ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM INDONESIA > Penguasa > Maulana Muhammad

 
 
 
 
 
 
 
 

Maulana Muhammad

 
MAULANA MUHAMMAD, Sultan (mp. 1585-1590 M)
 
      Penguasa ke-3 kesultanan Banten, menggantikan ayahnya, Sultan Maulana Yusuf.. Ia diangkat menjadi sultan ketika masih umur 9 Tahun. Para Kadi menyerahkan perwaliannya kepada Mangkubumi.
      Setelah Maulana Yusuf meninggal, pangeran Jepara merasa lebih berhak berkuasa daripada Maulana Muhammad, anak dari Maulana Yusuf yang dianggap masih terlalu muda. Akhirnya kerajaan Jepara menyerang Banten, tetapi pasukan Jepara dapat dikalahkan, atas bantuan para ulama.
 Pangeran Muhammad diangkat menjadi sultan dengan gelar Kanjeng Ratu Banten Surosowan. Ia dikenal sebagai orang yang Shaleh. Untuk kepentingan penyebaran agama Islam ia banyak mengarang kitab agama yang kemudian dibagikan kepada yang memerlukannya. Untuk sarana ibadat ia banyak membangun masjid sampai ke pelosok desa. Ia selalu menjadi imam dan khatib pada shalat Jum'at dan Hari raya. Masjid Agung diperindah, temboknya dilapisi porselen dan tiang atapnya dibuat dari kayu cendana.
      Ketika Maulana Muhammad memimpin Banten, Kesultanan Banten menjadi semakin kuat dan ramai. Orang-orang dapat melayari kota dengan menyusuri banyak sungai yang terdapat di Banten.
      Pada masanya juga melakukan ekspansi ke Palembang. Ekspansi ini bermula atas hasutan dari Pangeran Mas, anak dari Arya Pangiri, yang merasa bahwa mereka masih punya hak atas kerajaan Palembang, karena dulu merupakan wilayah demak. Dengan 200 kapal perang yang dipimpin langsung oleh Sultan Maulana Muhammad, didampingi mangkubumi dan Pangeran Mas menyerbu Palembang. Saat itu Lampung, Seputih dan semangka yang merupakan wilayah banten diperintahkan membantu penyerangan itu. Pertempuran yang berhari-hari di sungai Musi dan hampir dapat dimenangkan. Tapi kemudian sultan gugur dalam peperangan itu pada tahun 1596 M. Dengan meninggalnya sultan, maka pasukan banten kemudian mundur.
      Maulana Muhammad meninggal pada Usia muda (kira-kira 25 Tahun). Ia meninggalkan seorang putera yang bernama Abul Mafakhir Mahmud Abdul Kadir yang baru berusia 5 Bulan dari permaisurinya (Ratu wanagiri, puteri dari mangkubumi), dan kemudian yang menggantikan tahtanya. Setelah wafatnya, Maulana Muhammad diberi gelar Pangeran Seda Ing Palembang atau Pangeran Seda Ing Rana. Ia dimakamkan di serambi Masjid Agung Banten.

 

 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda