ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > SAINTIS >  Ahli Astronomi (Ahli Ilmu Falak) >  Ulugh Begh

 
 
 
 
 
 
 
 

 Ulugh Begh

ULUGH BEGH (1394-1449 M)
 
      Astronom terkemuka, ahli matematika, disamping merupakan penguasa Turki kelahiran Samarkan, cucu dari timur Leng, sang penakluk.
     Ulugh Begh, yang berarti ”Penguasa Agung”, pada masanya selain dikenal sebagai raja atau sultan penebar kasih dan perdamaian di Asia Tengah, ia pun menguasai ilmu astronomi dan matematika. Salah satu hasil karyanya yang brilian adalah ilmu trigonometri dan geometri bentuk bola.
      Lahir di Sultaniyeh, Persia (kini Iran), dengan nama Mirza Mohammad Taregh bin Shahrukh. Dia adalah cucu dari Amir Timur atau yang lebih dikenal sebagai Timur Leng, sang penakluk dan pendiri kekaisaran Timurid di Asia Tengah. Mirza Ulugh Begh adalah anak tertua dari Shah Rukh, mereka berasal dari suku Mongol Barlas dari Transoxiana (kini Uzbekistan). Sedangkan ibunya seorang bangsawan Goharshad dari Persia.
       Semasa anak-anak, Mirza mengembara ke tempat-tempat penting di Timur Tengah dan India bersama kakeknya, Amir Timur, ketika memperluas kekuasaannya di wilayah tersebut. Sepeninggal kakeknya, Mirza kecil menetap di Samarkand yang pada waktu itu menjadi ibukota kerajaan Timurid.
      Pada usia 16 tahun, Mirza Mohammad sudah menjadi gubernur di Samarkand (1409). Bahkan pada tahun 1411 ia menjadi penguasa penuh seluruh Mavarannahr (kini Uzbekistan, Tajikistan, dan sebagian Kazakhstan). Sang penguasa berusia remaja ini berhasil mengubah kota Samarkand, menjadi sebuah pusat kebudayaan muslim. Disinilah ia seskali meluangkn wktunya untuk menulis lirik-lirik syair dan buku-buku sejarh disamping mengkaji Al qur’an. Tetapi ilmu perbintanganlah satusatunya bidang utama yang nyaris menyedot energi dan perhatinnya, selain matematika.
      Ulugh Begh menjadi penguasa (raja), menggantikan ayahnya Shah Rukh yang meninggal (w. 1417 M). Semasa inilah, ia membangun sebuah observatorium di kota tersebut bersama dengan astronom-astronom saat itu serta menyusun almanak astronomi. Observatorium yang dibangunnya rampung pada tahun 823 H /1420 M (sumber lain 1428/1429 M. Disinilah ia memimpin para astronom dan menyiapkan tabel-tabel astronom matahari, bulan dan planet-planet lain dengan kecermatan yang tinggi. Pada 1417-1420 ia pun membangun madrasah (universitas) yang hingga kini masih berdiri megah di Registan Square, Samarkand, Uzbekistan. Kala itu madrasah ini ramai dikunjungi para astronom dan matematikawan Islam untuk belajar, yang masih tegak dan ramai hingga kini. Salah seorang hasil didikan Ulugh Begh adalah Ghiyath al-Kashi, seorang ahli matematika terkemuka.
    Kekuasannya yang hanya 2 tahun menyebabkan obervatorium lambat laun menuju kehancuran.
 
Peran dan Pemikiran
    Sebagai astronom, ia diakui sebagai astronom yang brilyan, yang hasil observasi dan pengkajiannya banyak menjadi contoh model bagi aktifis-aktifis cendekiawan selanjutnya.
     Yang paling mengesankan darinya adalah observatorium yang ia dirikan, ia menginovasi secara kreatif model observatorium Nasir al Din al thusi di Maragha yang tegak sejak tahun 1260 M. Hasil-hasil observasi ilmu falakny yang dikerjakan dengan rekan-rekan sejawatnya terhimpun dalam Zij-I-Jadid-I-Sulthani.
      Di observatorium yang bangunnya ini, terdapat astronom dan ahli matematika terkenal, seperti Gityath al din Jamshid al kasyi (. 1429 M) serta Kadizada ar Rumi menyiapkan Zij-I-Sultani (844 H/ 1440 M). sementara Al Khasi sendiri menerbitkan Zijnya sendiri, Zij-I- Khakani, seolah melengkapi trio Zij (ilkhani, Sulthani, dan khakani) dan Ali Ibn Muhammad al Qushyi.
        TAHUN 1908, di bawah reruntuhan kota kuno Afrasiyab, Samarkand, Vladimir Viyatkin, seorang arkeolog asal Rusia, terkesima menatap sebuah bentuk bangunan aneh menjulang di hadapannya. Dari hasil penggaliannya itu, akhirnya ia dapat mengenali bangunan itu sebagai sextant atau kuadran berukuran raksasa. Arkeolog amatir itu akhirnya sadar bahwa ia sedang berada di sebuah observatorium peninggalan abad ke-15.Puing-puing sisa observatorium Islam paling awal ini, adalah salah satu bukti kecintaan seorang raja pada ilmu pengetahuan khususnya ilmu astronomi. Observatorium luar biasa ini dibangun pada tahun 1420 oleh seorang penguasa Timurid bernama Ulugh Begh.
Selain matematika, astronomi adalah ilmu yang paling menarik minat sang sultan, dan kecintaannya dibuktikan pada tahun 1420, dengan mendirikan sebuah observatorium kolosal, yang ia namai Gurkhani Zij, sebuah observatorium mirip Uraniborg buatan Tycho Brahe. Gurkhani berbentuk busur seperempat lingkaran (kuadran) berukuran raksasa yang melengkung dari ruang bawah tanah hingga menonjol di permukaan tanah.
      Walaupun observatorium itu tidak dilengkapi dengan teleskop, instrumennya mampu meningkatkan keakuratan dalam pengoperasiannya. Kuadran atau sextant raksasa ini memiliki jari-jari sekitar 36 m, sementara tingginya dari dasar mencapai 40 m. Berkat observatorium inilah pada 1437 Ulugh Begh berhasil menyusun katalog bintang ”Zij-i Sultani” yang memuat sebanyak 994 bintang, serta mengoreksi berbagai kesalahan yang yang ada pada katalog bintang sebelumnya.
       Ulugh Begh pun mampu menentukan lamanya tahun sideris (rotasi bumi terhadap bintang-bintang) yaitu sebesar 365,2570370... hari = 365 hari 6 jam 10 menit 8 detik. Nilai ini kemudian diperbaiki 28 detik pada tahun 1525 oleh Nicolaus Copernicus. Dalam bidang matematika, Ulugh Begh berhasil menyusun secara akurat tabel trigonometri untuk nilai sinus dan tangen dengan ketepatan hingga 8 tempat desimal. Namun, semangat dan keberanian Ulugh Begh menguasai sains tidaklah sepadan dengan kepiawaiannya dalam pemerintahan seperti halnya Timur Leng kakeknya atau Jengis Khan moyangnya, tentara Ulugh Begh mengalami banyak kekalahan dalam berbagai pertempuran melawan musuh-musuhnya. Bahkan raja pecinta ilmu pengetahuan itu pun harus mengakhiri hidupnya di tangan anaknya sendiri, Abdul Latif, ketika dalam perjalanan menuju Mekah. Observatorium kebanggaannya pun ikut dihancurkan, kecuali bagian yang berada di bawah tanah, sampai akhirnya ditemukan oleh arkeolog amatir yang juga seorang guru sekolah dasar pada 1908.
        Nama Ulugh Begh kemudian direhabilitasi oleh saudaranya, Babur, seorang pendiri kerajaan Mogul di India, dan menempatkan sisa jasadnya di Makam Timur, Samarkand. Untuk menghormati pencapaian sang sultan dalam astronomi, pada 1830 sebuah kawah di Bulan dinamai ìUlugh Beighî oleh astronom Jerman Johann Heinrich von Madler pada peta Bulan buatannya

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda