ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > PENYAIR & BUDAYAWAN > Budayawan > Isa bin Ali

 
 
 
 
 
 
 
 

Isa bin Ali

ISA IBN ALI (302-391 H/ 915-1001 M)
Budayawan, ahli logika & hadits
 
       Seorang intelek dimasanya, dan pendukung ilmu-ilmu peninggalan bangsa-bangsa kuno, maupun ilmu-ilmu arab. Disamping kecenderungannya terhadap ilmu-ilmu kuno ia juga memiliki pengetahuan tentang ilmu hadits dan bacaan Al qur’an dan kesusastraan. Ibn Nadhim menyatakan bahwa ia adalah seorang yang istimewa dimasanya dalam bidang logika dan ilmu-ilmu zaman klasik. Sedang Al Qifthi menulis bahwa ia adalah tokoh terkemuka (imam) dalam berbagai cabang pengetahuan, dan bahwa ia mendengar dan meriwayatkan banyak hadits. Banyak orang terkenal yang menghadiri majelisnya. Dalam kaligrafi, Isa ibn Ali menurut Al Qifthi luar biasa tepat dan sangat indah. Hal ini dimungkinkan karena bakat dan latihannya ketika ia mengalami profesi sebagai sekretaris.
           Nama Abu al Qosim Isa ibn Ali ibn Isa. Ia merupakan anak dari wazir Ali ibn Isa yang   terkenal karena kriernya yang cemerlang. Seperti bapaknya, ia k berperan serta dalam urusan-urusan politik, tetapi dalam lingkup yang lebih terbatas. Ia mengabdi kepada khalifa Al Tha’I di Baghdad sebagai sekretaris. Dan ketika sebuah perdamaian (shuls) disusun antara amir Muiz ad daulah dengan Abu al Qosim al Baridi, Isa ibn Ali merupakan perwakilan Al Baridi di istana.
     Menjelang akhir hidupnya, ia menarik diri dari berbagai aktifitas untuk mengasingkan diri di dalam rumahnya yang diisi dengan belajar dan ibadah (asketis). Seperti ayahnya, ia juga berumur panjang.
      Tentang karyanya, Ibn Nadhim menyebutkan sebuah karya Isa ibn ali tentang bahasa Persia yang berjudul Kitab fi al Lughah al farisiyyah.
 

Pemikiran

    Pemikirannya tentang akal, kehidupan dan kesehatan, menurutnya sesuatu yang berada diluar akal. Kehidupan dan kesehatan hanyalah merupakan cabang-cabang. Ia tidak menyebut tentang kemiskinan dan kekayaan dalam hubungannya dengan kehidupan. Menurutnya dengan akal seseorang mampu menanggukangi kemiskinan dan meraih kekayaan.
   Menurutnya juga bahwa orang yang berakal sekali meraih tujuan yang tertinggi, akan memandang rendah kehidupan ini. Dengan perantaraan indranya, seseorang menggunakan jiwanya yang bersemangat untuk mendapatkan popularitas dengan tindakan-tindakan yang berani dan menantang. Akan tetapi orang yang berakal dengan seang hati menukar kehidupan yang sia-sia dan memperdayakan dengan sesuatu yang sempurna dan abadi, yang didalamnya tidak ada kesusahan, kesedihan dan penderitaan.
     Kata-kata mutiara yang penting darinya, antara lain:
- Memamfaatkan sesuatu adalah lebih baik daripada membutuhkan dan mendapatkannya.
- Orang yang cerdas yang memiliki kehidupan sulit dengan ditemani oleh kecerdasannya adalah lebih bahagia daripada ia menjadi seorang yang memiliki kehidupan yang mudah dengan kebodohan.
 
Karya
  • Kitab al Lughah al Farisiyah
(Adeng Lukmantara collection)
Referensi

 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda