ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > SAINTIS > Intelektual Ensiklopedis > Ibnu Sina

 
 
 
 
 
 
 
 

Ibnu Sina

 

IBNU SINA (980-1037 M)
Raksasa Intelektual: Dokter , filsuf, saintis, ensiklopedis
 
     Seorang ensiklopedis, raksasa intelektual, si jenius yang serba bisa, seorang dokter yang amat masyhur dan dianggap sebagai bapak kedokteran Islam / Father of Doctor. Ia juga seorang filsuf dan menjadi pemuka filsafat peripatetis (Neo-Platonois Muslim), Seorang bapak geologi, ahli dalam fisika, ahli dalam farmasi dan juga ahli dalam musik.
     Nama : Abu Ali Al Husain Ibn Abdullah Ibnu Al hasan Ibn Sina, di barat ia dikenal dengan nama Avicena. Lahir di Afsyanah, suatu desa dekat Bukhara dan meninggal di Hamadan. 
     Ayahnya, Abdullah berasal dari Balkh, adalah seorang cendekia (ulama) madzhab Ismailiyyah. Pada masa raja Nuh Ibn Mansyur, ia (Abdullah) diangkat menjadi gubernur Samanite yang kemudian ditugaskan di Bukhara.
     Di Bukhara ini Ibn Sina mendapatkan pendidikan awalnya. Sejak kecil ia telah menampakan bakatnya yang luar biasa dan hebat dalam memperoleh ilmu dan keahlian. Pada usia 10 tahun ia sudah hapal Al Qur’an dan berbagai cabang literatur. Karena keunggulan-keunggulannya dalam ilmu-ilmu dan kejuruan, sehingga mendapat kedudukan yang terhormat dikalangan teman-temannya, dan kemudian dijuluki Asy Syaikh Al Rais (pangeran para guru) dan Hujjah Al Haq.
      Pada usianya yang sangat belia, ia telah berkenalan dengan berbagai ajaran religius, filsafat dan ilmiyah.Guru fiqihnya, Ismail Az Zahid,   yang memperkenalkan doktrin suni. Dan logika, geometri, astronomi didapat dari Abu Abdullah an Natili, tetapi kemampuannya kemudian melampaui gurunya.Dan ia kemudian belajar secara sendiri (autodidak) dalam bidang kedokteran, fisika, metafisika  dan juga filsafat..
     Ia mempelajari secara rinci ilmu kedokteran dan memperoleh reputasi sebagai dokter praktek, karena reputasinya ini ia digelari Amir Al Thiba (pangeran dokter-dokter). Ia juga mempelajari sendiri metafisika dari karya-karya Al Farabi. Spekulasi dan logika Al farabi inilah yang kemudian membentuk jalan pikirannya. Ia menguasai hal tersebut pada usia sebelum 17 tahun.
    Pada usia tersebut ia berhasil menyembuhkan penyakit Sultan Nuh Ibn Mansyur, dari dinasti Samanid di Bukhara, yang tiada dokter yang sanggup mengobatinya.. Keberhasilan tersebut merupakan awal hubungan baiknya dengan sultan, dan Ibn Sina diberi kesempatan untuk menelaah buku-buku yang disimpan di perpustakaan sultan. Ibn Sina mengarang sebuah buku psikologoi yang dipersembahkan kepada Sultan Nuh Ibn Mansyur, yang berjudul Hadiyah Ar Ra’is Ila al Amir.
  Pada usia 22 tahun ia pergi dari  Bukhara dan pindah ke Jurjan. Di sini ia berjumpa dengan Abu ‘Ubaid Al Jurjani (Abu Ubaid Jawaz Jami), seorang intelek yang kemudian menjadi muridnya dan penulis sejarah hidupnya. Di Jurjan ia diundang oleh raja Khwarizm, seorang pelindung ilmu pengetahuan. Di sini ia berjumpa dengan cendekiawan sezamannya : Abu Raihan Al Biruni, Abu Nasr Al Arraq, Abul Kahir Khamar, dan lain-lain. Tetapi kemudian Jurjan dikuasai oleh Mahmud Al Ghaznawi (Sang Penakluk), sehingga Ibn Sina dan rekannya Abu Sahl Al Masihi kemudian pindah ke Rayy, tetapi di sini hanya sebentar, yang kemudian ia pergi ke Hamadan.
      Di Hamadan ia berhasil menyembuhkan penyakit  Sultan Syams Al Daulah (penguasa Hamadan). Sultan kemudian mengangkat Ibn Sina sebagai Wazir ‘Azhim (Perdana Mentri) di Rayyand. Tetapi tidak beberapa lama, pihak militer menangkap, memenjarakan dan merampas semua hartanya karena dicurigai bersepongkol  dengan penguasa Isfahan. Tetapi kemudian ia dibebaskan dan diangkat lagi menjadi perdana mentri yang kedua kalinya.
     Ia kemudian meninggalkan Hamadan menuju Isfahan. Tetapi ia tertangkap oleh Taj-al-Muluk (anak Syams Ad Daulah) dan dipenjara di benteng Fardajan selama 4 bulan. Tetapi ia berhasil lari dari penjara  menuju Isfahan.  Di Isfahan ia diterima hangat oleh Alaud Daula (penguasa dari dinasti Buwaih). Ibn Sina menikmati beberapa kelonggaran di Isfahan dan meneruskan tugasnya melengkapi karya-karyanya. Pada akhir kehidupannya ia kembali ke hamadan, yang telah dikuasai oleh sultan Alaud Daula. Dan ia meninggal di Hamadan pada usia 57 tahun.
 
Pribadi dan Pemikirannya
    Ibn Sina adalah manusia karier. Produktifitasnya sangat besar, meskipun ia hidup dalam kondisi politik yang labil yang kadang memaksanya mengungsi dari satu wilayah ke wilayah lain, dengan sembunyi-sembunyi, dikejar-kejar bahkan dipenjara. Ia menulis karya tulis sekitar 250 buah (sekitar 238 buku dan risalah). Kualitas karya dan keterlibatannya dalam praktek kedokteran, mengajar dan politik semuanya menunjukan tingkat kemampuan yang luar biasa.
     Ia juga menulis karya ensiklopedia terbesar di zamannya, konon ia mampu menulis rata-rata 50 halaman per hari. Karya-karyanya ditulis ketika ia berumur 21 tahun di Bukhara, kemudian Jurjan, Rayy, Hamadan dan Isfahan. Walaupun secara politis ia terganngu dan lingkungannya yang tidak nyaman. Dan selama 13 tahun akhir kehidupannya di Hamadan dan Isfahan merupakan periode aktifitas intelektualnya yang terbesar, tempat ia menyelesaikan hampir semua karya raksasanya.
    Dalam bidang kedokteran, ia adalah seorang dokter yang mempunyai reputasi dalam praktek dan merupakan yang terbesar dalam teori kedokteran di dunia Islam, dan juga abad pertengahan. Dan dialah yang pertama kali menunjukan bahwa udara sebagai penular penyakit (Airborne Diseasses).
    Dalam bidang filsafat, ia merupakan salah seorang pemuka filsafat peripatetis atau Neo-Platonisme Islam. Pemikiran filsafat Ibn Sina sangat kaya dan masih belum banyak terungkap, terutama perkembangan akhir pemikirannya, seperti terungkap pada karya-karya Al isyarat wa al tanbihat dan al mathiq al Masyriqiyyah (logika timur). Belum banyak orang yang tahu bagaimana Ibn Sina dalam memecahkan persoalan-persoalan ilmiyah dan filosofis, juga menggunakan metode iluminasionis melalui renungan dan shalat, jauh sebelum hebohnya Quantum Learning dewasa ini.
     Dalam bidang tasauf, ia menaruh minat besar pada tasauf ini. Dalam karyanya Al Hikmah a;l masayriqiyah, sarat dengan gagasan-gagasan mistik. Dan juga dalam buku ke-9 dari adikaryanya terakhir, Al Isyarat wa al tanbihat, yang diberi judul Fi Maqamat al ‘Arifin, ia memberikan pembelaan terhadap tasauf yang paling kuat dari kalangan filosof Islam. Dalam bab ini ia secara terbuka meyakini pencapaian pengetahuan tentang dunia spiritual oleh orang-orang arif dan kaum sufi yang berkecenderungan intelektual serta kemungkinan menemukan mister-misteri yang tersembunyi.
     Dalam bidang sejarah, ia adalah sedikit dari pemikir muslim abad pertengahan yang menulis autobiografi (riwayat hidup) yang kemudian dituntaskan oleh muridnya, Abu Ubauid al Juzjani.
     Dalam bidang fisika, ia menyangkal teori Aristoteles, bahwa sumber gerak adalah kekuatan yang tidak terlihat yaitu Tuhan, menurut Ibn Sina hukum alam sudah diciptakan untuk mengatur dirinya sendiri. Dalam bidang fisika ini   misalnya Ibn Sina membangun teori tentang gerak keras, sebagaimana yang diceritakan oleh Husein nashr, ia (Ibn Sina) menetapkan bahwa tabung dalam keadaan terdorong terdapat kekuatan yang bersumber pada sebab awal yang menggerakannya, yaitu pada dorongan kekuatan itu, yang menghalanginya dari gerakan ke arah tertentu yaitu perlawanan tengahan. Dan dia mengatakan bahwa kecenderungan keras itu tidak hilang dalam kehampaan kekuatan itu bergerak secara fisikal, maka kecepatanya sama dengan kebalikanya, karena adanya kecenderungan alam, atau beratnya dan bahwa jarak yang dipintasnya, seperti fisikal yang bergerak dengan kecepatan tetap, yang keadaannya berkebalikan dengan beratnya.. Teori ini oleh semasanya, oleh Abul Barakat Baghdadi telah dimodifikasi sehingga berpengaruh pada filsuf muslim selanjutnya, seperti Fachruddin Ar Razi dan Nashiruddin Thusi. Sedang di Andalusi, Al Batraji Al Andalusi telah membangun teori Ibnu Sina tentang gerak keras ini, sebelum masuknya ke dunia latin yang membuat pengaruh langsung terhadap tulisan-tulisan : Peter Olivi yang menterjemahkan istilah arab Al Mailu Al Qasari (kecenderungan keras) dengan Inclinatio Violenta, lalu tabir ini dengan segala perannya dirubah oleh John Boordyn menjadi Impetus Impressus dan membatasi dengan hasil memperkalikan kelompok dalam kecepatan (yang menjadi) quwah al zakham (kekuatan mendesak) dalam fisika modern.
      Dalam bidang astronomi, ia dipercaya oleh Alaud Ad Daula untuk memperbaiki sistem penanggalan yang sudah ada dan merencanakan sebuah observatorium. Dalam astrologi, ia menentang anggapan kekeliruan antronom-astronom Yunani, Arab dan Hindu, yang mempertahankan pendapat bahwa kemiringan gerhana mengecil secara berangsur-angsur ke arah khatulistiwa.
    Dalam bidang geologi ia dianggap sebagai bapak geologi. Dalam karyanya ia menguraikan tentang terciptanya gunung dan kerak bumi, dan menerangkan penyebab gempa bumi secara ilmiyah. Tentang tambang dalam karyanya Asy Syifa telah diterjemahkan ke bahasa latin tahun 1200 M oleh Alfred Sareshel dengan judul De Mineralibus, buku ini sangat berpengaruh terhadap kemajuan Eropa
      Dan dalam bidang musik, ia juga merupakan teoritikus musik terbesar setelah Al Farabi. Dalam karyanya Asy Syifa banyak karya orsinil tentang musik.
 
Karya  
  • Al Qanun Fith Thib (Canon of Medicine / Aturan (pedoman) kedokteran). Kitab ini terdiri dari 5 bagian dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa latin beberapa kali. Kitab ini merupan karya terbesar dalam bidang kedokteran, dan dianggap sebagai sumber medis yang paling penting baik di timur maupun di barat selama 5 abad (awal abad 11 – 17 M), dan tetap menjadi sumber utama kedokteran Islam yang dipraktekan di anak benua India-pakistan.. Dalam abad ke 16 kitab ini terkenal di Eropa, tapi masih digunakan sampai abad ke-19, terutama tentang penyakit syaraf dialah perintisnya. Buku ini mengandung metode pembedahan dan menekankan perlunya strelisasi dengan mendesinfeksi luka. Buku ini dilengkapi dengan gambar dan sketsa yang menunjukan pengetahuan anatomi yang mendalam.
  • Asy Syifa (Healing/ penyembuhan/ pengobatan), dalam bahasa latinya Sanatio (penyembuhan), Merupakan karya  filosofis Ibn Sina yang paling detail dan paling terkenal setelah Al Qanun, yang bahasa latinya Sufficience. Asy Syifa merupakan ensiklopedia ilmiyah terpanjang, yang berisi 4 topik: logika, fisika, matematika dan metafisika. Yang meliputi filsafat dan ilmu pasti (ilmu pertambangan, ilmu lapisan tanah, ilmu tumbuhan, ilmu hewan, ilmu jiwa, matematika, ilmu gerak dan musik). Tentang tambang diterjemahkan ke bahasa latin tahun 1200 M oleh Alfred Sareshel dengan judul De Mineralibus, buku ini sangat berpengaruh terhadap kemajuan Eropa. Asy Syifa ini ditulis dalam bahasa Arab.
  • An Nafsu, dalam kitab ini dibahas diantaranya tentang teori mata “ Bahwa cahaya yang masuk (datang) dari luar ke mata, maka ketika itu timbul gerak psikologis dari mata ke obyek pandangan (yang dilihat).”
  • An Najah (Deliverence / pembebasan), (bahasa latinnya Salus = penyelamat), merupakan ringkasan dari Asy Syifa, yang terdiri dari 4 bagian: logika, fisika, metafisika yang dipersiapkan oleh Ibn Sina dan matematika oleh Al Juzjani.
  • Al Bathiniyah,
  • Al Arjuzah, yang menghimpun dasar-dasar kedokteran islami, yang ditulis dalam bentuk bait syair yang mudah dihapalkan.
  • Al Ainiyyah, kitab yang berisi lagu-lagu qasidah ciptaanya.
  • Al Thairu, karya tentang sastra.
  • Al Isyarah Wa Al tanbiyah (Isyarat dan peringatan), suatu karyanya tentang filsafat. Di tulis diakhir kehidupannya dan yang terbesar dalam filsafat. Buku ini merupakan karya filsafat Ibn Sina termatang dan komprehensif, yang terdiri dari logika, fisika dan metafisika. Karya ini ditutup dengan pembahasan mengenai mistisme yang bercorak etika.. Buku ini pernah diterbitkan di Leiden pada tahun 1892 M, dan diterjemahkan juga ke dalam bahasa Prancis, dan diterbitkan juga di Kairo tahun 1947 M.
  • Al Isyqu
  • Dansynamah-yi Alai, buku tentang ilmu pengetahuan (berbahasa Persia) yang dipersembahkan kepada Alai Al Daulah. Buku ini sangat penting mengingat ia merupakan karya filsafat peripatetik Islam pertama dalam bahasa Persia.
  • Al Hawi (buku menyeluruh)
  • Fi’l Adin (Bahan galian)
  • Mi’yar Al Uqul (ukuran akal)
  • Al Urjuzah Fith Thibb (sajak-sajak kedokteran)
  • Al Hikmah Al ‘Arudhiyyah
  • Hadiyah Al Ra’is Ila Al Amir (Hadiyah Ibn Sina kepada Amir), merupakan buku pertamanya tentang psikologi yang dipersembahkan untuk sultan Nuh Ibn Manshur.
  • Risalah Fi Al Kalam Ala Al Nafs Al Nathiqiyah
  • Al Manthiq Al Masyriqiyyin (logika timur), buku ini banyak dibicarakan orang, karena tidak jelasnya maksud judul buku, ada yang mengatakan bahwa isi buku ini mengenai tasauf, tetapi menurut Nallino, berisi filsafat timur sebagai imbangan filsafat barat.
  • Hay Ibn Yaqzhan, karya sastranya.
  • Nafiq, risalah tentang logika, yang diterjemahkan ke dalam bahasa prancis dan diterbitkan pada 1658 M di Paris.
  • De Conglutione Lapidum, merupakan risalah-risalahnya tentang geologi yang diterjemahkan ke dalam bahasa latin.
  • Tadabirul Manazil (Perencanaan tempat tinggal), dalam buku ini secara khusus membicarakan tentang tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan anak-anaknya, termasuk pendidikan moral dan jasmani.
  • Al majmu’ (The Compilation / Himpunan), I jilid
  • Al hashil wa al Mahsul (The Sum and Substance), 20 jilid.
  • Al Birr wa al Itsm (Good works and evil / Perbauatan baik dan dosa), 2 jilid.
  • Al arsshad al kulliyah (Comprehensive Observations), 1jilid.
  • Al hidayah (Gidance/ petunjuk), 1 jilid.
  • Mukhtasar al Ausath (The Nuddle Summary), 1 jilid
  • Al qulanj ( The Colic/ penyakit perut), 1 jilid
  • Lisan al Arab (Arabic language/ Bahasa Arab), 10 jilid
  • Al adwiyah al Qalbiyah (cardiac remedies/ obat-obatan penyakit jantung)
  • Uyun al Himah, yang dikenal sebagai Al Mujaz (The Epitome / ringkasan), 1 jilid. Buku ini dimaksudkan untuk pengajaran logika, fisika dan metafisika di dalam kelas. Hal ini karena kesederhanaan, kejelasan dan kelugasan paparannya.
  • Al Hikmah al masyriqiyah (a portion of Eastern Philosophy/ Hikmah (filsafat) dari timur), 1 jilid. Merupakan karyanya tentang filsafat timur. Buku ini menjadi pendahulu Hikmah al Isyraq atau teosofi timur tentang cahaya yang dirumuskan oleh Suhrawardi. Buku ini dianggap sebagai mata rantai penting dalam tradisi filsafat Islam yang terus berkesinambungan yang menandai batu loncatan penting dari sintesis Ibn Sina menuju dokrin-dokrin iluminasi Suherawardi
  • Bayan Dzawat al Jihat (exlplanation of modals), 1 jilid.
  • Al ma’ad (The return / tempat kembali), 1 jilid
  • Al mabda wa al ma’ad (The origin and the return/ asal dan tempat kembali) 1 jilid
  • Al Mubahatsat (Conversation / dialog), 1 jilid.
Risalah-risalahnya,
  • Risalah Fis Siyasah (Discourse on state craft / Sedikit tentang politik). Kitab ini ia tulis pada tahun 428 H / 1036 M. Karya ini menekankan perlunya pendidikan kejuruan. Menurutnya,” Apabila anak laki-laki telah menyelesaikan Qur’an-nya dan telah menguasai dasar-dasar bahasa Arab, maka pendidikan selanjutnya hendaknya dipusatkan pada pekerjaannya dimasa mendatang. Namun hal ini dengan syarat, sepanjang si anak mempunyai kemampuan, karena ia harus menjalani pekerjaan tersebut sesuai dengan bakat yang benar-benar dimilikinya, dan tidak sekedar menuruti keinginannya”.
  • Risalah Itsbat an Nubuwwah Li Ibn Sina (Risalah peneguhan kenabian menurut Ibn Sina)
  • Risalah al qadha’ wa al Qodar (foreordination and destiny)
  • Al alat ar Roshdiyyah (astronomical Instrument/ peralatan astronomi)
  • Ghardh Qathighuriyas (The Object of The categories / tujuan buku kategori)
  • Al manthiq (logika), dalam bentuk puisi
  • Al Qasha’id fi al ‘Azhmah wa al Hikmah (Poems on Majesty and Philosophy / sajak-sajak tentang keagungan dan filsafat)
  • Risalat fi al huruf (On The Consonant)
  • Ta’aqqub al Mawadhi’ al Jadaliyyah (Consideration of dialectical topics/ Konsiderasi topik-topik dialektik)
  • Mukhtasar Uqlidus (Summary of euclid/ ringkasan buku Euklid), dalam bahasa Persia
  • Mukhtasar an Nabdhi (summary of the pulse/ ringkasan tentang nadi)
  • Al hudud (definitions/ definisi-definisi)
  • Al ajram as Samawiyyah (Celestial Bodies/ Benda-benda angkasa)
  • Al Isyarah ila Ilm al manthiq (instructions in The Science of Logic/ Petunjuk menuju logika)
  • Aqasam al Hikmah (the Brances of Philosophy/ cabang-cabang filsafat)
  • An Nihayah wa al Nihayah (limit and infinity/ batas dan tiada batas)
  • ‘Ahd (a testament/ sebuah perjanjian), yang ia tulis untuk dirinya sendiri.
  • Fi anna ab’ad al jism Ghairu Dzatiyyah lahu (Bahwa dimensi-dimensi benda bukan bagian dari esensinya)
  • Al kalam fi al Hindiba (On Endive / tentang Andewi), dan pidatonya.
  • Fi annahu la yajuzu an Yakuna Syai’un Wahid Jauharan wa Aradhan (on The Imposibility of The samething being a Substance and an Accident/ Tentang ketidakmungkinan sebuah benda menjadi substansi dan non substansi (accidental property).
  • Fi anna ilm  Zaid ghair ilm amr (bahwa pengetahuan Zaid bukanlah pengetahuan Amr)
  • Al hawashi ‘ala al qanun (Comments on The Qanun / Uraian-uraian atas buku Al qanun)
  • ‘Uyun al Hikmah (Essential Philosophy / inti filsafat)
  • Asy syabakah wa ath thair (the net and the bird / jaring dan burung)
  • Hayy ibn yaqzhan, tentang essai.
  • Risalah al Thair, tentang essai
  • Riwalah fi Sirr al Qodar
  • Risalah fi al Isyq
  • Tahsil al sa’adah
  • Al Urjuzah fi al Thibb
  • Al Qosidah al Muzdawiyyah, tentang puisi
  • Al qasidah al Ainiyah.

(By Adeng Lukmantara)

Referensi:

 1.    Arsyad, M. Natsir, Cendekiawan Muslim dari Khalili sampai Habibi,Srigunting, Jakarta, 1995, cet-1

2.    Ahmad, KH. Jamil,    Seratus Muslim Terkemuka   (Terj),   Pustaka Firdaus,   Jakarta, 1984, Cet.-3.
3.    Amin, Husayn Ahmad,    Seratus Tokoh dalam   Sejarah Islam,   Remaja  Rosdakarya,  Bandung, 2001, cet
4.    Efendi, Muhammad Nur, Cendekiawan Muslim Pembina Tamadun dan  Kecemerlangan Umat, Perniagaan Jahabersa, Johor bahru.
5.    Dahlan, Abdul Aziz (editor), Ensiklopedia Islam, Ichtiar Baru Van Hoeve, Jakarta, 1996, (6 Jilid)
6.    Dahlan, Abdul Aziz (editor), Ensiklopedia Islam Untuk Pelajar, Ichtiar Baru Van Hoeve, Jakarta, (6 Jilid)
7.    Musthofa, Drs.H.A., Filsafat Islam, Pustaka Setia, Bandung, 1999.
8.    Leaman, Oliver, Pengantar Filsafat Islam, Sebuah Pendekatan Tematis  (Terj.A Brief Introduction to Islamic Philosophy), Mizan, Bandung, 2001, Cet-1.
9.    Fakhry, Majid, Sejarah Filsafat Islam Sebuah Peta Kronologis (Terj. A Short Introduction to Islamic Philosophy, Theology and   Mystism), Mizan, bandung, Oktober 2001, Cet-1.
10.Gohlman, William E., Ibn Sina Filosof Pujangga dan Sarjana Muslim ( Terj.  Sirah as Syaikh ar Rais   /    The Life of Ibn Sina    a Critical  Edition and Annoted Translations), Pustaka Panjimas, Jakarta,1989.

 

 

 

 

 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda