ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > SAINTIS > Intelektual Ensiklopedis > Al Farabi

 
 
 
 
 
 
 
 

Al Farabi

 
AL FARABI (257-        H / 870-950 M)
 
     Seorang ensiklopedi hidup (ahli matematika, astroomi, filsafat, keagamaan, politik, ekonomi, musik, dan lain-lain) yang menguasai semua pemikiran ilmu di zamannya. Ia ahli dalam politik ekonomi dan pencipta alat musik Al Qanun yang kemudian berkembang di barat menjadi piano. Dalam bidang filsafat, ia adalah seorang filsuf muslim pertama yang sangat sistematis dalam membangun dasar-dasar Neo-Platonisme Islam.
     Nama Abu Nashr Muhammad Bin Tar Khan Al Farabi, terkenal dengan nama Al Farabi, dan dibarat dikenal dengan nama Al Pharabius. Lahir di Wasij, suatu desa di distrik Farab (sekarang dikenal dengan kota Artar), Turkistan. Ayahnya seorang panglima angkatan darat berkebangsaan Persia, sedang ibunya berasal dari Turki.
     Ketika masa mudanya ia belajar di Farab dan Bukhara, kemudian mengembara ke Baghdad. Di Baghdad ia belajar bahasa dan sastra Arab kepada Abu Bakar al saraj, belajar logika kepada Matta bin Yunus (Abu Bisyr Mattitus Ibn Yunus) seorang kristen nestorian yang banyak menterjemahkan filsafat Yunani. Kemudian ia pergi ke Harran dan berguru kepada Yohana Bin Hailan, tetapi tidak beberapa lama ia kembali ke Baghdad dan menetap selama 20 tahun. Di Baghdad ia mengajar, mengarang dan mengulas karya-karya Yunani. Diantara muridnya yang terkenal adalah Yahya Bin Adi (filsuf kristen).
     Pada tahun 350 H / 945 M, ia pindah ke Damaskus. Kemudian Saif Ad Daulah al Hamdani, sultan dari dinasti Hamdan di Aleppo (Halab) memberinya kedudukan sebagai seorang ulama istana dengan tunjangan yang besar sekali, tetapi ia hanya memerlukan 4 dirham saja sehari untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya. Adapun sisa tunjangan jabatan yang diterimanya dibagi-bagikan kepada fakir miskin dan amal sosial di Aleppo dan Damaskus. Al Farabi kurang lebih 10 tahun hidup di dua kota tersebut (Damaskus dan Aleppo). Tetapi hubungan 2 kota tersebut dalam perkembangannya semakin buruk, sehingga Saif ad Daulah menyerbu Damaskus, yang kemudian dapat di kuasainya. Dalam penyerbuan itu Al Farabi diikutsertakan.
    Pada Desember 950 M, ia meninggal di Damaskus (pada usia 80 tahun). Ia  seorang penulis produktif. Dalam daftar yang disusun Kifti dan Ibn Abi Saibah, karangannya mencakup 17 komentar, 15 risalah, dan 600 buku mengenai berbagai cabang ilmu pengetahuan.
 
 
Pribadi dan Pemikirannya
     Ia adalah orang yang serba bisa dan menguasai berbagai pemikiran dizamannya, sehingga ia bagaikan en