ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > AHLI TAFSIR & ILMU AL QUR'AN > Ahli Tafsir > Fakhruddin ar Razi

 
 
 
 
 
 
 
 

Fakhruddin ar Razi

 
FAKHRUDDIN AR RAZI (544-610 H / 1149-1209 M)
Teolog, imam tafsir, pujangga
 
Nihayatu iqdamil ‘uquli ‘iqalu
Waghaayatu sayil ‘alami dhalalu
Wa laam nastafid min bahtsinaa thuula ‘umrina
Siwa an jama’na fihi qila wa qalu
 
Kesudahan kemajuan akal itu hanyalah mengikat diri
Akhir perhentian perjalanan alam hanyalah kesesatan
Tiada yang didapati dari penyelidikan sepanjang umur
         Hanyalah mengumpul-ngumpulkan kata si fulan dan si anu.
 
(Fakhruddin Ar Razi, dikutip dari Tasauf dari Abad ke Abad Karya Hamka)
 
      Ar Razi adalah seorang teolog, imam tafsir, dan pujangga agama yang paling besar dizamannya. Ia amat dalam urusan ilmu umum dan juga syari’at. Ia juga seorang pengamat perkembangan pemikiran, sosial dan kehidupan masyarakat, serta banyak menulis tentang matematika, ilmu pengetahuan alam, disamping tafsir dan masalah keagamaan lainnya.
     Nama Abu abdullah Muhammad ibn Umar al Husain ibn al Hasan ibn Ali At Taimy al Bakhri, dan terkenal dengan nama Fakhr Ar Razi atau Fakhruddin Ar Razi. Ia berasal dari suku Quraisy yang menetap di Thabrastan dan lahir di Rayy, Persia. Ayahnya Umar al Husain, bergelar Diya’aldin, merupakan seorang ulama (ahli fiqih) dan pemikir yang sibuk dengan ilmu perbedaan pendapat dan ilmu usul fiqih.
     Ia belajar kepada ulama-ulama besar di kota Rayy dan terakhir di Hirah. Filsafat ia pelajari dari 2 ulama besar, Muhammad al Baghawi, dan Majdin al Jilli, sedang ilmu kalam ia pelajari dari Kamaluddin as Sammani. Kemudian ia secara ekstensif mengembara ke seluruh Persia. Ia datangi Transoksania (asia tengah), disini ia disambut hangat oleh penguasa Guri, Gyatuddin dan saudaranya Syihabuddin. Tetapi keadaan ini hanya sebentar, karena ia mendapat serangan dari golongan Charmatin. Kemudian ia pergi ke Khurasan, disini disambut oleh sultan Muhammad ibn Taksy (w. 617 H) yang terkenal dengan nama Alauddin Khwarizmsyah, yang dengan penuh kehormatan dan mendirikan sekolah baginya.
     Ia meninggal dunia pada usia 60 tahun di Herat. Ia banyak meninggalkan murid (lebih dari 300 orang) dan juga karya tulis dalam berbagai disiplin ilmu (sekitar 200 buah). Diantara murid-muridnya yang terkenal adalah: Ibrahim Abi Bakr al Asfihany, Zain al Din al Kasysyi, Al Qutb al Mishry, Syihab al Din An Naisabury, dan lain-lain.
 
Pribadi, Peran dan Pemikiran
     Ar razi adalah seorang yang sangat jenius, sejak muda ia sudah dikenal sebagai ahli ilmu. Kecerdasannya menjadikan ia ahli dalam berbagai ilmu pengetahuan, baik dalam bidang agama maupun umum, seperti kedokteran, matematika, fisika, astronomi dan filsafat. Menurut Ibn Khalikan (w. 677 H) seorang sejarawan, Ar Razi adalah seorang ulama yang tiada bandingannya pada masanya, berada diatas masyarakat zamannya. Ia mempunyai penalaran yang akurat, bahasanya mantap dan tamsilnya sangat bagus.
     Karena memiliki pengetahuan yang luas dan juga kematangan dalam berpikir, sehingga membuat ia sangat lihai dalam berdialog dan berdebat. Ia kerapkali mengadakan dialog dengan para ulama di daerahnya dan beberapa daerah yang ia jumpai. Ia juga pernah berdialog dengan seorang pendeta yang dikagumi masyarakat Kristen, dan hasil dialognya ia bukukan.
     Ia merupakan pemikir disiplin ilmu. Dalam bidang fiqih ia banyak dipengaruhi madzhab Syafil’I, dan dalam bidang teologi kajian-kajian teologi yang dikembangkannnya menggunakan pendekatan filsafat. Karena pendekatannya itu ia sering dianggap sebagai seorang mu’tazilah. 
    Dalam menafsirkan Al qur’an ia banyak mengkonsentrasikan pembahasan maslah-maslah akidah, disamping mengajukan kritik terhadap akidah-akidah (teologi) yang salah dan menjawab penantangnya dengan berbagai hujah. Tetapi karena terlalu panjang lebar dalam pembahasannya, sehingga sebagian ulama berkomentar, dalam tafsirnya terdapat banyak hal kecuali tafsir itu sendiri.
     Dalam bidang filsafat, karya terpentingnya adalah mengenai ulasan / komentar terhadap karya Ibn Sina, Al Isyarat dan Uyun al Hikmah dan juga Mabahist al Masyriqiyah (Pembahasan Ihwal Filsafat Ketimuran). Ia hampir sama dengan Al Ghazali, ia mengkritik filsafat peripatetik dan berupaya untuk menghancurkan pengaruhnya.
      Peranan Ar Razi dalam pengembangan cakrawala pemikiran umat Islam tidak terlepas dari perhatian yang diberikan penguasa, kemunduran semangat intelektualitas, khususnya di daerah yang dikuasai kaum suni, keadan ini mendapat perhatian dirinya. Keterpurukan pemikiran dalam dunia Islam dicoba dihubungkan kembali, karena itu ia dianggap sebagai tokoh reformasi dunia Islam pada abad 6 H / 12 M. Ia juga dijuluki sebagai pembangun sistem teologis dikaitkan dengan tema-tema cabang ilmu pengetahuan.
 
Karya
  • Mafatih al Ghaib (Pembuka yang ghaib / kunci-kunci misteri), merupakan karya tafsir terbesarnya. Kitab ini terkenal juga dengan nama Tafsir Ar Razi. Kitab tafsir ini dianggap sebagai salah satu kitab tafsir terbaik dan monumental (terdiri dari 18 jilid), yang amat besar pengaruhnya dan dijadikan pedoman oleh para ahli tafsir sesudahnya.
  • Tafsir Surah al Fatihah
  • Al Matalib al “Aliyah min al ‘Ilm al Ilahi (9 jilid). kitab ini mengenai ilmu kalam dan yng terakhir ia buat.
  •  Al Asas al Taqdis (Dasar-dasar penyucian), merupakan karyanya tentang ilmu kalam / teologi.
  • Al Arba’in fi Ushuluddin (40 pokok masalah agama) karyanya tentang teologi / ilmu kalam.
  •  Al Muhashshal (Perolehan) atau lengkapnya Al Muhashshal Afkar al Mutaqaddimin wa al Muta’akhirin min ulama wa al hukuma wa al Mutakalimun, karyanya tentang ilmu kalam.
  • Kitab Irsyad an Nazar ila Lata’if al Asrar, karyanya dalam bidang tasauf.
  • Kitab Syarh ‘Uyun al Hikmah, meruapakan syarh / komentar terhadap karya Ibn Sina, ‘Uyun al hikmah, tentang tasauf
  • Mabahits al Masyriqiyyah (pembahasan ihwal filsafat ketimuran), merupakan salah satu kitab tentang filsafatnya yang terpenting. Dalam kitab ini ia juga menuangkan sikap kritisnya kepada para filsuf muslim klasik.
  • Syarh Qism al ilahiyat min al Isyarah li Ibn Sina, karyanya tentang filsafat. Dalam kitab ini ia mengulas karya Ibn Sina, Al Isyarat wa at Tanbihat, secara panjang lebar.
  •  Lubab al Isyarat, tentang filsafat.
  •  Manaqib al Imam asy Syafi’I, merupakan kitab riwayat (sejarah biografi) Imam Syafi’i.
  • Kitab Syarh Saqt al Zind li al Murri, tentang kitab sejarah.
  • Al Maushul fi Ilm usul al Fiqh, tentang ushul fiqih/ kaidah fiqih. Dalam kitab ini ia menggabungkan 4 kitab ushul fiqih terpenting dalam aliran jumhur dan mutakalimun, yaitu Al Burhan karya Al Juwaini, Al Mustasfa karya Al Ghazali, Al ‘Amd, karya Abdul Jabar dan Al Mu’tamad karya At Tayyib al Bishri. Kitab ini termasuk kitab ushul terpenting dalam aliran jumhur dan mutakalimun, dan banyak dikomentari para ulama sesudahnya, antara lain : Imam Al Qarafii (w. 684 H), Syihabuddin al Asfahy (w. 684 H), dan telah diringkas oleh Taqiyuddin al Armawi (w. 684 H), dengan judul tahsil al Mahsul dan Al Baidhawi (w. 685 H) dengan judul Minhaj al Wusul ila Ilm al Usul
  • Tibb ul Kabir, Tentang kedokteran.
  •  Masa’il al Thibb, tentang kedokteran
  •  Al Munazarat bain an Nasara, buku hasil perdebatannya dengan seorang pendeta kristen
  • Al Ma’alim fi Ushul al Din
  • Siraj al Qulub
  • Lawami’al Bayyinat fi Syarh Asma’ Allah wa al Sifat.
  • Kitab al Qada wa al Qadar
  •    Kitab al Mulakhkhas fi al Falsafah
  •     Al; Milah wa an Nihal
  •  Kitab Ihkam al Ahkam
  •  Al Akhlaq
  • Fi al Hadasah

(By: Adeng Lukmantara)

Referensi:
  1. Hamka, Prof. Dr., Perkembangan Tasauf dari Abad ke Abad, Pustaka Islam,  Jakarta, 1966, Cet-6.
2,   Zuhdi, Prof. Drs. H. Masyfuk, Pengantar ulumul Qur’an,      Bina Ilmu,
3.  Dahlan, Abdul Aziz (editor),   Ensiklopedia Islam, Ichtiar Baru Van Hoeve, Jakarta, 1996, (6 Jilid)
 
 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda