ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > AHLI TASAUF > Penulis & komentator ilmu tasauf > Al Hujwiri

 
 
 
 
 
 
 
 

Al Hujwiri

 
AL HUJWIRI, ABUL HASAN (w. 465 H / 1009-1072 M)
Sufi
   
     Abul hasan al Hujwiri adalah seorang sufi yang memainkan peranan penting dalam kehidupan spiritual di anak benua India (India, Pakistan dan Afghanistan) di zaman Sultan Mahmud Ghaznawi sang penakluk.
     Nama Abul Hasan Bin Utsman Bin Ali Al Ghaznawi Al Jullabi Al Hujwiri. Di India ia dikenal Data Ganj Bakhsh. Lahir di Hujwer, pinggiran kota Ghazni, Afghanistan dan meninggal di Lahore. Ia berasal dari Hasani, keluarga yang datang dari Arab, dimasa dinasti Umayyah dan menetap di Iran, kemudian ke Afghanistan.
     Pada masa mudanya, ia mengembara menjelajahi berbagai negeri Islam untuk berguru kepada ulama-ulama terkemuka waktu itu. Ia berguru kepada Abu Fadhl Muhammad Bin Hasan Al Khattali (seorang sufi penganut Junaid), Abu Abbas Ahmad Bin Muhammad Bin Al Asyqani (seorang ilmuwan yang shaleh), Abu al Qasim Jurjani dan Khawajal Muzaffar. Ia kunjungi Azerbayzan, Damascus (Syiria), Uskan, Marwi, Samarkand, Lahore (Pakistan).
     Setelah mencapai kedewasaan spiritual, ia disuruh oleh gurunya Al Kattali (guru yang mengilhami dan membentuk kehidupan spiritualnya), untuk pergi ke Lahore Pakistan dan sekitarnya yang waktu itu masih banyak yang menganut agama Hindu.
     Al Hujweri mulai dikenal luas sebagai ulama besar, yaitu ketika di Ghazni ada resepsi kemenangan Sultan Mahmud, yang berhasil menaklukan benteng pertahanan gabungan di kuil Somnath. Sultan memamerkan benda-benda langka dari Hindustan kepada penduduk Ghazni, termasuk seorang filosof Hindu yang terkenal akan ilmu dan karya ilmiyahnya. Pada saat itu hampir tidak ada seorangpun yang hadir diruang itu yang mampu menantangnya (dalam berdebat). Akhirnya seorang anak muda umur 20 tahunan tampil kedepan. Disaksikan oleh Sultan Mahmud, anak muda tersebut dapat mengalahkan mutlak filosof India tersebut. Pemuda yang bernama Abul Hasan Al Hujweri ini selanjutnya memainkan peranan penting dalam kehidupan spiritual dan da’wah Islam di anak Benua India, pada pertengahan abad 11 M.
     Suri tauladan dalam kehidupannya dan ajaran-ajarannya yang memikat, telah menyebabkan sebagian besar non muslim beralih mememluk Islam, termasuk Rai raju, administratur Sultan Maudud Mas’ud Ghaznawi di Lahore.
     Al Hujwiri tidak menyenangi pada praktek-praktek non-Islam yang merembes ke aliran sufi. Ia dalam berda’wahnya sangat berpegang kepada syari’at Islam dan berusaha memurnikan tasauf dari kecenderungan non islam yang tidak sehat.
     Al Hujwiri menentang konsep yang menganggap peminta-minta sebagai parasit, ia berpendapat bahwa pemberian sedekah adalah kewajiban yang dibebankan kepada orang yang berada (kaya).
 
Karya
·         Kitab Al bayan Li Ahl Al A’yan
·         Asrar Al Khiraq Wa Al Ma’nat
·         Minhaj Al Din
·         Kitab-I-Fana-u-Baqa
·         Bahr Al Qulub
·         Kasful Mahjub, (Pengungkapan Misteri). Kitab ini diakui sebagai kitab pertama tasauf yang ditulis dalam bahasa Persia. Dalam kitab ini ia merinci pengalaman spiritualnya tentang kasf (pengalaman rohaninya), dan juga menguraikan 12 aliran madzhab tasawuf. Kitab ini terdiri dari 25 Bab: bab pertama memberi definisi ilmu pengetahuan dan mengklasifikasikannya ke dalam kemanusiaan dan ketuhanan; bab ke-2, menelaah tentang kemiskinan; bab ke-3 tentang tasauf; bab 14, membicarakan berbagai golongan sufi dan dokrin mereka; dan diakhir kitab ini ia memberi alasan kebenaran sama (percobaan). Ia mengatakan percobaan dibolehkan bila menghasilkan efek yang sah dan sehat kepada pikiran. Kitab ini telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, termasuk bahasa Inggris. Prof. Reynold A. Nicholson menyumbangkan teremahan inggris pertama yang terbit tahun 1911
 
(Adeng Lukmantara)

 

 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda