ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > ARSITEK > Arsitek dalam peradaban islam klasik > Mehmed Aga

 
 
 
 
 
 
 
 

Mehmed Aga

 
MEHMED AGA (1540-1617 M)
Arsitek
 
    Seorang tekhnisi lapangan berbakat yang kemudian menjadi arsitek istana terkenal di Ottoman (Turki Utsmani), penerus Sinan dan Dalgich. Ia merupakan arsitek Masjid Jami’ Sultan Ahmad I di Istambul, Turki. Masjid ini terkenal dengan nama Masjid Biru,
     Sedefhar Mehmed Aga atau Muhammad Agha, lahir dari keluarga kristen, yang diyakini asal Armenia sekitar tahun 1540 M. Ia datang ke Istambul pada tahun 1563 M (dan mungkin masuk korp Janissary yang terkenal). Setelah 6 tahun menjadi kadet, ia memulai studi musik. Dan selama periode 20 tahun ia bekerja sebagai spesialisasi dalam menatah mutiara, sehingga kemudian dijuluki Sedefhar (mother of Pearl / pekerja mutiara). Kemudan ia belajar arsitektur dan menjadi murid Sinan, arsitek Turki Utsmani yang terkenal. Ia kemudian menjadi asisten utamanya, dan sering menggantikannya ketika ia tidak ada.
     Pad atahun 1586 ia ditugasi untuk menyelesaikan Masjid Muradiya di Manisa, yang konstruksinya dimulai oleh Sinan.
 
Karya Arsitektur
      Karya arsitek terkenalnya adalah Masjid Jami’ sultan Ahmad I, yang terkenal dengan nama masjid biru. Disebut demikian karena pada malam harinya ada efek sinar biru pada bangunan utama yang disebabkan pantulan cahaya didalamnya. Rahasia warna biru itu, terletak 260 jendela yang meneroboskan efek cahaya biru dari 21.043 keping iluminasi keramik bagian dalamnya.
    Pembangunan masjid ini digagas oleh Sultan Ahmad I yang dikenal sangat alim. Muhammad Agha memerlukan 8 tahun guna merancang dan membangunnya. Ditahun yang sama saat masjid selesai (pada tahun 1617 M), Sultan Ahmad I meninggal, dan jasadnya dimakamkan di dekat masjid, dan namanya diabadikan jadi nama masjid.
    Masjid sultan Ahmad I (Masjid biru) ini menjadi trademark Istambul. Masjid ini adalah satu-satunya masjid di daratan Turki yang memiliki 6 menara yang menjulang. Ada 16 balkon di menara itu, yang oleh Agha dalam catatannya Risale-I-Mimariye, dibangun sebagai penghormatan bagi ke-16 sultan Utsmaniyah terdahulu.
 
Karya
·         Risale-I-Mimariye
 

 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda