ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > SAHABAT NABI > Pemeluk Islam Awal > Thalhah bin ubaidillah

 
 
 
 
 
 
 
 

Thalhah bin ubaidillah

 
THALHAH BIN UBAIDILLAH (28 SH- 36 H)
 
      Sahabat Nabi, termasuk salah satu dari 8 orang yang mula-mula masuk Islam, dan termasuk dari sepuluh orang yang diberikan nabi  masuk surga.     Ia banyak mendapat gelar dari nabi. Ketika perang Uhud ia digelari Thalhah al Khair (orang baik). Dalam perang Hunain ia digelari Thalhah Al Jud (orang yang dermawan) Dalam perang Al ‘Asrah (Tabuk) ia digelari Thalhah al Fayyadh dan As Shubaih al Mulaih al Fushali.
      Nama Thalhah bin Ubaidillah bin Utsman bin Amr bin K’ab bin Sa’ad At Tamimi Al Quraisyi, dan biasa dipanggil Abu Muhammad. Lahir di Mekah tahun 28 sebelum hijrah. Ia masuk islam berkat Abu Bakar, yang merupakan sahabt baiknya. Keakrabannya dengan Abu Bakar sehingga dijuluki dengan Al Qarinain (dua sahabat akrab).
      Ia termasuk sahabat yang kaya raya dan gemar berderma. Pada saat melakukan perjalanan dagang ke luar Mekah, ia bertemu dengan seorang pendeta yang mengabarinya tentang akan datangnya seorang nabi di tanah haram. Karena itu ketika ia mendapat kabar tentang kenabian Muhammad dari Abu Bakar ia kemudian masuk Islam. Dan sebagaimana sahabat lainnya, ia juga mendapat siksaan dari Asad Quraisy (singa kaum quraisy), Nufail bin Khuwailid.
      Ia ikut hijrah ke Madinah, dan mengikuti semua pepernagn bersama nabi kecuali perang Badar. Pada saat itu ia dan Said bin Zaid mendapat tugas dari Nabi untuk menyelesaikan tugas pewnting diluar kota Madinah.
      Dalam kaum muslimin terdesak pada perang Uhud, ia adalah orang pertama yang berada disamping Nabi ketika beliau terkena luka. Ia terkena lebih 70 luka bekas tikaman pedang, tusukan tombak dan anak panah, serta jari-jari tangannya putus. Dalam perang ini, ia menggendong Nabi dan membawanya naik ke puncak bukit uhud.
      Ia termasuk orang yang menyokong perlawanan terhadap Utsman bin Affan, tetapi tidak menyukai pembunuhan Utsman. Dan ketika Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah, ia bergabung dengan Muawiyah dalam pemberontakan terhadap khalifah. Tetapi kemudian menarik diri dan membangun sendiri kekuatan bersama Zubair bin Awwam dan Aisyah.   Pasukan khalifah Ali bin Abi Thalib berperang dengan pasukan Thalhah, Zubeir bin Awwam dan Aisyah dalam perang jamal (perang Unta) pada tahun 36 H. Dan ia terbunuh oleh tembakan panah Marwan bin Hakam. Dan jasadnya dimakamkan oleh Ali bin Abi Thalib bersama Zubeir bin Awwam.
      Dalam bidang hadits, ia meriwayatkan 38 hadits nabi.
    

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda