ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM INDONESIA > Tokoh Pembaharuan awal >  Muhammad Jamil Jambek, Syekh.,

 
 
 
 
 
 
 
 

 Muhammad Jamil Jambek, Syekh.,

MUHAMMAD JAMIL JAMBEK, Syekh,  (1860-1947 M),
 
       Salah seorang pembaharu di Minangkabau, terkenal sebagai ahli ilmu falak, dan dikenal juga sebagai bapak tabligh Islam di Sumatra.
       Lahir di Bukit Tinggi. Pada usia 7 tahun ia belajar di sekolah pripat (gubernemen) di Bukit Tinggi. Setelah tamat, ia tidak meneruskan pelajaran, tetapi menjadi preman, dengan hidup tidak menentu. Tetapi pada usia 22 tahun, terbukalah pintu hijabnya, ia bertaubat, kemudian memulai mengaji Al Qur’an, belajar nahwu sharaf dan juga fiqih.
    Pada tahun 1313 H / 1895 M, ia diajak ayahnya ke Mekah, dan bermukim dan belajar disana selama 9 tahun. Pada mulanya ia memperbaiki bacaan Al Qur’an pada Khatib Kumango (Batusangkar) seorang qori yang masyhur di Mekah, kemudian belajar pada Abdullah Ahmad, Syaikh Bafadhil, Syaikh Serawak dan terakhir kepada Syekh Ahmad Khatib. Selain itu, ia juga belajar ilmu falak kepada Syekh Thahir Jalaluddin, sehingga ia menjadi ahli ilmu falak yang masyhur, dan ia kemudian mengajarkan ilmu falak di Mekah kepada orang-orang yang berasal dari Minagkabau, palembang dan Jawa.
     Tahun 1321 H / 1903 M, ia kembali ke tanah air dan mengajar di Surau Tengah Sawah Bukit Tinggi, tetapi ia lebih banyak mengajarkan ilmu falak daripada ilmu-ilmu lainnya, sehingga banyak murid-muridnya yang ahli dalam ilmu ini dikemudian hari, antara lain: Hasan Faqih Muda Panjang, Junaid Simalanggang Payakumbuh, dan lain-lain.
    Ia sangat menyenangi berda’wah dengan tabligh, mengajarkan ilmu agama ke kota-kota hingga dusun-dusun.  Dan kadang ia mengadakan tabligh agama digedung-gedung bioskop waktu ada pasar keramaian dan sebagainya. Sehingga tersiarlah ilmu agama ke segala pelosok terpencil. Ia tidak mengajar di surau, tetapi lebih banyak mendatangi mesjid-mesjid dan dusun-dusun, yang kemudian diikuti oleh Syekh Abdullah Ahmad, Syekh Abdul karim Amrullah, Syekh Daud, dan lain-lain.
      Sejak tahun 1911 ia berda’wah ke beberapa tempat, terutama di Kamang hingga ia meninggal. Ia juga menjadi pimpinan PGAI (Persatuan guru-guru agama Islam) setelah Abdullah Ahmad meninggal.
 
Peran & Pemikiran
    Menurut Mahmud Yunus (dalam bukunya Sejarah Pendidikan Islam Indonesia), bahwa Syekh jamil jambek adalah bapak ilmu falak dan bapak tabligh Islam di Sumatra, karena dialah yang pertama kali menyebarkan secara luas ilmu falak di bumi Sumatra. Dan disebut bapak tabligh karena dialah orang yang pertama kali menyusuri kampung-kampung untuk menyiarkan agama Islam. Jika para ulama kebanyakan mendirikan surau / pesantren dan kemudian muridnya datang untuk belajar, maka ia menyongsong orang-orang yang mau belajar dengan menyusuri kampung dan dusun. Ia juga sangat berjasa dalam memberantas bid’ah-bid’ah dan khurafat yang berkembang di masyarakat.
       Ia banyak mengarang, terutama dalam ilmu  falak, dan bukunya hingga kini dipakai murid-muridnya untuk mencari ijtima’ dan untuk mengetahui waktu gerhana bulan dan matahari. Ia juga tiap tahun mengeluarkan almanak dan imsakiyah bulan Ramadhan, dan hasilnya disebarkan dalam majalah Al Munir, majalah yang didirikan Abdullah Ahmad.

 
 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda