ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > AHLI TASAUF > Penyair Sufi > Al Harawi

 
 
 
 
 
 
 
 

Al Harawi

 
AL HARAWI (396-481 H / 1006-1088 M)
Sufi Persia, Ahli Fiqih Hambali
 
Ilahy
Dihadapanku penuhlah ranjau dan bahaya
Jalan surutku telah gelap semata
Bimbinglah tanganku ya Tuhan!
Tak ada harapanku, hanyalah kurnia dan taufikmu jua
Ilahy
SelendangMu menyelebungi kepala kami
Rahasia-Mu menyelimuti hati kami
Syi’ar-Mu memenuhi lidah kami
Kalau aku memohon
Yang kumohon hanyalah ridla-Mu
kalau aku berkata
Yang ku-ulang hanya pujaan atas-Mu
dst.
(dalam Syair do’anya)
 
    Seorang sufi besar dan juga ahli fiqih Hambali. Keistimewaannya adalah melukiskan do’a-do’a yang dari segi kesusasteraan dapat dipandang sebagai prosa tertinggi.
     Nama Abu Ismail Abdullah Bin Muhammad Bin Ali Al Harawi. Nama Al Harawi berasal dari nama tempat lahirnya yaitu di Herrat, Khurasan, dan terkenal juga dengan nama Abdullah  Al Anshari, karena ia merupakan keturunan dari Abu Ayyub Al Anshari, seorang sahabat Nabi.
     Pada masa mudanya ia belajar kepada ulama-ulama dari Herrat, antara lain: Abu Manshur Al Jarudi, kemudian ia mengembara (Pada usia 14 tahun), mencari ilmu ke kota Balkh dan Nisyapur. Di Nisyapur ia berguru kepada Syekh Abdullah Al Kharqani, seorang ulama besar dan juga seorang sufi. Dan kemudian ia kembali ke Herrat untuk mengajar.
     Al Harawi adalah seorang pemegang teguh ajaran Islam, sebagaimana penganut madzhab hambali, ia selalu menyandarkan argumen pada Al Qur’an dan Sunnah. Ia kritik dan kecam ahli-ahli sufi yang dinilainya banyak bertentangan dengan ajaran islam. Hal ini membuat banyak yang tersinggung, sehingga ia ditangkap dan dipenjarakan. Dan ketika dibebaskan dari penjara, ia mengembara ke berbagai negeri untuk mengajarkan ilmu-ilmunya.
    Karnganny banyak sekali mengenai tasauf, dan yang terkenal adalah kitab Manazilus Sairin, suatu kitab yang berisi pendakian spiritual (tasauf) yang sangat terkenal.
 
Karya
  •  Manazilus Sairin, kitab yang berisi tentang pendakian spiritual (tasauf). Kitab ini sangat terkenal, sehingga banyak ulama yang datang kemudian mensyarahkan (memberi ulasan / penjelasan) tentang kitab ini, diantaranya Ibnul Qayyim Al Jauziyah, dengan kitabnya Madarij Us Salikin.
  •  Thabaqat Shufiyah, kitab yang berisi kisah kehidupan ahli-ahli tasauf.
  •   Al Mufaja’at
  •  Kiyab Zam Ilm Al kalam Wa Ahlih
  •  Sirat Al Imam Ahmad Bin Hambal

(Adeng Lukmantara)

 

 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda