ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > SAHABAT NABI > Pemeluk Islam Awal > Usman bin Affan

 
 
 
 
 
 
 
 

Usman bin Affan

 
UTSMAN BIN AFFAN (w. 35 H)
 
       Sahabat dan juga menantu Nabi Muhammad. Ia juga merupakan khalifah yang ke-3 dalam sistem kekhalifahan Islam setelah nabi meninggal.
      Nama: Utsman bin Affan bin Abi Ash bin Umayah bin Abd Syams bin Abd Manaf, biasa dipanggil Abu Abdillah dan digelari Dzu An Nurain (pemilik dua cahaya). Lahir di Mekah 5 tahun setelah kelahiran Nabi. Ia digelari Dzu An Nurain (pemilik dua cahaya) karena ia menikahi 2 putri Nabi. Yang pertama ia menikah dengan Ruqayah, dan setelah Ruqayah meninggal ia menikah dengan Ummu Kultsum.
     Utsman adalah sosok yang terkenal dermawan , tetapi juga pemalu. Ia pernah menanggung separuh perlengkapan dalam peranmg Al Asrah. Ia juga pernah membeli sebuah sumu Raunah dari seorang warga Yahudi. Setelah itu, ia mewakafkannya untuk keperluan kaum muslimin.
     Ia masuk Islam berkat ajakan dari Abu bakar Sidik. Setelah masuk Islam, pamannya mengikatnya dengan tali, dan memintanya untuk meninggalkan Islam. Tetapi Utsman tetap bersikukuh, yang akhirnya pamannya prustasi dan membiarkan keponakannya masuk Islam.
     Ia termasuk salah satu dari 10 yang mendapat jaminan masuk surga, dan termasuk salah seorang juru tulis wahyu (Al Qur’an). Ia mengikuti semua peperangan bersama Nabi kecuali dalam perang Badar, karena istrinya dan merupakan putri Nabi, Ruqayah, sedang sakit keras.
     Ketika rasulullah meninggal, ia berusia 58 tahun, dan ketika ia menjadi khalihah padaa tahun 24 H, ia berusia 70 tahun.
      Diakhir kekuasannya unsur-unsur nepotisme mulai merajalela, sehingga menyebabkan pemberontakan kaum muslimin. Ia meninggal terbunuh dalam suatu pemberontakan pada tahun 35 H dalam usia 82 tahun, setelah memangku jabatan khalifah selama 12 tahun. Jasadnya dimakamkan pada malam hari setelah sebelumnya para pemberontak mencegah pemakamannya. Jasadnya di makamkan di pekuburan baqi’ diatas lahan yang dibelinya sendiri.
 
Peran
    Pada saat ia menjadi khalifah, ia berjasa dalam pengumpulan Al Qur,an dan menghimpunnya dalam suatu mushaf, dan membagikannya ke berbagai daerah. Ia juga merupakan orang pertama yang memperluas bangunan masjidil haram daan masjid Nabawi, membangun pangkalan angkatan laut, membentuk kepolisian negara dan mendirikan gedung peradilan. Pada masa Abu Bakar dan Umar peradilan dilaksanakan di Masjid. Ia juga adalah orang pertma yang mendahulukan khutbah dalam shalat Ied dan menambah adzan dalam shalat Jum’at. Ia pernah mengintruksikan agar kaum muslimin menduduki semua wilayah yang penduduknya hengkang dari wilayah tersebut, dan wilayah tersebut menjadi milik kaum muslimin.
      Pada masa pemerintahannya, wilayah Afrika, Syprus, Tabaristan, Khurasan, Armenia, Qauqaz, Kirman dan Sajastan berhasil dikuasai kaum muslimin.
 

 

 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda