ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > AHLI TASAUF > Tokoh utama dalam ilmuTasauf > Ibn Arabi

 
 
 
 
 
 
 
 

Ibn Arabi

 

IBN ARABI,  MUHYIDDIN (560-638 H / 1164-1240 M)
Sufi
 
     Muhyiddin Ibn Arabi adalah seorang sufi dan filsuf besar penyusun sistem filsafat isyraqi (pencerahan rohani) yang besar pengaruhnya. Ia juga seorang ahli tafsir paling teosofik dan ulama yang tidak tertandingi dalam jumlah karya tulisnya (diperkirakan 550 buah). Keahliannya dalam bidang keagamaan sangat beragam, disamping sebagai pemikir tasauf, ia juga dikenal ahli dalam tafsir, hadits, fiqih, sastra, filsafat, bahkan astrolog dan kosmolog.
     Nama Muhammad ibn Ali ibn Muhammad ibn Ahmad ibn Ali Abdullah ibn Hatim (saudara Ady bin Hatim al Tha’y). Dinegri Islam Timur ia terkenal dengan nama Muhyiddin ibn Arabi atau Syaikul Akbar (Doktor Maximus). Ia juga biasa dipanggil Abu Bakar atau Abu Muhammad atau Al Hatim, sedang di Spanyol ia dikenal dengan nama Ibn Suraqah.
     Ia lahir di Marcia, tenggara Spanyol, pada masa pemerintahan Sultan ibn Sa’ad ibn Mardaniah, Gubernur Andalusia Timur. Ia berasal dari keturunan Arab suku Tayy, dan berasal dari keluarga yang sangat soleh. Ayah dan pamannya adalah sufi yang masyhur.
     Pada usia 8 tahun (568 H / 1172 M), ia dibawa keluarganya ke Lisabon. Disini ia mendapat pendidikn dasar keagamaan dari Syaikh Abu Bakar ibn Khalaf. Kemudian pindah ke Sevilla (yang saat itu merupakan pusat sufi di Spanyol) dan menetap disana selama 30 tahun untuk mempelajari hukum (fiqih), hadits dan juga kalam. Di Sevilla ini, ia banyak belajar kepada ulama-ulama yang berada disana, termasuk dalam bidang tasauf, diantaranya: Abu Bakr ibn Muhammad ibn Khalaf al Lakhmy, Abul Qosim asy Syarath dan Ahmad ibn Abi Hamzah (darinya belajar qira’at Sab’ah), Ali ibn Muhammad ibnul Haqq al Isybili, Ibn zarqun al anshary dan Abdul Mun’im al Khazrajy.
    Ia juga banyak mengembara ke berbagai negeri muslim timur dan juga barat. Ia banyak menyinggahi beberapa tempat di Spanyol dan Maghribi (wilayah afrika utara), mengunjungi Cordoba, dimana disini ia bersahabat erat dengan pemuda dengan Ibn Rusyd, yang kemudian menjadi hakim di kota itu. Ia juga mengunjungi Tunisia (tahun 590 H / 1194), Fez dan Maroko.
      Pada usia 38 tahun (598 H / 1201 M), ia pergi menuju negeri Islam bagian timur untuk melakukan ibadah haji, dan juga karena (waktu itu) banyak kekacauan di Spanyol dan hampir seluruh negeri-negeri Islam barat (dan banyak sufi yang dibunuh oleh rezim penguasa waktu itu).
     Tahun 598 H / 1202 M, ia berada di Mesir bersama murid dan pembantunya, Abdullah al Habashi. Ia menetap di Mesir untuk jangka waktu tertentu. Disini banyak usaha-usaha pembunuhan terhadap dirinya yang dilakukan orang Mesir, tetapi ia dapat meloloskan dari maut berkat perlindungan seorang syaikh berpengaruh di Mesir saat itu.
     Di Mesir, ia berkelana luas ke Timur, mengunjungi Yerusalem, Mekah (disini ia mengajar untuk jangka waktu tertentu), Hejaz (yang telah dikunjunginya 2 kali di tahun 601 H dan 608 H, juga Alepo dan Asia kecil. Dimana saj ia singgah, ia selalu menerima penghormatn besar dan diberi banyak hadiah, yang kemudian selalu diberikannya kepada fakir miskin. Dan akhirnya ia menetap di damaskus hingga ajalnya pada 638 H / 1240 M     dan dimakamkan di kaki Gunung Qosiyun di pekuburan pribadi qadi Muhyiddin Ibn Az Zaki. Ibn arabi mempunyai 2 putra Sa’duddin (w. 656 H), seorang penyair terkenal dan ‘Imaduddin (w. 667 H) dan keduanya dimakamkan berdampingan dengan ayahnya.
     Pengaruh Ibn Arabi sangat besar sekali dan mendapat banyak pengikut. Diantar pengikutnya yang terkenal adalah: Sadruddin al Qunyavi, Ishraqi (w. 896 H / 1492 M), Jilli (w. 811 H / 1408 M), Shabistary (w. 720 H / 1320 M0, Qashani (w. 730 H / 1329 M), seorang komentator dan pengikut terbesar.
     Dan pengaruhnya juga dapat dirasakan dari karya-karya Jalaluddin Rumi, yang telah mendapat pengaruh langsung dari Sadruddin al Qunyavi, murid Ibn Arabi. Pengaruh-pengaruh diluar Islam telah sampai kepada filosof-filosof dan mistis-mistis kristen abad pertengahan, antara lain dalam lingkungan skolastik Agustinus, seperti Duns Scotus, Roger Bacon, Raymond Hull, dan lain-lain.. Karya-karya Lully dan Dante memperlihatkan jejak-jejak pengaruh Ibn Arabi.
 
Pemikiran 
     Ibn Arabi dikenal luas sebagai tokoh mistikus (sufi) yang menganut dokrin pantheistik (wihdat al wujud) yakni dokrin yang memandang seluruh wujud adalah satu, karena merupakan manifestasi dari substansi ilahi.
     Inti tasauf Ibn Arabi adalah kesatuan wujud (wahdah al wujud) yang berpijak pada hal-hal filosofis pada apa yang disebutnya sebagai firman, atau kalimah, atau logos (logos berasal dari kata Yunani yang berarti ucapan, pembicaraan, pikiran, kata dan lain-lain, yang kadang diartikan sebagai hikmah). Menurutnya, semua nabi dalam kedudukannya sebagai simbol kebenaran religius dan spiritual yang tertinggi, mempunyai esensi atau realitas yang sempurna. Dan itulah yang disebut firman atau logos sebagai manifestasi dari realitas Tuhan.
     Ia juga menafsirkan Al Qur’an dalam corak tasauf. Sebagaimana para mufasir sufi umumnya, metode yang digunakan oleh Ibn Arabi dalam penafsiran Al Qur’an adalah yang dikarakterisasi oleh ortodoksi Islam sebagai ta’wil dalam pengertian yang berkembang belakangan, yakni ta’wil sebagai penjelasan internal (alegoris) atas kandungan Al Qur’an, yang dibedakan dari tafsir sebagai penjelasan eksternalnya. Metode ini memang memberikan kebebasan untuk masuk ke dalam tataran makna batin yang sangat luas dan dalam dari teks, yang memang dituju par sufi.
     Menurut Ibn Arabi, ta’wil itu bervariasi selaras dengan keadaan pendengarnya, seirama dengan momen-momennya dalam berbagai stase (maqamat) perjalanan mistik / spiritual serta derajat-derajat pencapaian yang berbeda. Ketika seseorang sampai kepada tingkatan yng lebih tinggi, maka terbukalah baginya pintu-pintu baru yang memungkinkanya melihat makna-makna baru dan halus.
 
Karya
  • ·     Tafsir al Kabir. Merupakan karya tafsir Al Qur’an terbesarnya, dan merupakan salah satu tafsir sufistik (aliran mistik) terbesar. Karya ini dikabarkan ditulis oleh seorang muridnya, Abd ar Razak al Qashani, tetapi karya ini merefleksikan pemikiran dan gaya Ibn al Arabi.
  •  Al Futuhat al Makkiyah (8 jilid). Merupakan karya ensiklopediknya tentang penafsiran sufistik yang terkenal. Dalam kitab ini banyak diungkapkan tentang pendirian dan buah renungan Ibn Arabi. Kitab ini mulai dikerjakan tahun 598 H di Mekah dan diselesaikan kira-kira 3 tahun sebelum waftnya, yakni 635 H. Dalam babnya yang ke-167 dari bukunya ini memuat kisah tentang Isra dan Mi’raj. Menurut Prof. Asin Palacois (Spanyol), kisah Isra’ dan Mi’raj ini dan Risalah al Ghufran karya Al Ma’ari, merupakan sumber dan mempunyai pengaruh menentukan pada Dante Algiere dalam mengerjakan Divina Comedia-nya. Buku ini telah dicetak, dan Dr. Mahmud Mathrajy memberi pengantar panjang dan catatan kaki pada karya monumental ini.
  •   Fushush al Hikam (Permata-permata hikmat / Bezels of wisdom). Buku ini diselesaikannya tahun 628 H / 1230 M (sepuluh tahun sebelum meninggalnya). Karyanya ini adalah salah satu yng paling sulit dipahami dn penuh metaporal. Dr. Abdullah Afifi (Murid R.A. Nicholson) membuat syarah yang berharga atas karyanya yang sulit ini.
  • Syarh tarjuman al asywaq (The Intrepreter of Desires). Dalam buku ini ia merumuskan dokrin tentang kesatuan transendensi wujud (wahdat al wujud). Ia mengarang karyanya ini didasarkan bahasa cinta yang diserap dengan apa yang didengarkan oleh hasrat melalui pecinta terhadap yang dicintai
  •    Muhadaratu’l Abrar
  •    Al futuhat al madaniyah Zakhair ul ‘Alaq
  •    Mawaqi’un Nujum
  • ·         At Tadbiratu’l-I-Ilahiyah
  • ·        Risalah fi Ma’na an Nafa wa ar Ruh
  • ·         As siraj al Wahhaj fi Sharh Kalamil Hajjal,  Tentang tafsir-tafsir istilah dari Al hallaj.
  • ·         Insha’ud Dawa’ir
  • ·         ‘Uqlatul Mustawfiz
  • ·         Muhadratu’l Abrar
  • ·         Risalah fi kayfiyyat as Suluk ila Rabbi’l Izzah
  • ·         Risalah al Khalwah
  • ·         Risalah Nisbat al Khirqah
  • ·         Risalah Ayyam as Sha’in
  • ·         Risalah Taj at tarajim
  • ·         Risalah Syarh as Sufiyah
  • ·         Syarh Asma’ Allah al Husna
  • ·         Mahiyyatu’l qalb
  • ·         Mishkatul kamil
  • ·         Sharatul Kawn  (dicetak di Kairo tahun 1343 H)
  • ·         Al ajwibah al La’iqah ‘anil as ‘ilah al Fa’iqah
 

 

 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda