ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > AHLI HADITS > Ahli Hadits Abad 3 H/9 H > Muslim, Imam

 
 
 
 
 
 
 
 

Muslim, Imam

 
MUSLIM, Imam (204-261 h/ 820-875 M)
Ahli Hadits
 
     Salah seorang imam hadits yang sangat masyhur. Ia adalah salah satu dari 2 penulis kitab shahih (selain Bukhary) yang termasyhur).
     Nama : Abul Husain Muslim BinMuslim Bin Kausyaz Al Qusyairy An Naisabury. Lahir di Nisabur, kota kecil di Iran bagian timur laut dan meninggal pada hari minggu, rajab 261 H /875 M, dan dimakamkan pada hari senin di Nisabur.
     Muslim adalah seorang muhaditsin dan hafidh lagi terpercaya. Sejak kecil ia telah rajin menuntut ilmu, yang didukung oleh kecerdasannya yang luar biasa, kekuatan ingatan, kemauan membaca dan ketekunan yang mengagumkan. Ia telah hapal Al Qur’an pada umur 10 tahun, dan ribuan hadits beserta sanadnya.
     Ia sangat Terkenal sebagai ulama yang bepergian mencari hadits. Ia kunjungi Khurasan untuk berguru hadits kepada Yahya bin Yahya dan Ishaq Bin Rahawaih. Didatanginya kota Rey untuk belajar hadits pada Muhammad Bin Mahran, Abu Ghasan dan lain-lain. Di Irak ditemuinya Ibnu Hanbal, ‘Abdullah Bin Maslamah, dan lainnya. Di Hijaz ditemuinya Yazid Bin Mansur dan Abu Mas’ad. Di Mesir ia berguru kepada ‘Amr Bin Sawad, Harmalah Bin Yahya dan kepada ulama hadits lain. Ia juga pernah belajar kepada Utsman dan Abu Bakar (keduannya putra Abu Syaibah), Syaiban Bin Farwakh, Abu kamil Al Jury. Zuhair Bin Harb, Amr Bin Naqid, Muhammad Bitn Mutsana, Muhammad Bin Yasar, Harun Bin said, Qutaibah Bin Sa’id, Imam Bukhary dan lain-lain.
      Sedang para ulama yang menjadi muridnya dan meriwayatkan hadits darinya, antara lain: Abu Hatim,   Musa Bin Haran, Abu ‘Isa At Turmudzy, Yahya Bin Sa’id, Ibnu Khuzaimah, ‘Awwarah, Ahmad Ibnu’l Mubarak, Abu hafidh Ar razy, AhmadBin Salamah dan lain-lain. Dan diantara sekian banyak muridnya yang terkenal adalah Ibrahim Bin Muhammad Bin Sufyan, seorang ahli fiqih lagi zahid. Ia adalah perawat utama kitab shahih Muslim.

Imam Musllim dan Hadits
     Sejarah mencatat bahwa Imam Muslim merupakan ulama kedua (setelah Bukhary) yang berhasil menyusun kitab Al jami’ush Shahih, yang kemudian terkenal dengan sebutan Shahih Muslim. Menurut jumhur ulama, shahih bukhari adalah seshahih-shahihnya kitab hadits dan sebesar-besarnya pemberi faedah. Sedang shahih muslim adalah secermat-cermat isnadnya dan sekurang-kurang pengulangannya, sebab sebuah hadits yang telah ia letakan pada 1 maudlu’ tidak lagi ditaruh di maudlu’ bab yang lain.
     Menurut Prof. Mustafa ‘Adzami (dalam bukunya Studies In Hadits Methodology and Literature), Imam Muslim mengambil keuntungan dari Shahih Bukhary (karya gurunya), kemudian menyusun karyanya sendiri, yang secara metodologis dipengaruhi oleh karya gurunya.
     Antara Al Bukhary dan Muslim, dalam dunia hadits memiliki kesetaraan dalam keshahihan hadits, walaupun hadits Bukhary dinilai memilki keunggulan setingkat, tetapi kitab hadits tersebut mendapatkan gelar sebagai As Shahihain. Al hafidh Ibn Hajar Al asqalany mengulas kelebihan Shahih Bukhary atas Shahih Muslim, antara lain karena Al Bukhary mensyaratkan kepastian bertemunya dua perawi yang secara struktural sebagai guru dan murid dalam hadits mu’an’an, agar dapat dihukumi bahwa sanadnya bersambung. Sementara Muslim menganggap cukup dengan kemungkinan bertemunya, kedua rawi tersebut dengan tidak adanya tadlis.
     Al Bukhary mentakhrij hadits yang diterima para perawi tsaqat derajat utama dari segi hapalan dan keteguhannya,. Walaupun juga mengeluarkan hadits dari rawi derajat berikutnya secara selektif. Sementara Muslim, lebih banyak pada rawi derajat kedua di banding Bukhary. Disamping itu kritik yang ditujukan kepada perawi jalur Muslim lebih banyak dibanding kepada Bukhary.
     Sementara pendapat yang berpihak pada keunggulan Shahih Muslim beralasan, bahwa Muslim lebih berhati-hati dalam menyusun kata-kata dan redaksinya.
 
Karya
  • Jami’ush Shalih atau dikenal juga dengan nama Al Musnad Ash Shahih, yang judul lengkapnya Al Musnad Ash shahih, Al mukhtashar Minas Sunan, Bin Naqli Al ‘Adl ‘Anil ‘Adl ‘An Rasulillah dan terkenal dengan nama Shahih Muslim. Para ulama menyebut kitab shahih ini sebagai kitab yang belum pernah didapati sebelum dan sesudahnya dalam segi tertib susunannya, sistematik isinya, tidak bertukar-tukar, tidak berlebih, dan tidak berkurang sanadnya. Secara global kitab ini tidak ada bandingannya didalam ketelitian menggunakan isnad Kitab shahih ini berisikan 7273 buah hadits, termasuk dengan terulang (kalau dikurangi dengan hadits yang terulang tinggal 4000 (atau 3033 berdasar hitungan Fuad abdul Baqi, ia mendasarkan hitungannya dengan tidak mendasarkan kepada sistem isnad sebagaimana ahli hadits, tetapi berdasar subyek-subyek). Hadits sejumlah ini ia saring deangan sangat ketat dari sekitar 300000 buah hadits selama kurun waktu 15 tahun.
  • Musnadu’l Kabir, kitab yang menerangkan tentang nama-nama rijalu’l Hadits.
  • Al Jami’ul Kabir
  • Kitabu’l ‘Ilal Wa Kitabu Au Hami’l Muhaditstsin
  • Kitabu’l Tamyiz
  • Kitabu Man Laisa Lahu Illa Rawi Wahidun
  • Kitabu’t Thabagatu’t tabi’in
  • Kitabu’l Muhadlramin
  • Al Asma’ Wa Al Kuna
  • Irfadus Syamiyyin
  • Al Arqam
  • Al Intifa Bi Juludis Siba
  • At Tarikh
  • Rijalul Urwah
  • Su’alatihi Ahmad Bin Hambal
  • Hadits Amr Bin Syu’aib
  • Aulad Shahabah
  • Al Wuhdun
  • Masyayikh Syu’bah
  • Masyayikh Malik
 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda