ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > SAHABAT NABI > Pemeluk Islam Awal > Abu Ubaidah al Jarrah

 
 
 
 
 
 
 
 

Abu Ubaidah al Jarrah

 

ABU UBAIDAH AL JARRAH (w. 18 H/ 639 H)
 
     Sahabat nabi dari kaum quraisy, yang dijuluki dengan pemegang amanat kaum muslimin.
      Nama: Amir bin Abdullah bin Al Jarrah bin Hilal al Fahri al Quraisyi, biasa dipanggil Abu Ubaydah digelari Amin al Ummah dan digelari Amir Al Umara. Lahir pada tahun 30 sebelum kenabian.
     Ia masuk islam ditangan abu bakar, dihari kedua setelah Abu Bakar Masuk Islam. Ayahnya pernah memaksanya untuk keluar dari Islam, dan menekannya secara finansial. Tetapi Abu Ubaidah tetap sabar dan tabah.
     Ia ikut hijrah ke Habasyah (Ethiopia) pada hijrah gelombang kedua. Dan ketika hijrah ke Madinah ia dipersaudarakan dengan Abu Thalhah Al Anshari.
     Ia merupakan sahabat nabi yang tidak pernah absen dalam mengikuti semua peperangan bersama nabi. Dan ia termasuk salah seorang 10 orang yang diberitakan masuk surga oleh Rasulullah SAW.
     Ia merupakan salah satu jendral utama, dan menggantikan posisi Khalid bin Walid dalam penaklukan wilayah-wilayah yang dikuasai oleh Romawi (suriah, libanon, Yordan dan pelestina).
    Ia meninggal pada tahun 18 H, akibat wabah penyakit yang melanda kota Amwas Yordania, dan dimakamkan di Ghorbaristan.
 
Peran
     Tentang Abu Ubaidah, Rasulullah berkata:” Setiap umat memiliki orang terpercaya (amin), dan orang terpercaya (amin) umat ini adalah Abu Ubaidah Al Jarrah ”(HR. Bukhary).
     Abu Ubaidah mengikuti semua peperangan diikuti oleh Rasulullah. Dalam perang Badar, ia membunuh ayahnya sendiri yang masih kafir. Dalam perang Uhud, ia yang mencabut serpihan dari tubuh Rasulullah dengan giginya, sehingga giginya banyak yang rontok.
    Ia pernah diutus oleh Nabi mengajar penduduk Najran Yaman. Tatkala kaum muslimin berkumpul di Saqifah untuk memilih khalifah, Abu Bakar mengatakan:” Aku menyetujui salah satu diantara 2 orang yang menjadi khalifah bagi kalian, Umar bin Khaththab dan Abu Ubaidah Aljarrah.” Umar langsung membaiat Abu Ubaydah, tapi ia menolak. Ia mengusulkan Abu Bakar sebagai khalifah.
       Pada era kekhalifahan Abu Bakar, ia mengikuti perang menumpas orang-orang murtad (harb ar riddah), dan ia pernah diutus menjadi panglima perang dalam membebaskan beberapa wilayah.
     Pada masa khalifah Umar bin Khaththab, ia diutus mengganti khalid bin Walid sebagai panglima tertinggi. Umar pernah merasa khawatir atas kemenangan-kemenangan yang diraih oleh Khalid bin Walid dalam berbagai peperangan.
      Pada masanya pasukannya dapat menaklukan kota Damaskus, Himsh, Anatokia, Ladziqiyah dan Halb.

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda