ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > SAHABAT NABI > Sahabat dari Kalangan Anshar > Ubay bin Ka'ab

 
 
 
 
 
 
 
 

Ubay bin Ka'ab

 
UBAY BIN KA’AB (w. 29H/ 639 M),
 
      Sahabat Nabi Muhammad yang terkenal dan terpandang diantara komunitas muslim awal. Ia pernah menjadi sekretaris pertama Nabi, ahli Qira’at, penghapal Al Qur’an (hafiz) dan seorang yang dipuji nabi karena bacaannya.
     Nama lengkapnya Ubay Bin Ka’ab Bin Qais, dan dikenal dengan Abu Mundzir. Ia berasal dari kalangan Anshar suku Khazraj, dan merupakan salah seorang dari Yatsrib (madinah) yang pertama-tana menerima Islam, dan melakukan bai’at nabi di Aqabah (sebelum peristiwa hijrah). Sebelum masuk Islam ia terkenal sebagai seorang pendeta yang memahami agama Yahudi. Ia memilih Islam menjadi agamanya setelah Baiat Aqabah II. Setelah Rasul hijrah ia diangkat sebagai sekretaris Rasul (sebelum Zaid Bin Tsabit), sebagai penulis wahyu.
     Ketika Abu Bakar menjadi khalifah, pada awalnya ia menolak untuk membaiatnya, tetapi setelah Ali bin Abi Thalib melakukannya, ia kemudian membaiat Abu Bakar sebagai khalifah.
     Ia meninggal pada 29 H/ 639 M, pada masa khalifah Utsman bin Affan.
 
Peran
    Ubay adalah sahabat yang taat lagi shaleh, zuhud, wara’. Ia mengikuti semua peperangan yang dilakukan oleh Rasulullah, termasuk perang Badar, Uhud, Ahzab dan lain-lain.
      Dalam bidang Al Qur’an, ia adalah sahabat Rasulullah yang paling hapal Al Qur’an, dan dikenal sebagai “Raja Qira’at”. Menurut Asy Syuyuti ia termasuk dari 10 orang ahli tafsir dari sahabat kurun pertama dan nabi sangat mencintainya. Dan ia termasuk salah seorang yang peretama-tama mencatat Al Qur’an dalam bentuk tulisan, karena ia termasuk salh seorang penulis (sekretaris) nabi. Dalam suatu Ubay diriwayatkan mempunyai suatu mushaf khusus susunannya sendiri.
    Ubay adalah sahabat Rasul tempat bertanya tentang ilmu Al Qur’an. Dalam siuatu riwayat Rasulullah pernah berpesan kepada para sahabat : “Ambilah olehmu Al Qur’an dari 4 orang, dari Abdullah Bin Mas’ud, Salim Maula Abu Hudzaifah, Ubay Bin Ka’ab dan Muadz Bin Jabal. Pesan itu masih ditambah lebih khusus lagi memberikan pengukuhan akan kelebihan Ubay dalam ilmu Al Qur’an :” Barangsiapa hendak menanyakan tentang seluk beluk Al Qur’an datang lah kepada Ubay Bin Ka’ab.”
   Ubay juga termasuk anggota kelompok penasehat (muusyawarah) yang dibentuk oleh khalifah Abu Bakar sebagai tempat bertanya atas berbagai permasalahan (Dewan itu terdiri juga: Umar bin khaththab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abdurrahman bin Auf, Muadz bin jabal, dan Zaid bin Tsabit).
    Umar Bin Khathab sangat mengagumi Ubay dalam hal ibadah, ia bahkan menyebut Ubay dengan panggilan “Sayyidul Mu’minin” (pemimpin orang yang beriman). Ketika para sahabat ribut-ribut tentang siapa yang menjadi imam dalam Ramadhan (Shalat Tarawih), Khalifah Umar segera menunjuk Ubay Bin Ka’ab sebagai Imam.
   Ia meninggal tahun 22 H. 
                             
 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda