ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > SAHABAT NABI > Istri & Keluarga Nabi >  Hasan bin Ali bin Abi Thalib

 
 
 
 
 
 
 
 

 Hasan bin Ali bin Abi Thalib

 
HASAN BIN ALI BIN ABI THALIB (3- 50 H)
 
        Cucu Rasulullah, putra dari Fatimah Az Zahra dan Ali bin Abi Thalib. Oleh Rasulullah ia disebut  sebagai penghulu penghuni surga.
       Nama Hasan bin Ali bin Abi Thalib bin Abdul Muthalib Al Hasyimi al Quraisyi, dan biasa dipanggil Abu Muhammad. Lahir di Madinah pada tahun ke-3 H. Ayahnya, Ali bin Abi Thalib merupakan sahabat utama, dan ibunya, Fatimah Az Zahra, merupkan putrid kesayangan Rasulullah.
       Rasulullah menamainya Hasan dan dia orang yang pertama dalam Islam yang dinamai Hasan. Rasulullah juga mengaqiqahi dan memotong rambutnya. Ia dididik di tengah-tengah rumah kenabian, dan rasulullah seringkali mengajaknya bermain dan menunggangkannya di atas pundak beliau.
      Hasan mempunyai kemiripan dengan   Rasulullah mulai dari dada hingga kepala. Ia terkenal sebagai seorang yang intelek, penyabar, murah hati, ksatria, dermawan, tutur katanya fasih dan mencintai kebajikan, disamping mempunyai kemampuan berdebat secara spontanitas. Muawiyah yang merupakan saingannya dalam memperebutkan kekuasaan, melarang sahabatnya untuk menjauhi perdebatan dengan 2 orang, yaitu: Hasan bin Ali dan Abdullah bin Abbas.
       Ia pernah 20 kali menunaikan haji dengan berjalan kaki. Dan pernah ikut berjuang dalam pembebasan kota Isfahan dan Jurjan, bersama abdullah bin Zubair.
      Setelah ayahnya, Ali bin Abi Thalib terbunuh, ia kemudian dibaiat sebagai khalifah pengganti ayahnya oleh sekitar 40.000 orang. Tetapi kemudian mengundurkan diri setelah berkuasa 6 bulan, dan menyerahkannya kepada Muawiyah bin Abi Sofyan, sebagai upaya untuk menghindari perang saudara. Tahun penyerahan kekuasaan ini kemudian dikenal dengan tahun rekonsiliasi / persatuan (’am al jama’ah). Benarlah apa yang diungkapkan oleh Nabi, ” Cucuku ini adalah pemimpin (sayyid). Semoga kelak Allah mendamaikan dengannya dua kelompok besar kaum muslimin.”
      Meskipun telah mendapat kekuasaan, Muawiyah tetap merasa terancam, sehingga ia kemudian meracun hasan dengan bantuan salah seorang istri Hasan. Ia akhirnya meninggal di madinah akibat di racun pada 50 H, dan dimakamkan di Baqi’.
     Dalam hadits, ia meriwayatkan sekitar 13 buah hadits nabi.
 
 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda