ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > SAHABAT NABI > Yang Masuk Islam Setelah Futuh Mekah > Abdurrahman bin Abu Bakar

 
 
 
 
 
 
 
 

Abdurrahman bin Abu Bakar

 

 ABDURRAHMAN BIN ABUBAKAR (Abad 1 H)

      Putra dari sahabat Nabi, Abu Bakar Sidik, yang pada mulanya memilih kekafiran meskipun ayahnya telah masuk Islam. Ia masuk Islam setelah Mekah futuh (jatuh ke tangan kaum muslimin) pada tahun ke-8 H.
   Abdurrahman merupakan putra dari Abu Bakar Sidik, kakak dari Aisyah. Ketika Abu Bakar (ayahnya) masuk Islam, ia tetap menganut agama nenek moyang, tetapa daa kekafiran. Dalam perang badar, ia tampil sebagai barisan penyerang di pihak Quraisy. Dan dalam perang Uhud, ia mengepalai pasaukan panah di pihak Quraisy.
   Dan ketika dalam perang Uhud, sudah menjadi kebiasaan kaum Quraisy mengeluarkan jago perangnya untuk perang tanding. Dan yang maju ke depan adalah Abdurrahman bin Abu Bakar, dan meminta lawan dari pihak muslim. Melihat anaknya yang tanpil ke depan dan menentang, Abu Bakar langsung bangkit untuk menandinginya, tetapi Rasulullah melarangnya.
   Abdurrahman adalah orang yang kokoh dalam pendirian. Setelah masuk Islam, tampil sebagai pejuang Islam yang tangguh. Ia ikut serta dalam perang dengan kaum murtad (Perang Al Yamamah. Dalam perang ini ia sangat berjasa dalam mengalahkan kaum murtad yang dipimpin Musailamah al Khazab. Karena dialah yang mengalahkan Mahkam bin Thufail, yang menjadi otak perencana bagi Musailamah (orang Yaman yang menganggap dirinya nabi). Ia juga ikut penaklukan wilayah Syam (Suriah, Lebanon,Yordania dan Palestina) di bawah komando Panglima Khalid bin Walid.
      Dan ketika, Muawiyah mengumumkan penggantinya sebagai khalifah adalah anaknya, Yazid. Muawiyah memaksakan baiat kepada kaaum muslimin dengan bantuan pedang. Muawiyah juga memerintahkan gubernur Madinah, Marwan untuk memaksa baiat pemuka Madinah, membaiat Yazid. Sebelum selesai diumumkan, Abdurrahman telah menolak baiat. Ia melontarkan kecaman ke muka Marwan. Hal ini mendapat dukungan dari tokoh lainnya, seperti:Husein bin Ali,  Abdullah ibn Zubair,dan Abdullah bin Umar.
   Abdurrahman tidak putus-putusnya menyatakan batalnya baiat ini. Saat itu ia melihat bahaya besar yang sedang mengancam Islam. Seandainya dibiarkan, Muawiyah akn merubah hukum demokrasi dalam Islam, menjadi sutu bentuk kerajaan yang turun temurun, seprti kaiasar romawi atau kisra Persia.
      Ketika Muawiyah akan datang ke Madinah, Abdurrahman segera meninggalkan Madinah menuju Mekah. Tetapi diperjalanan ia meninggal.

by: Adeng Lukmantara

 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda