ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > AHLI SEJARAH, GEOGRAFI & ILMU SOSIAL >  Ahli Geografi & Penjelajah > Ma huan

 
 
 
 
 
 
 
 

Ma huan

 
 Ma Huan (abad 15 M)

 

    Pengelana muslim dari daratan Cina yang menulis kronik perjalanan ekspedisi Cheng Ho pada abad ke-15 M . Ia mengikuti ekspedisi Laksamana Cheng Ho dalam muhibah ke berbagai negeri. Fungsi utamanya dalam ekspedisi ini adalah sebagai penterjemah. 

    Ma Huan (marga Ma merupakan singkatan dari nama depan muslim Mahmud atau Muhammad) berasal dari daerah Hui Ji (kini Shaoxing), Xinjiang, RRC. Ia sangat fasih berbahasa Arab, sehingga diangkat menjadi penterjemah dalam ekspedisi itu.Ma Huan adalah penerjemah dalam ekspedisi Cheng Ho. Dia menyertai tiga dari tujuh ekpedisi Cheng Ho dan menulis catatan tentang negeri- negeri yang dikunjungi dalam kumpulan buku berjudul Ying-Yai Sheng-Lan ini. Catatan terakhir bertahun 1433 Masehi.
     Ia adalah seorang penulis kreatif, sebagai seorang Cina dan seorang Muslim, ia mencatat mengenai kegiatan kaum muslimin dan para perantauan Cina di daerah yang disinggahi ini cukup rinci, dalam laporannya yang bernama Ying Ya Sheng Lan.
    Ma Huan sangat berjasa dalam mengungkap / memberikan informasi tentang sejarah Indonesia pada abad ke-14 M. Ia menceritakan dengan detail tentang adat istiadat dan juga kondisi geografis tentang Indonesia waktu itu.
 
Pemikiran
    Ia tidak mengikuti seluruh ekspedisi ekspedisi Laksamana Cheng Ho, tetapi ia menulis banyak tempat yang juga tidak ia kunjungi. Catatannya mencakup wilayah Indocina, Nusantara, teluk benggala, Persia, Arab hingga ke timurAfrika.Ma Huan juga sempat melaksanakan ibada haji dalam lawatannya ke Mekah
       Tahun 1416 Ma Huan sendiri menulis introduksi untuk catatannya ".... tahun ke sebelas Kaisar Yung Lo, Kaisar menerbitkan imperial order kepada kasim Cheng Ho untuk memimpin kapal angkut harta dan berlayar di laut barat demi membacakan perintah kaisar dan memungut upeti. Aku turut serta sebagai penerjemah kemanapun ekspedisi ini pergi, tak terhitung jutaan li, berbagai negeri dengan beda iklim, musim, topografi dan penduduk. Aku melihat keragaman ini dengan mata sendiri dan menjalaninya sendiri dengan kakiku. Pengalaman ini membuatku percaya bahwa buku berjudul "A Record of The Islands and Their Barbarians" bukan bikinan, bahkan lebih banyak lagi keanehan dan keajaiban yang bisa disaksikan. Maka aku menulis penampilan orang-orang asing ini setiap negerinya, adat istiadat mereka dan membuka wawasan pembaca nantinya seberapa jauh pengaruh Kaisar kita dibandingkan dengan dynasty-dynasty sebelumnya." (ada pesan sponsor dari sang Kaisar?)
      Tidak hanya itu, juga banyak berbicara tentang kerajaan majapahit yang dijumpainya. Dari uraian  Ma Huan dalam bukunya Ying-yai Sheng-lan, yang ditulis saat mengiringi Cheng-Ho dalam perjalananya yang ketiga ke daerah-daerah lautan selatan, antara lain : Kota Majapahit dikelilingi tembok tinggi yang dibuat dari bata; Penduduknya kira-kira 300.000 keluarga; Rakyat memakai kain dan baju; Untuk laki-laki mulai usia 3 tahun memakai keris yang hulunya indah sekali dan terbuat dari emas, cula badak atau gading; Para pria jika bertengkar dalam waktu singkat siap dengan kerisnya; Biasa memakan sirih; Para pria pada setiap perayaan mengadakan perang-perangan dengan tombak bambu; Senang bermain bersama diwaktu terang bulan dengan diserai nyanyian-nyanyian berkelompok dan bergiliran antara golongan wanita dan pria; Senang nonton wayang beber (wayang yang setiap adegan ceritanya di gambar di atas sehelai kain, lalu dibentangkan antara dua bilah kayu, yang jalan ceritanya diuraikan oleh Dalang); Penduduk terdiri dari 3 (tiga) golongan, orang-orang Islam yang datang dari barat dan memperoleh penghidupan di ibukota, orang-orang Tionghoa yang banyak pula beragama Islam, dan rakyat selebihnya yang menyembah berhala dan tinggal bersama anjing mereka.
 
Karya
  • Ying Ya Sheng Lan

 

 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda