ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > AHLI HADITS > Ahli Hadits Abad 4 H/10 M > An Nasa'iy

 
 
 
 
 
 
 
 

An Nasa'iy

 
 
AN NASA’IY (215-303 H/ 839-915 M)
Ahli Hadits
 
     Salah seorang perawi hadits terkenal, penulis kitab Sunan an Nasa’I yang merupakan kitab urutan ke-5 dari Kutubus Sitah sebagai induk kitab-kitab hadits (kitab standar hadits yang 6). 
     Nama Ahmad Bin Syua’ib Ibn ‘Aliy Ibn Sinan Ibn Bahr, bergelar Abu ‘Abd Ar Rahman. Lahir di kota Nasa’ Khurasan, sehingga namanya terkenal An Nasa’iy. Ia seorang Ahli Hadits (Muhadits) yang pintar, wira’iy, hafidh lagi taqwa. Menurut sebagian pendapat muhaditsin, An Nasa’iy lebih hafidh dari Imam Muslim.
     Pembelajaran An Nasa’iy dimulai ketika ia berguru kepada Qutaibah Ibn Sa’id di negeri Bughlan, ketika ia berumur 15 tahun. An Nasa’iy belajar kepadanya selama 1 tahun 2 bulan. Kemudian ia berguru ke berbagai negeri Islam diwilayah timur dan barat. Ia belajar kepada imam-imam Hadits atau syeik-syeikh di kota-kota yang dikunjunginya, diantaranya: Ishaq Bin Ibrahim. Kota-kota yang ia pernah kunjungi antara lain: Khurasan, Hijaz dan kota-kota di negeri Irak seperti: Baghdad, Kufah, Bashrah, juga Tsugur (kota yang merupakan batas negeri Islam dan Romawi) di Syam.
    An Nasa’iy memilih Mesir untuk bermukim dalam menyiarkan hadits-hadits kepada masyarakat. Ia meninggal dunia di kota Ramlah, Pelestina pada hari Senin 13 Shafar 303 H dan dikubur di Bayt Al Maqdis, sedang menurut pendapat lain ia meninggal di Mekkah dan dikubur antara Shafa dan Marwah.
     Ia meninggal akibat luka-luka yang dideritanya, karena ia dituduh Syi’ah. Hal ini antara lain disebabkan karena ia menyusun kitab Khashaish ‘Aliy, yang mengandung pujian dan keutamaan Ali Bin Abi Thalib, dan tidak menyusun kitab pujian terhadap Muawiyah. Ketika hal itu dikomfirmasikan kepada An Nasa’iy di jawab bahwa ia tidak menemukan sebuah haditspun yang berasal dari Rasulullah yang secara khusus berisi pujian terhadap Muawiyah.
     Tentang tuduhan Syiah, Ad Daruquthny mengatakan : “ An Nasa’iy adalah seorang Syaikh yang paling faqih seantero negeri Mesir pada masanya. Ia paling tahu tentang Rijal Al Hadits (periwayat Hadits). Ketika An Nasa’iy sampai pada kemuliaan martabat tersebut, banyak orang yang dengki. Ketika ia pergi ke ramlah, ia banyak ditanya orang tentang Muawiyah, karena jawabannya tidak memuaskan, maka ia ditangkap dan dipukuli, kemudian ia dilepaskan dalam keadaan luka-luka dan akhirnya meninggal dunia.”
      Ia meninggalkan karya tulis yang berharga. Menurut Ibn Katsir karya-karya An Nasa’iy ada 17, 10 diantaranya dapat ditemukan sampai sekarang dan yang 7 sisanya hanya diketahui judulnya saja (sudah hilang). Banyak orang yang menimba ilmu padanya diantaranya: Abu Nashr Ad Dalalaby, Abul Qasim Ath Thabary, dan lain-lain.
 
Karya
·         Sunanu’l Kubra,   yang merupakan karya terbesarnya, yang dipersembahkan kepada gubernur Ramlah. Kitab ini memuat hadits shahih, hasan dan dhaif. Atas saran Amir Ar Ramlah ia menseleksi lagi dan menghimpun hadits-hadits pilihan yang diberi nama Al Mujtaba (pilihan).
·         Sunan Al Mujtaba, yang terkenal dengan sebutan Sunan Nasa’iy, adalah kitab sunan yang muncul setelah shahihain (bukhari dan Muslim) yang paling sedikit hadits dha’ifnya, tetapi paling banyak pengulangannya (contoh tentang niat diulang 16 x). Dalam kitab ini terdapat 5761 hadits dan menempati urutan ke-4 dari kutubs sittah (lebih tinggi dari Sunan At Tirmidzi dan Musnad Ibn Hambal. Kitab ini banyak disyarah oleh para ulama, diantaranya Zahr ar ruba ‘ala al Mujtaba oleh As Suyuthi; ‘Urf Zahr ar Ruba ‘ala al Mujtaba oleh Abu hasan Nuruddin bin Abdul ‘ala Al Mujtaba.
·         Al Kuna
·         Khashaish ‘Aliy
·         ‘Amal Al Yawn Wa Al Lailah
·         Al Tafsir
·         Al Dhu’afa’ wa Al Matrukin
·         Tasmiyat Fuqaha ‘Al Amshar
·         Tasmiyat man Lam Yarwi ‘Anhu Ghair Rajul Wahid
·         Dzikr Man Haddatsa ‘Anhu Ibn Abi ‘Uruba
·         Musnad ‘Aliy Ibn Abi Thalib, telah hilang.
·         Musnad Hadits Malik, telah hilang.
·         Asma’al Ruwwat Wa Tamyiz Bainahum, telah hilang.
·         Al Ikhwah, telah hilang.
·         Al Ighrrab, telah hilang.
·         Musnad Manshur Ibn Zadan, telah hilang.

Kitab Al Jarh Wa Al Ta’dil, telah hilang.

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda