ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > SAHABAT NABI > Pemeluk Islam Awal > Hamzah bin Abdul Muthalib

 
 
 
 
 
 
 
 

Hamzah bin Abdul Muthalib

 
 
HAMZAH BIN ABDUL MUTHALIB (w. 3 H)
 
       Paman rasulullah, yang terkenal dengan panggilan Asadullah (singa Allah), dan digelari sayyid Asy Syuhada (penghulu para syuhada), yang syahid dalam perang Uhud.
      Nama: Hamzah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abd Manaf al Quraisyi. Ia merupakan putra Abdul Muthalib termuda, dan ibunya, Hamah, merupakan putri bibi Aminah (ibu nabi). Jadi ia merupakan adik termuda ayah nabi (abdullah), dan sekaligus saudara sepersusuan nabi. Ia menikah dengan Salma binti Umais, (saudara dari Asma’ binti Umais), dan darinya ia mempunyai anak yang bernama Imarah.
       Ia adalah pemuda Quraisy yang paling mulia dan paling kuat kesadarannya akan harga diri, disamping seorang pemanah uung, cerdas dan akhlaknya mulia. Dan ketika ia mendengar Abu Jahal mencela nabi, ia langsung memukul Abu Jahal sambil mengatakan:” Anda berani menghina beliau sedang aku mengikuti agamanya dan kuucapkan apa yang dikatakannya.” Kemudian ia membawa Abu Jahal dan menyerahkan di hadapan nabi.
      Ia keluar dari darul Arqam saat kaum muslimin telah menampakan agama mereka secara terang-terangan sebagai salah satu pemimpin diantra dua barisan kaum muslimin untuk melaksanakan thawaf di Ka’bah, dan Umar bin Khathab bertindak sebagai pemimpin barisan lain.
      Ketika hijrah ia dipersaudarakan dengan Zaid bin Haritsah. Ia adalah orang pertama membawa panji Islam, ketika Rasulullah menugaskan ia memimpin 30 pasukan berkuda dari kalangan muhajirin dalam perang saiful bahar. Dalam perang badar, ia bersenjataakan 2 buah pedang, dan berhasil membunuh Syaibah bin Rubai’ah seorang pahlawan tentara kafir Quraisy, Thuma’ah bin Ady dan lain-lain. Sehingga ia menjadi orang yang paling dicari untuk dibunuh oleh kaum kafir Quraisy, selain Nabi dan Ali bin Abi Thalib. Hingga istri Abu Sufya, Hindun bersumpah untuk mengunyah hati Hamzah jika ia terbunuh.
      Hamzah gugur dalam perang Uhud karena tikaman Wahsy bin Harb, budak milik Jubair bin Muth’im. Lalu Hindun binti Utbah (istri Abu sufyan) membedah perutnya dan mengunyah hatinya. Tidak hanya itu kaum quraisy juga memotong hidung dan kedua telingannya, serta mencincang jasadnya.
      Rasulullah sangat sedih sekali melihat jasad Hamzah, dan Rasulullah menshalatinya sebanyak 72 kali. Karena ketika beliau menshalati para syuhada uhud, beliau menyuruh meletakan jenazah Hamzah, lalui keduanya dishalati. Kemudia jenazah disamping Hamzah diganti dengan syahid yang lainnya, sementara Hamzah tidak dipindah (lihat HR Ath Thabarani).

 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda