi imam dan mengajar di Masjidil haram.
     Sekembalinya ke tanah air, ia kemudian menjadi khatib mesjid sultan Yogyakarta, disamping mengajar agama di organisasi priyayi Jawa, Budi Utomo, dan juga sekolah-sekolah pemerintah. Kemudian ia mengajar di perguruan (pesantrennya) sendiri yang banyak dikunjungi oleh pelajar-pelajar dari berbagai tempat. Ia juga pernah menjadi saudagar dan pernah berniaga di Jakarta, Surabaya dan Medan.
     Dia menerima gerakan pembaharuan yang kala itu sedang berkembang. Sekembalinya dari Mekah pada 18 Nopember 1912, ia mendirikan pergerakan Muhammadiyah, suatu nama yang mencerminkan keinginan untuk mencontoh segala jejak perjuangan Muhammad SAW. Gerakan Muhammadiyah ini dikemudian hari menjadi organisasi terbesar di dunia dengan banyak amal usaha.
     Gerakannya yang terkenal, disamping selalu menekankan pentingnya kembali kepada Al Qur’an dan Sunnah, pemberantasan TBC (tahayul, bid’ah dan khurafat), pendirian sekolah-sekolah modern, juga usahanya dalam membetulkan arah kiblat yang tidak tepat menurut mestinya, dan lain-lain.
    Ia meninggal pada hari Jum’at, 23 Februari      / 7 rajab 1340 H, di kediamannya Kauman Yogyakarta, setelah menderita sakit beberapa waktu lamanya.
     Sebelum meninggal ia masih sempat: menyerahkan ijazah kepada ulama-ulama Probolinggo, mengunjungi rapat ulama yang diselenggarakan di Pegulon Nganjuk, mempropagandakan mengenai pendirian sekolah guru agama Islam di Jakarta, membuka pengajaran agama Islam di sekolah Hoogere Kweek School Voor Inlandsce Onderwijs (Sekolah guru tinggi untuk bumi putra) di Purwerejo yang dihentikan oleh Regent, memimpin rapat besar yang diadakan oleh penghulu landrad di Purwekerto, membuka pengajaran di OSVIA (Opleding School Voor Inlandesce Ambtemen) di Magelang, mengadakan rapat agama Islam dalam perkumpulan daerah dalem di Surakarta. Ia juga sempat membuka rapat Muhammadiyah di Banyuwangi, mensyahkan berdirinya cabang Muhammadiyah di Surakarta, menggiatkan Muhammadiyah di Pekalongan dan Pekajangan, memimpin rapat Muhammadiyah di Sala, Surakarta, memperkenalkan Muhammadiyah di Tosari serta mendirikan mesjid di sana.
 
Peran
    Ahmad Dahlan adalah sosok yang paling berpengaruh dalam pembaharuan di Indonesia. Dibesarkan di pusat peradaban Jawa (Yogyakarta) menjadikan ia sangat memahami tentang keterbelakangan umat, yang selalu terpinggirkan. Ia termasuk seorang pembaharu yang jenius dimasanya yang menekankan tentang pentingnya pendidikan yang modern untuk mengangkat umat yang masih terbelakang dan terpinggirkan, sehingga ia kemudian mendirikan sekolah-sekolah umum dengan tidak melupakan agama. 
    Meskipun pembaharuan dan sistem pendidikannya pada awalnya mendapat tantangan dan kecurigaan dari kaum tradisi (pesantren tradisional), tetapi model pendidikannya ini mulai mendapat tempat dari kaum tradisi (tradisional) tersebut di era akhir abad 20-an (hampir satu abad setelah gerakan Muhammadiyah berdiri).
     Sedang Muhammadiyah yang ia dirikan telah menjadi organisasi terbesar di dunia dengan berbagai amal usaha. Dan dari organisasi ini telah melahirkan tokoh-tokoh besar di negeri ini.
 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda