ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > AHLI ILMU KALAM (TEOLOG) > Ahli Ilmu Kalam Mu'tazilah > Wasil bin Ata

 
 
 
 
 
 
 
 

Wasil bin Ata

WASIL BIN ‘ATA (80-131 H / 699-749 M)
Pemuka mu’tazilah
 
     Pemuka Mu’tazilah dan juga peletak dasar ajaran mu’tazilah. Ia merupakan orang pertama dalam khazanah peradaban Islam yang mensistematisasikan paham qadariyah, yang kemudian di kenal dengan nama Mu’tazilah.
    Nama Abu Hudayfa Wasil bin Ata Al Ghazzal. Lahir di Madinah, dimana ia menjadi maula (orang yang mendapat perlindungan / mantan budak) suku Arab. Ia pindah ke Bashrah dimana ia kemudian bertemu dan berguru kepada Imam Hasan Al Bashri di kota ini selama pemerintahan Abd al Malik ibn Marwan dan Hisyam ibn ‘Abd al Malik dari dinasti Umayah. Sebagian orang mengatakan bahwa ia juga pernah berguru kepada Abu Hasyim Abdullah ibn Muhammad ibn al Hanafiyyah.     
      Ia pada mulanya murid dari Imam Hasan al Bashry (seorang tabi’in terkemuka), tetapi kemudian ia berbeda pendapat dengan gurunya tentang keislaman seorang pendosa. Wasil memisahkan diri (I’tizal) dari paham yang berlaku, kemudian merumuskan paham baru lain yang disusun dalam system. Dan gurunya (Hasan Al Bashry) berkata: “ I’taza la’anna Wasil.” (Wasil memisahkan diri dari kita). Dan sejak itu Wasil dan kawan-kawannya disebut orang yang memisahkan diri atau mu’tazilah.
     Ia mengajar dan mengarang di Bashrah. Dalam mengembangkan pahamnya, ia mendapat sokongan dari tokoh terkenal dalam ‘amar ma’ruf nahi munkar, yaitu Abu Utsman Amr ibn ‘Ubaid (w. 762 M). Wasil kemudian mengutus 6 muridnya untuk menyebarluaskan sistemnya (pahamnya) ke Maghrib, Khurasan, Yaman, Kufah, Armenia dan Iran. Murid-murid yang lainnya mempertegakkan ajarannya di Baghdad, dan murid-muridnya kemudian mengembangkan system lebih lanjut.
     Sejak saat itu, paham yang dikembangkan oleh Wasil dan pengikutnya, oleh lawan-lawannya dinamakan mu’tazilah, jadi bukan orang mu’tazilah yang menyebut dirinya dengan nama itu. Orang mu’tazilah sendiri sering menamakan golongannya Ahl Al ‘Adl Wa Al Tauhid (Kaum pendukung keadilan dan keesaan Tuhan).
 
Pemikiran
     Wasil adalah pendiri mu’tazilah dan meletakan ajaran yang lima yang menjadi dasar semua golongan mu’tazilah. Meskipun kebanyakan pendapat-pendaptnya belum begitu matang, tetapi pemikiran Wasil bin Ata disempurnakan oleh pengikut-pengikutnya yang kemudian menjadi dasar dari pemikiran (ajaran) mu’tazilah, yang terdiri dari 5 dasar:
Ø Tauhid (Pengesaan), merupakan inti dari ajaran mu’tazilah, Allah itu mutlak esa. Mereka hanya mempertahankan kemurnian akidah, dengan mencari esensi isi ajaran tauhid dan menolak keras segala macam ajaran yang akan mengotori pengertian keesaan mutlak dan kesucian Allah.
Ø Al ‘Adl (Keadilan), adalah keadilah Ilahi (Al ‘Adl al Ilahi). Keadilan Allah dibicarakan dalam konteks tanggung jawab manusia atas segala perbuatannya kepada Allah.
Ø Wa’d wal Wa’id (Janji dan ancaman). Janji dan ancaman Allah, menurutnya pasti terjadi. Janji Allah untuk memberi pahala kepada hambanya yang berbuat kebajikan pasti terjadi, demikian juga ancaman Allah untuk menurunkan siksa terhadap hambanya yang berdosa pasti terjadi pula.
Ø Al Manzilah baina Al Manzilatain (Tempat diantara 2 tempat). Prinsipnya ini sangat penting, karena tentang inilah Wasil bin Ata memisahkan diri dari gurunya (Hasan al bashry). Menurut Wasil, orang mu’min yang mengerjakan dosa besar, sudah tidak mu’min tetapi
Ø kafir. Ia berada diantara 2 posisi (manzilat bayn Manzilatain), tidak mu’min dan tidak kafir.
Ø A’mar Ma’ruf nahi Munkar (Perintah kebaikan dan melarang kejahatan). A’mar Ma’ruf adalah memerintahkan kepada orang lain berbuat baik, dan Nahi Munkar adalah melarang orang berbuat keburukan. Kewajiban amar ma’ruf dan nahi munkar merupakan perintah dari Al Qur’an dan menjadi kewajiban tiap-tiap mu’min.
 
Karya
·         Kitab Ashnaf al-Murji’ah
·         Kitab At-Taubah
·         Kitab Al Manzilah Bain al-Manzilatain
·         Kitab Khutbatuhu allati Akhraja Minha ar‑Ra’y
·          Kitab Ma’ani al-Quran
·         Kitab Al‑Khithab Fi at-Tauhid Wa al-’Adl
·         Kitab Ma Jara Bainahu Wa Baina Amr Bin Ubaid
·         Kitab As-Sabil Fi Ma’rifati al-Haq
·         Kitab Fi ad-Da’wah
·         Kitab Thabaqat Ahli al-Ilmi Wa Ghairi Dzalik.

 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda