ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > AHLI TASAUF > Tokoh utama dalam ilmuTasauf > Zin Nun al Mishri

 
 
 
 
 
 
 
 

Zin Nun al Mishri

ZIN NUN AL MISHRI (180-246 H / 796-860 M)
Sufi
 
    “Orang arif adalah bangga dalam kepapaannya, apabila disebut nama Allah, dia bangga. Apabila disebut nama dirinya, ia merasa miskin.” (Zhin Nun Al Mishri)
 
     Zin Nun atau Dhul Nun al Misri adalah seorang sufi besar asal Mesir dan sufi pertama yang banyak memperkenalkan konsep ma’rifah dalam bidang tasauf. Disamping itu ia juga adalah seorang ahli dalam bidang kimia, mengetahui tulisan hieroglif Mesir kuno dan akrab dengan pengetahuan hermetis (kedap udara).     Ia dianggap sebagai pelindung orang-orang suci dari tabib pada Islam awal di Mesir dan dipercaya telah memperkenalkan konsep gnosis ke dalam Islam.
       Nama Abu al Faidh Sauban bin Ibrahim al Mishri, dan terkenal dengan nama Dhul Nun al Misri. Nun dalam bahasa Arab kuno berarti ikan yang besar. Ia lahir di Akhmim daerah Naubah, suatu negeri antara Sudan dan Mesir. Ia pernah diadukan oleh penduduk Mesir karena dianggap menyebarkan aliran sesat kepada Khalifah Al Mutawakil dari dinasti Abbasiyah, sehingga ia dipenjara 40 hari di Baghdad. Ia meninggal di Kairo, Mesir.
 
Pemikiran
     Dalam buku-buku biografi para sufi, ia sering disebut tokoh legendaris, dan dalam tasauf ia dikenal sebagai bapak ma’rifat (karena ia banyak menonjolkan konsep ma’rifat). Hamka (seorang penulis besar asal Indonesia) menempatkan Zhin Nun sebagai puncak kaum sufi abad 3 H.
      Ia adalah orang yang banyak sekali menambahkan jalan buat menuju Allah. Tujuannya adalah mencintai Tuhan, membenci yang sedikit, menuruti garis perintah yang diturunkan dan takut akan terpaling jalan.
    Pokok pikirannya tentang tasauf sangat jelas diungkapkan oleh Hamka (dalam bukunya Tasauf dari Abad ke abad), simpulan ajarannya ialah benci akan kemegahan dunia dan berjalan dengan garis yang ditentukan dalam kitab Allah dan Rasulnya, dan takut insan akan terpaling daripada ajakan ketentuan itu karena menuruti hawa nafsu dan syahwat. Katanya ,” Alamat cinta kepada Tuhan ialah menuruti langkah Muhammad kecintaan Allah, baik dalam budinya atau dalam perbuatannya, menurut titahnya, menghentikan larangannya dalam garis yang ditentukannya.”
      Tentang ma’rifat ia membaginya ke dalam 3 macam, yaitu
  1. Ma’rifat Mu’min biasa. Orang mu’min biasa mengenal Tuhan karena memang demikian ajaran yang diterimanya.
  2. Ma’rifat ahli Bicara (Mutakallimun) dan Hukama (Filsuf). Mereka mengenal Tuhan dengan perjalanan akalnya, oleh perhitungan akal dan manthiq (logika), maka mengakuilah mereka akan adanya, tetapi belum tentu dirasai akan lezatnya.
  3. Ma’rifat Waliyullah, yang dekat kepada Tuhan dan kenal akan Tuhan dalam hatinya. Mereka orang muqarrabin yang mencari Tuhan dengan pedoman cinta, yang lebih diutamakan adalah ilham dan faidh, yaitu limpah kurnia Tuhan atau kasysyaf, yaitu dibuka Tuhan hijab kebatinan dalam alam kerohanian.
Dan tentang taubat, ia membaginya 2 macam, yaitu taubat orang awam, yaitu dari dosa, dan taubat orang khawash, yaitu dari kelalaian.
 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda