ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > PENGUASA & NEGARAWAN > Dinasti Abbasiyah >  Al Mahdi

 
 
 
 
 
 
 
 

 Al Mahdi

 

AL MAHDI (MP. 775-785 M)
 
Khalifah ke-3 dari Bani Abbasiyah, yang memerintah antara tahun 775-785 M, pengganti ayahnya, Ja’far Al Mansur.
Nama Muhammad bin Abu Ja’far Abdullah bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib, biasa dipanggil Abu Ubaidillah, dan  bergelar Al Mahdi, yang berarti pemimpin yang baik atau penebus. Lahir di Idzaj (yaitu suatu tempat yang terletak antara Khziztan dan Asbahan, suatu wilayah ditengah pegunungan).
Ia diangkat menjadi khalifah pada tahun 158 M,  menggantikan ayahnya, Abu Ja’far Al Mansur, yang meninggal. Ketika ia menjadi khalifah, ia melakukan pendekatan dengan kaum syi’ah, mengangkat keluarga Barmakid sebagai wazir dan penasehatnya, serta mengangkat Imam Abu Yusuf (murid imam Hanafi) sebagai hakim / qadi. Disamping itu ia memperluas masjil haram dan membangun masjid Ar Rashafah. Ia juga memerintahkan anaknya, Harun Ar Rasyid untuk mengalahkan Romawi hingga konstantinopel.
Banyak ulama-ulama besar yang hidup dizamannya, seperti: Ibrahim ibn Adham, Dud al Thai, Khalil ibn Ahmad, Ats Tsaury, Syu’bah dan lain-lain.
 
Peran
      Berbeda dengan ayahnya, pada masa pemerintahannya lebih damai. Pendekatan dengan muslim Syi’ah di dalam kekhalifahan Abbasiyah terjadi di eranya. Keluarga Barmakid yang amat kuat yang telah menasehati khalifah sejak masa Al Abbas sebagai wazir, memperoleh kekuatan besar yang sama di masa Al Mahdi dan bekerja dekat dengan khalifah untuk menjamin kemakmuran daulah bani Abbasiyah.Keluarga Barmaki ini sangat berjasa terhadap perkembangan intelektualisme umat Islam, diantaranya dialah ang memperkenalkan kertas dari India yang belum digunakan di dunia Islam (orang-orang Arab dan Persia mengunakan Papirus, sedangkan orang-orang Eropa menggunakan kulit hewan). Industri kertas berkembang di Baghdad, dimana diselurruh jalan di pusat kota menjadi tercurah ada penjual kertas dan buku-buku. Kemurahan dan daya tahan kertas amat berarti ada perkembangan tepat guna birokrasi Abbasiyah yang sedang berkembang.
Kota kosmopolitan Baghdad berkembang selama masa Al mahdi. Kota ini menarik pendatang dari seluruh Arab, Irak, Suria, Persia dan daerah sejauh India dan Spanyol. Baghdad merupakan tempat tinggal oarnga kristen, Yahudi, Hindu, Zoroastrisme disamping bertambahnya penduduk muslim, menjjadi kota terbesar dunia di luar Tiongkok.
Al mahdi melanjutkan mengembangkan administrasi Bani Abbasiyah, menciptakan diwan-diwan (departemen) baru untuk ketentaraan, peradilan dan perpajakan. Qadi (hakim) diangkat dan hukum terhadap non arab dikeluarkan. Keluarga Barmakid mengangkat pegawai ke departemen-departemen itu.
 Ia memperbaharui tanda petunjuk jalan, melakukan penggalian sdumur-sumur dan menugaskan para petugas keamanan untuk menjaga jalan, mengistruksikan pendirian pabrik-pabrik, menghiasai jalan antara baghdad dan mekah, serta membangun istana-istana yang besar di Mekah.
Ia juga mendirikan kantor pos yang melayani surat dari irak ke Hijaz, dari Yaman ke Merkah dan hadratul Maut. Ia juga menyediakan onta-onta dan bighal-bighal (kuda kecil) untuk kepentingan pengiriman surat.
Disamping itu, ia juga membebaskan para tawanan politik yang banyak dipenjara di era ayahnya, Almansur. Dalam bidang agama, ia meemperkecil ukuran mimbar seperti mimbar rasulullah.
Al Mahdi memiliki 2 kebijakan penting daklam keagamaan, yaitu: penghukuman terhadap zanadiqa (kaum zindiq) dan pernyataan ketaaatan terhadap Islam.Al mahdi menyatakan bahwa khalifah memiliki kemampuan dan sdungguh-sungguh tanggung jawab, mendefinisikan ketaatan sseorang muslim agar melindungi umat terhadap bid’ah.
 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda