ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM INDONESIA > Tokoh Pembaharuan awal > Abbas Abdullah, KH.,

 
 
 
 
 
 
 
 

Abbas Abdullah, KH.,

 
 
ABBAS ABDULLAH, Syekh (1883-1957 M),
 
       Salah seorang pembawa pembaharuan di Sumatra barat, pendiri Sumatra Thawalib.
        Lahir di Padang Jipang, Paya Kumbuh. Pada tahun 1896 M, ia pergi ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji dan menuntut ilmu (3 tahun). Pada mulanya belajar Al Qur’an kepada Syekh Khatib Kumango, kemudian mengaji kitab kepada H. Abd. Latif, M. Jamil Jambek dan akhirnya kepada Syekh Ahmad Khatib.
       Tahun 1904 M , ia pulang ke tanah air, dan mengajar di surau orang tuanya, bersama kakaknya, Syekh Musthafa Abdullah. Tahun 1919 M, ia mendirikan Sumatra Thawalib dan menerbitkan majalah Al Imam. Dan ia juga mengubah sistem berhalaqah di suraunya dengan sistem berkelas (7 kelas).
     Pada tahun 1921, ia kembali ke Mekah, kemudian ke Mesir, dan disana belajar di Al Azhar (sebagai Mustami’), kemudian meninjau ke berbagai negri Islam: Pelestina, Libanon, Syria, dan lain-lain. Pada tahun 1924 ia pergi lagi ke Mekah, dan ke Mesir lagi untuk mengantarkan Thalut Musthafa dan Nasruddin Thaha untuk belajar di Al Azhar, dan kemudian kembali lagi ke tanah air.
      Setelah kembali, di Padng Jipang, ia mencurahkan tenaganya pada Sumatra Thawalib bersama saudaranya, Syekh Musthafa Abdullah, serta mengadakan perubahan baru menurut sistem Al Azhar, yaitu mengadakan bagian ibtidaiyah 94 tahun) dan tsanawiyah (4 tahun).
     Pada tahun 1930, ketika Sumatra Thawalib dirubah menjadi Permi ( Persatuan Muslimin Indonesia) oleh H. Ilyas Ya’kub dan Mukhtar Luthfi, maka ia mengubah nama madrasanya dengan Darul funun ‘Abbasiyah. Pada tahun 1934, pemerintah Hindia Belanda mengadakan penggeledahan kitab-kitab pada Darul Funun ini sehingga pelajaran di madrasah ini terhenti untuk sementara.
     Pada masa kemerdekaan Indonesia 1945, ketika MIT (majelis Islam Tinggi) mendirikan barisan Sabilillah, ia dipilih menjadi imam jihad. Dan pada masa pemerintahn PDRI, madrasah ini menjadi kantor PPK dan agama PDRI, Mr. TM Hasan dan stafnya.
    Ia meninggal pada 17 Juni 1957 akibat penyakit asma.

 

 

 

 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda