ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > SAHABAT NABI > Pemeluk Islam Awal > Hudzaifah Ibnul Yaman

 
 
 
 
 
 
 
 

Hudzaifah Ibnul Yaman

 

HUDZAIFAH IBNUL YAMAN (w. 36 H)
 
     Sahhabat Nabi, yang sangat membenci sifat kemunafikan. Ia merupakan seorang intelejen (mata-mata) Nabi yang lihai, dalam hal perilaku orang-orang munafik..
     Nama: Hudzaifah bin Hasl ibn Jabir bin Al Abasi, dan biasa dipanggil Abu Abdillah, dan Al Yaman adalah julukan yang diberikan kepadanya.
     Dalam perang Al Ahzab, rasulullah menunjuknya sebagai mata-mata (intelejent) untuk mematai pasukan Quraisy. Ia menyusup ke barak-barak kaum Quraisy, dikala angin sedang kencang, yang menyebabkan lampu penerangan matyi. Abu Sufyan pemimpin tertinggi kafir Quraisy menginstruksikan kepada balatentaranya agar masing-masing mencermati siapa yang berada disampingnya. Saat itu Abu Hudzaifah adalah orang yang pertama menanyakan siapa orang yang berada disampingnya. Misi Abu hudzaifah berhasil, karena pasukan Quraisy akan cepat hengkang. Ia tidak berusaha untuk membunuh Abu Sufyan walaupun kesempatan itu ada, karena diinstruksikan nabi hanya untuk memata-matai.
     Ketika masa khalifah Umar bin Khathab, ia diangkat menjadi gubernur Almadain.  Dan Umar selalu bertanya kepada Hudzaifah tentang orang yang akan diangkat menjadi gubernur, apakah ia seorang munafik atau tidak. Umar juga selalu bertanya pada Hudzaifah ketika akan menyolatkan orang yang meninggal, apakah orang munafik atau bukan.
      Hudzaifah juga pernah menjabat wakil panglima perang Nu’man bin Muqrin dalam perang Nahrawand. Dan ketika Nu’man gugur, ia mengambil panjinya hingga kemenangan dapat diraihnya pada tahun 22 H. Ia juga berhasil membebaskan kota Sanadan, Hamadan dan Ray.
     Ia memilih kota KUfah sebagai ibukota baru bagi kaum muslimin yang berada di wilayah Persia dan Irak. Dan ia meninggal pada tahun 36 H.
    Ia meriwayatkan 225 hadits nabi.
 
Pribadi
     Hudzaifah pernah mengatakan:” Orang-orang bertanya kepada Nabi tentang hal yang baik-baik, sedang aku bertanya kepada beliau mengenai hal yang buruk, karena aku khawatir terjerumus ke dalamnya.”
     Hudzaifah adalah orang yang sangat membenci kemunafikan (hipokrit). sampai-sampai pidato pertamanya ketika ia diangkat menjadi gubernur wilayah Al Madain adalah tentang sifat munafik. Ia menyampaikan pidato dihadapan publik Almadain:” Hendaklah kalian menjauhi mauqif al Fitan?” Dan mereka bertanya:” Apa yang dimaksud dengan Mauqif al fitan, wahai Hudzaifah.?” Hudzaifah menjawab:”Mauqif al fitan adalah pintupintu istana para penguasa. Boleh jadi salaah seorang diatara kalian menemui gubernur atau penguasa, lalu ia membisikan berita bohong ke telinga penguasa dan memujinya secara tidak proporsional (berlebihan).”
 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda