ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM INDONESIA > Politisi > A.M. Fatwa

 
 
 
 
 
 
 
 

A.M. Fatwa

 
A.M. FATWA (1939-    M)
 
      Politisi, mantan aktifis Masyumi dan PII, salah seorang pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) pimpinan Amin Rais di era reformasi dan menjadi salah seorang wakil pimpinan DPR periode 2004-2009,
      Nama: Andi Mappetahang Fatwa, lahir pada 12 Februari 1939 M di Bone, Sulawesi Selatan. Ayahnya seorang petani masih turunan dari Raja Aru Palaka, sehingga ia bergelar Andi (suatu gelar bangsawan Bugis).
      Fatwa mulai terpengaruh oleh pemikiran modern, sehingga ia kadang bersebrangan pendapat dengan orang tua dan masyarakat sekitarnya, sehingga ia kemudian memilih untuk merantau. Yang pertama ia ke Makasar, keudian Surabaya, Dan Sumbawa besar (NTB). Di Sumbawa ia aktif dalam organisasi politik, aktif di Masyumi, dan juga PII (menjadi ketua wilayah Nusa Tenggara pada usia 17 tahun). Pada usia belasan tahun ia pernah di penjara beberapa hari karena pernyataannya yang keras mengkritik pemuda rakyat, yang merupakan underbow PKI.
     Ia kemudian pindah ke Jakarta, dan mendapat beasiswa di IAIN Syarif Hidayatullah (1961). Disini ia aktif di HMI dan menjadi ketua senat. Pada saat itu ia melakukan demo menentang kebijakan mentri pendidikan dan pengajaran yang telah dipengaruhi PKI, sehingga harus berurusan dengan polisi. Setahun kemudian ia melakukan demonstrasi, yangmengantarkannya ke dalam penjara selama 6 bulan.
      Ia sempat mengenyam pendidikan di sekolah dasar perwira komando KKL-AL 9tidak selesai), tetapi kemudian diangkat menjadi imam tentara di KKO-AL dan terakhir menjabat wakil kepala dinas rohani Islam komando (Rohdam) wilayah timur. Pada tahun 1970 di perbantukan pada gubernur DKI Jaya (Ali Sadikin) sebagai staf dibidang agama dan politik, dan kemudian bekerja di Pemda.
     Sikap berani dan tegasnya tidaki pernah luntur meskipun sudah menjadi pegawai pemerintah. Pada tahun 1977 ia besrta ulama lainnya menentang aliran kebatinan / kepercayaan masuk GBHN. Hal ini menyebabkan ia dipenjara selama 9 bulan dan pada tahun 1979 dipecat dari pegawai negeri, karena khutbah ’Idul Fitri di Pulo Mas jakarta yang sarat kritik terhadap Ali Murtopo, orag kepercayaan presiden Soeharto. Ia dituduh melanggar sumpah jabatan dan menghasut masyarakat untuk tidak percaya pada pemerintah, sehingga ia kemudian ditahan lagi dan dibebaskan pada agustus 1993. Kepegawaiannya direhabilitasi pada tahu 1999 di era reformasi.
     Di era reformasi (1998), ia bergabung dengan Prof. Amin rais mendirikan partai Amanat Nasional (PAN) dan terpilih menjadi salah seorang anggota DPR dari fraksi reformasi.
 

 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda