ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM INDONESIA > Penda'wah & Tokoh Islam Awal > Sunan Giri

 
 
 
 
 
 
 
 

Sunan Giri

SUNAN GIRI (w. Awal abad 16 M)
Pakar pendidikan

 

     Seorang pakar pendidikan yang sangat berperan dalam pengislaman di pulau Jawa bagian Timur, dan juga mempunyai peranan penting dalam pengislaman di Indonesia bagian timur: Madura, Lombok, Hitu, Ternate (Maluku) dan juga Kalimantan (Banjar).
     Nama, Raden Paku, terkenal juga dengan nama Raden Ainul Yakin, dan di Jawa terkenal dengan nama Sunan Giri salah seorang wali songo (wali-9) yang sangat dihormati masyarakat Jawa. Ia lahir di Blambangan, Jawa timur. Ia merupakan putra Maulana Ishak yang kawin dengan putri Blambangan. Ia berguru kepada Sunan Ampel (Raden Rahmat) di Surabaya, dan juga belajar tasauf di Pasai dan Malaka.
     Raden paku adalah orang yang kaya raya. Ia menerima harta pusaka (warisan) dari ibu angkatnya, Nyai Gede pinatih, seorang saudagar kaya yang tidak mempunyai anak. Harta tersebut dikelolanya dan dimamfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan penyebaran Islam.
     Pada tahun 1487 M, ia dinobatkan menjadi kepala pemerintahan yng independen di Gresik. Ia kemudian membangun imperium Giri Kedaton.
 
Peran dan Jasa
    Sunan Giri adalah ilmuwan dan pakar pendidikan. Ia mendirikan pondok pesantren, yang merupakan pusat da’wah dan pengkaderan Islam (dan tetap berkembang dari abad ke 15 hingga abad 17 M). Murid-muridnya banyak sekali dan berdatangan dari berbagai negri terutama di Indonesia bagian timur. Murid-muridnya kemudian menyebarkan Islam di berbagai daerah di indonesia bagian timur. Pengislaman rakyat Hitu dan Maluku Utara tidak lepas dari peranannya dan juga murid-muridnya. Bahkan pengislaman Islam di Kalimantan (Banjar) selalu dikaitkan dengan nama penghulu Giri.
    Selain pengaruh kepakarannya yang cukup kuat, ia juga mempunyai pengaruh politik yang besar. Banyak raja-raja di Nusantara sebelum dinobatkan minta restu terlebih dahulu kepada Sunan Giri. Ia juga dipandang sebagai orang yang sangat berpengaruh terhadap roda pemerintahan kesultanan Demak Bintoro, sebab setiap kali muncul masalah penting yang harus diputuskan, ia selalu diminta pertimbangannya oleh para penguasa dan para wali lainnya. Jadi Sunan Giri dianggap sebagai figur legitimasi bagi sebagian raja-raja di Nusantara.
    Sunan Giri juga berjasa dalam menggubah lagu-lagu. Ia menyumbangkan lagu langgam Asmarandana. Disamping itu, ia juga meninggalkan beberapa karya tulis. Dalam mendidik anak-anak, ia banyak membuat berbagai permainan yang berjiwa agama, antara lain : Jelungan, Jamuran, Gendi ferit, Jor, gula ganti, Cublak-cublak Suweng, Ilir-ilir dan lain-lain.
 
Karya
  • Kitab Sattina, yang berisi masalah fiqih. Buku ini sampai pada kita sekarang dan tersimpan di perpustakaan Leiden, Belanda.

 

 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda