ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > SAHABAT NABI > Pemeluk Islam Awal > Abu Musa al asy'ary

 
 
 
 
 
 
 
 

Abu Musa al asy'ary

 
ABU MUSA AL ASY’ARY (w. 44 H)
 
Salah satu juru runding dalam proses arbitrase (tahkim) antara khalifah Ali bin Abi Thalib dan pemberontak Muawiyah.
Nama Abdullah bin Qais bin Sulaim bin Hadhar bin Harb, biasa dipanggil Abu Musa. Ia berasal dari keturunan Bani Al Asy’ar dari Qothan. Ahir di Zubaid, Yaman.
Ia meninggalkan kampung halaman dan merantau ke Mekah setelah mendengar tentang Rasulullah membawa ajaran Islam. Selama di Mekah ia selalu menyertai Rasul dan belajar padanya. Setelah lama menetap ia pulang ke kampung halamannya, Yaman, dan mengajak penduduk Yaman untuk masuk Islam. Setelah berda’wah sekian tahun, ia kembali menemui Rasulullah seusai perang Khaibar bersama 50 orang yang telah masuk Islam, yang kemudian oleh Rasul dinamai dengan Al Asy’ariyyun. Kedatangannya bersamaan dengan kedatangan Ja’far bi Abi Thalib dari Habasyah.
Ia berpostur tubuh kurus dan pendek, tetapi mempunyai suara yang bagus, cerdas dan mempunyai kemampuan untuk memutuskan perkara hukum secara akurat. Hingga ada orang yang berkata:” Hakim umat ini ada empat orang: Umar bin Khathab, Ali bin Abi Thaib, Abu Musa al Asy’ary dan Zaid bin Tsabit.” Ia juga terkenal sebagai seorang pemberani dan penunggang kuda yang paling hebat. Ia membaca al qur’an dengan suara yang dapat menggetarkan hati pendengar, sehingga ketika Umar bin Khathab meihat Abu Musa, umar selalu memanggilnya untuk membacakan Al Qur’an, “ Buatlah aku rindu kepada Tuhan kami, wahai Abu Musa.”
Pada tahun 17 H, ia diangkat menjadi gubernur Bashrah, pada masa itu ia berhasil membebaskan kota Isfahan dan Ahwaz. Utsman mengukuhkan ia sebagai gubernur Bashrah, tetapi kemudian ia mencopotnya. Ia kemudian diangkat menjadi gubernur Kufah atas desakan masyarakat.
Ia menjadi salah satu juru runding dalam peristiwa tahkim (arbitrase) mewakili pihak ali bin Abi Thalib, sedang dipihak Muawiyah, dipilih Amr bin Ash. Tetapi karena kalah lihai dalam berpolitik akhirnya Amr bin Ash dapat mengelabui Abu Musa dengan menyuruhnya untuk menggemukan hasil kesepakatan. Kecurangan dalam peristiwa arbitrase inilah kemudian memunculkan suatu golongan yang kemudian dinamai kaum khawarij.
Ia meninggal di Kufah pada 44 H. Ia meriwayatkan 355 hadits.

( Adeng Lukmantara, sumber: lihat daftar pustaka)

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda