ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > SAHABAT NABI > Pemeluk Islam Awal > Umar bin Khathab

 
 
 
 
 
 
 
 

Umar bin Khathab

UMAR IBN KHATHAB ( 40 SH-     H/ w. 644 M)
 
      Sahabat Nabi, dan menjadi khalifah kedua dalam kekhalifahan Islam setelah Abu bakar Sidiq. Ia termasuk penguasa besar dizamannya, yang menyapu 3 benua (Asia, Eropa dan Afrika).
     Nama: Umar bin al Khathan bin Nufail bin Abdul Uzza al Quraisy, biasa dipanggil Abu Hafs dan digelari Al faruq (pemisah yang tegas antara yang haq dn yang bathil). Lahir di Mekah tahun 40 sebelum hijrah. Silsilahnya dengan nabi berkaitan pada generasi kedelapan. Moyangnya, memegang jabatan duta besar, dan leluhurnya seorang pedagang.
      Pada era jahiliyah, ia Ia termasuk salah satu dari 17 orang Mekah terpelajar, sosok yang terkenal cerdas dan paling keras wataknya di kalangan pemuda Quraisy. Ia juga pandai membaca dan menulis, disamping selalu menjadi utusan, menjadi duta besar dan menjadi kebanggaan kaum Quraisy.
      Sebelum masuk Islam, ia merupakan orang yang paling memusuhi Islam, dan berencana membunuh nabi. Tetapi niatnya diurungkan ketika ia diejek oleh Naim bin Abdullah, agar lebih baik memperbaiki urusan rumah tangganya sendiri. Naim menceritakan tentang keislaman adik perempuannya (fatimah binti Khathab), dan suaminya (Sa’id bin Zaid). Mendengar hal demikian, Umar sangat marah, ia kemudian mendatangi rumah adiknya, yang waktu itu Fatimah dan suaminya Zaid, sedang belajar mengaji bersama khabab bin Art. Umar kemudian memukul adiknya, dan meminta mushaf yang dipegangnya. Tetapi Fatimah tetap menolak memberikan mushaf kecuali Umar bersuci terlebih dahulu. Dan Umarpun langsung mandi dan membaca mushaf tersebut. Da yang pertama kali ia baca adalah awal surat thaha.
      Bacan Al Quran membuat Umar kagum dan mempersonakan hatinya, sehingga ia kemudian memutuskan untuk menemui nabi di darul Arqam dan masuk Islam. Umar ketika masuk Islam berusia 27 tahun, dan merupakan orang ke-40 yang mula-mula masuk Islam. Dengan masuk islamnya Umar, kekuatan kaum muslimin semakin tangguh. Ibn Mas’ud berkata:” Posisi kami menjadi kuat sejak Umar masuk Islam.”
     Umar adalah satu-satunya sahabat yang berhijrah ke Madinah secara terang-terangan. Ia menantang kaum kafir Quraisy:” Sesungguhnya aku berniat untuk hijrah, siapa yang ingin ibunya celaka atau anaknya enjadi yatim, maka besok, temuilah aku di belakang lembah ini.Akan tetapi, tidak ada seorangpun diantara mereka yang menemui Umar.
     Umar adalah orang yang berkarakter keras, tetapi ia mudah tersentuh (sering jatuh pingsan) apabila mendengar bacaan Al Qur’an, terutama QS Al Az Zumar: 47 dan QS Al Muthafifin: 6. Ia adalah orang pertama ayang membaiat Abu bakar menjadi khalifah pengganti nabi. Dan termasuk yang mengusulkan kepada Abu bakar agar memerangi orangorang yang murtad. I juga mengusulkan agar menunda orangorang yang enggan membayar zakat.
     Umar kemudian diangkat menjadi khalifah atas pencalonan Abu bakar. Kebijakan pertama yang ia lakukan adalah membebaskaan para tawanan perang Ar Riddah (perang menumpas orangorang murtad).
 
Pribadi dan Peran
     Islam yang dibangun oleh Nabi Muhammad telah melahirkan banyak tokoh-tokoh besar, salah satunya adalah Umar bin Khathab. Ia telah membuktikan dirinya menjadi tokoh terbesar dizamannya, ketika ia menjadi khalifah. Ia merupakan tokoh besar di kala perang dan damai. Tidak banyak dalam sejarah manusia yang telah menunjukan kepintaran dan kebaikan hati melebihi Umar, baik dalam memimpin perang maupun dalam menegakan keadilan.
      Ketika ia terpilih menjadi khalifah irama peperangan semakin meningkat. Pada zamannya kaum muslimin mencapai kemenangna-kemenangan yang mengagumkan dalam
serangkaian pertempuran baik melawan kekaisaran Romawi maupun Persia. Pada zamannya seluruh Irak dapat dikuasai dari kekaisaran Persia, yang kemudian disusul Syiria dari kekaiasaran Romawi.
      Setelah membersihkan Syiria dari tentara Romawi, pasukan kaum mUslimin maju ke Persia dan menaklukan Azerbaizan (643 M), Bostan (643), Armenia (644 M) dan Mekran (644 M). Menurut sejarawan, tentara Islam seharusnya telah mencapai dataran Debal di Sind, tapi khalifah menghalangi tentaranya maju lebih ke timur Mekran, karena pasukan Romawi yang dikalahkan mencari suaka di Aleksandria dan mengancam Syria yang telah menjadi wilayah kekuasaan Muslim.
      Untuk menindaklanjuti ancaman tersebut, khalifah Umar mengirim pasukan yang dipimpin oleh Amr bin Ash ke Mesir dan berhasil merebut Aleksandria pada tahun 641-642 M. Dan orang kristen yang beragama koptik diperlakukan dengan baik sekali oleh tentara Islam.

 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda