ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > SAHABAT NABI > Pemeluk Islam Awal > Ja'far bin Abi Thalib

 
 
 
 
 
 
 
 

Ja'far bin Abi Thalib

 
JA’FAR BIN ABI THALIB (w. 8 H)
 
        Saudara sepupu nabi dan termasuk orang yang mula-mula masuk Islam, dan ikut serta dalam hijrah ke Habsyah (Ethiopia), dan menjadi juru bicara kaum muslim di hadapan Raja An Najasyi, raja Habasyah.
       Nama Ja’far bin Abi Thalib bin Abdul Muthalib. Ia biasa dipanggil Abu al Masakin (bapaknya orang-orang miskin), dan digelari Dzu al janahain (pemilik dua sayap) dan Asy Syaath Thayyar (orang yang dapat terbang). Ayahnya, Abu Thalib merupakan paman nabi, dan ibunya bernama Fatimah binti Asad. Ia merupakan kakak dari Ali bin Abi Thalib (umurnya 20 tahun lebih tua dsri Ali).
     Ia adalah orang yang paling mirip dengan nabi, dan termasuk orang yang mula-mula masuk Islam, dan ikut serta dalam hijrah ke Habasyah (Ethiopia). Ia adalah orang yang sangat mencintai orang miskin. Ia senang duduk dan mengobrol dengan mereka. Karena itu Rasulullah menjulukinya dengan Abu al Masakin ( bapaknya orang-orang miskin).
      Ia pulang dari Habasyah menemui nabi pada waktu perang Khaibar pada tahun 7 H. Nabi berkata saat kedatangan Ja’far:” Aku tidak tahu atas apa aku merasa gembira, karena kedatangan Ja’far atau karena kemenangan perang Khaibar.”
     Ia diangkat menjadi wakil panglima dalam perang Mu’tah melawan Romawi. Ketika Zaid bi Haritsah yang menjadi panglima perang, gugur, ia kemudian menggantikannya. Dan ia juga gugur dalam perang itu. Dalam perang itu, ia mendapat 70 luka, dan membawa panjinya dengan tangan kanan. Ketika tangan kanannya ditebas musuh, panji kemudian dipegang tangan kirinya. Dan ketika tangan kirinya juga ditebas musuh, ia kemudian membawa panji dengan lengganya hingga meninggal (pada tahun 8 H). Ia kemudian digantikan oleh Abdullah bin Ruwahah, yang gugur dalam perang itu. Muka kaum muslimin dapat di selamatkan oleh kelihaian Khalid bin Walid, yang menjadi panglima perang ke-4.
      Ketika mendengar kematian Ja’far, Rasulullah sangat bersedih sekali. Tentang Ja’far ini, Rasululah berkata bahwa Allah memberinya ganti dengan dua sayap sehingga ia dapat terbang di surga. Karea itu Ja’far dikjuluki Asy Syahid ath Thayyar (pahlawan syahid yang dapat terbang). Karena itu, ketika Umar bertemu dengan Abdullah bin Ja’far bin Abi Thalib, Umar selalu mengucapkan,” Semoga Allah menganugrahkan keselamatan kepadamu, wahai putra Dzu al Janahain (pemilik 2 sayap).”
       Dari istrinya, Asma binti Umais, ia mempunyai anak: Abdullah, Muhammad dan Aun.
 

 

 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda