ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM INDONESIA > Intelektual. > Azyumardi Azra

 
 
 
 
 
 
 
 

Azyumardi Azra

 
AZYUMARDI AZRA, Prof. Dr., (1955-      M)
Ahli Politik, Ahli Sejarah dan Kebudayaan Islam
 
     Seorang ahli sejarah dan kebudayan Islam. Ia juga terkenal juga dalam analisanya terhadap perpolitikan kontemporer Indonesia.
    Azyumardi yang dalam bahasa Persia berarti permata biru, lahir di Lubuk Alung Sumatera Barat. Ia lulus dari fakultas tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1982). Setelah lulus, ia sempat menjadi wartawan Panji Masyarakat (1979-1985 M), hingga kemudian mendapatkan beasiswa dari Full Bright dan Columbia University President Fellowship (1986 M) untuk melanjutkan di Columbia University, New York, AS. Ia memperoleh gelar MA pada departemen bahasa dan budaya Timur Tengah (1989), kemudian memenangkan beasiswa Columbia President Fellowship dari kampus yang sama, tetapi pindah ke departemen sejarah dan memperoleh MA lain atau Mphil (master of Philosophy) pada tahun 1990, dan gelar doktornya diraih tahun 1992 dengan disertasi berjudul The Transmission of Islamic Reformism to Indonesia: Network of Middle Eastern an Malay-Indonesian ‘Ulama in The Seventeenth and Eighteenth Centuries.
    Sepulang dari sana ia memilih menjadi dosen pasca sarjana fakultas adab dan fakultas tarbiyah di almamaternya (1992), guru besar sejarah fakultas adab, dan kemudian menjadi rektor IAIN Syarif Hidayatullah (menjadi rektor IAIN termuda di Indonesia (1998)) pada usia 43 tahun. Pada awalnya ia ditawari menjadi pembantu rektor I, tetapi ia menolak dengan alasan lebih suka menjadi cendekiawan yang bebas. Tetapi seiring dengan gerakan reformasi di Indonesia, ia malah diangkat menjadi rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, atas dukungan mahasiswa.
     Dalam berorganisasi, ia menapaki perjalanan organisasi mulai dari ketua umum senat mahasiswa fakultas tarbiyah IAIN, Jakarta, ketua umum HMI cabang Ciputat, pengurus Masyarakat Sejarah Indonesia (MSI), Himpunan Indonesia untuk pengembangan Ilmu-ilmu Sosial (HPIIS). Dia juga menjadi anggota Selection Committee Seasrep Toyota Foundation untuk wilayah Asia Tenggara (1997-1999).
 
Peran dan Pemikiran
    Meskipun berlatar belakang sejarah, tetapi ia juga sangat piawai dalam menganalisa masalah politik di Indonesia.
    Mengenai munculnya partai-partai Islam (di era reformasi tahun 2000-an) dan penggunaan-penggunaan simbol-simbol agama dalam politik, ia mencoba melakukan apresiasi dan kritik terhadap Islam politik, yang menurutnya formalisme politik Islam kurang laku dan tidak prospektif (waktu itu). Ia melihat paling tidak terdapat 2 efek negatif:
Ø   Thruth Claim (Klaim kebenaran) sebagai akibat politisasi agama dalam politik, karena watak agama yang menjadi sisi primordial manusia. Penggunaan simbol-simbol agama dalam politik berarti mengajak untuk bersikap secara emosional, sebab di dalam agama terdapat banyak persoalan emosi. Jadi kalau simbol-simbol agama dieksploitasi maka sebenarnya yang terjadi adalah mengekspolitasi emosi. Hal tersebut menurutnya tidak mendewasakan umat. Umat harus berpikir dan bertindak rasional dalam menentukan aspirasi politiknya bukan dengan emosi.
Ø   Tersedotnya sumber daya umat ke dalam dunia politik. Gerakan kultural yang menjadi trend dan mainstream gerakan Islam hampir berantakan dengan euforia politik era reformasi. 
 
Karya
·         The Transmission of islamic Reformism to Indonesia: Network of Middle Eastern and Malay Indonesia Ulama In Seventeent and Eighteenth Centuries, merupakan disertasinya dalam meraih doktor di Columbia University AS. Dari disertasi ini telah memberikan khazanah baru, bahwa pembaharuan Islam di Nusantara (Indonesia dan Malaya) terjadi sejak abad ke-17 M.
·         Islam Reformasi : Dinamika Intelektual dan Gerakan.
·         Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru.
·         Renaisans Islam Asia Tenggara
·         Teologi Kerukunan: Wacana Agama dalam sejarah.
·         Islam Substantif: Agar Umat tidak Jadi Buih, dalam buku ini Azyumardi Azra berbicara tentang peristiwa dan kasus politik yang terjadi pada babak akhir rezim orde baru dan memasuki era reformasi. Dalam buku ini ia mengajukan alternatif agar nilai-nilai Islam substantif di obyektivikasi untuk menjiwai setiap gerakan dan perilaku politik. 
·         Esai-esai Intelektual Muslim dan Pendidikan Islam

 

 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda