ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > SAHABAT NABI > Yang Masuk Islam Setelah Peristiwa Hijrah > Amr bin Ash

 
 
 
 
 
 
 
 

Amr bin Ash

 
AMR BIN ASH (50SH- 43 H )
 
     Sahabat Nabi, dan merupakan orang yang berjasa dalam penaklukan wilayah Mesir.
    Nama Amr bin Ash bin Wail bin Hasyim, dan biasa dipanggil Abu Abdillah. Lahir di Mekah tahun 50 sebelum hijrah.
     Ia terkenal sebagai seorang orator yang pasih, memiliki kemauan keras dan cerdas. Dan nabi pernah berkata:” Sesungguhnya Amr bin Ash adalah salah satu diantara orang terbaik Quraisy.”
     Sebelum masuk Islam ia termasuk orang yang memusuhi Islam, dan termasuk panglima dalam berbagai pertempuran melawan pasukan Islam. Ia masuk Islam bersama Utsman bin Thalhah dan khalid bin Walid pada tahun 7 H, bertepatan dengan meletusnya perang Khaibar.
      Rasulullah pernah menugaskannya sebagai panglima dala perang Dzat as Sulalasil. Kemudian beiau memperkuat pasukannya, dengan beberapa personil pasukan yang diudalanya terdapat Abu Bakar, Umar dan Abu Ubadah. Ia juga pernah diangkat nabi menjadi gubernur Amman hingga Rasul meninggal. Khalifah Abu Bakar pernah mengangkatnya menjadi salah satu panglima perang yang ditugaskan ke Syam. Wilayah yang baru dibebaskan di era khalifah Umar bin Khaththab. Ia juga pernah berhasil membebaskan wilayah Qinnasrin dan melakukan perdamaian dengan penduduk wilayah Halb dan Anatokia. Ia juga pernah menjadi pemimpin sayap kanan pasukan kaum muslimin dalam perang Yarmuk dan ikut dalam pembebasan damaskus. Dan pada era khaifah Umar bin Khathab, ia diangkat menjadi gubernur Pelestina.
     Amr bin Ash juga perah menjadi panglima dalam perang Ajnadin. Dalam perang ini ia berhasil menyamar dan menemui panglima pasukan Ajnadin, Arteban. Tetapi kemudian ia diketahui, sehiungga Arteban menyuruh pasukannya untuk membunuh Amr. Tetapi Amr dapat memperdaiyanya sehigga ia lolos.
     Ia juga sangat berperan dalam peanklukan wilayah Mesir, dan Umarkemudia mengangkatnya menjadi gubernur wilayah ini, seama 4 tahun, hingga khalifah Utsman kermudian mencopotnya. Pada masa kepemimpinannya, ia mendirikan kota Fustath (kairo kuno) dan menjadi pusat pemerintahannya.
      Dalam masa khalifah Ali bin Abi Thalib, ia memberontak bersama Muawiyah bi Abu Sufyan dalam perang siffin.  Ia kemudian menjadi juru damai pihak Muawiyah dalam rekonsiliasai yang terkenal disebut dengan arbitrase. Ia dengan mudah memperdayai jurudamai dari pihak Ali, Abu Musa Al Asy’ari. Peristiwa ini kemudian memunculkan ketidakpuasan dari pihak Ali hingga Ali kemudian terbunuh.
      Dan ketika Muawiyah bin Abu Sufyan menjadi khalifah, dengan menyingkirkan saingan utamanya, Hasan bin Ali. Ia kemudian diangkat lagi menjadi gubernur Mesir pada tahun 38 H, higga ia meninggal.
      Ia meninggal di Mesir pada tahun 43 H, dan dimakamkan di Jabal Al Muqaththam.

 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda