ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > AHLI HADITS > Ahli Hadits Abad 3 H/9 H >  Abu Dawud

 
 
 
 
 
 
 
 

 Abu Dawud

 

ABU DAWUD (202-275 H/ 817-889 M)
AhliHadits
 
     Seorang ahli hadits yang terkenal, penulis kitab As Sunan. Nama lengkap, Abu Dawud Sulaiman Bin Al Asy’ats Bin Ishaq Bin Bisyr Bin Syadad Bin ‘Amr Al Azdi As Sijistany. Lahir di Sijistan (terletak antara Iran dan Afghanistan) dan meninggal di Bashrah 16 Syawal 275 H. Namanya selalu dinisbathkan kepada kampung halamannya Sijistani, (hal ini untuk membedakan dengan ahli hadits yang lainnya Abu Dawud Al Thayalisi (w.305 H), penulis kitab Al Musnad)
     Sejak usia dini ia sudah tekun mempelajari dan menelaah berbagai disiplin ilmu keislaman. Ia melakukan pengembaraan ilmiyah ke kota-kota penting dalam wilayah Islam, dan berguru kepada ulama-ulama terkemuka didaerah yang didatanginya, hingga menjadi ahli hadits terkemuka.
     Abu dawud senang merantau mengelilingi negeri tetangga untuk mencari hadits dan ilmu lain. Kemudian dikumpulkan disusun dan ditulisnya hadits-hadits yang telah diterima dari ulama-ulama Hijaz, Jazirah Arab, Irak, Khurasan, Syam dan Mesir dan lain-lain. Pengembaraannya sangat berperan bagi perkembangan intelektualnya. Setelah melakukan pengembaraan yaang cukup lama, dan berkali-kali ke Baghdad untuk mengajar, akhirnya ia menetap di Bashrah.
     Guru-gurunya antara lain : Ahmad Bin Hambal, Sulaiman Bin Harb, ‘Utsman Bin Abi Syaibah, Al Qa’naby, Abu Walid At Thayalisy dan lain-lain.
      Sedang ulama yang pernah mengambil haditsnya : putranya sendiri ‘Abdullah, An Nasa’iy, At Turmudzy, Abu ‘Awwanah, ‘Ali Bin Abdu’sh Shamad, Ahmad Bin Muhammad Bin Harun, Abu salim Muhammad Bin Sa’id Al Jaldawi, Abu said Al Araby, Abu Bakar Bin Dassah dan lain-lain.
     Para ulama menetapkan Abu Dawud sebagai hafidh yang sempurna, pemilik ilmu yang melimpah, muhadits yang terpercaya, mempunyai pemahaman yang tajam.
 
Karya
  • As Sunan atau terkenal dengan nama Sunan Abu Dawud, merupakan karyanya terbesar. Kitab ini tercatat sebagai salah satu dari Al Kutub Al Sittah, 6 kitab hadits yang diakui eksistensinya sebagai rujukan dalam menetapkan hukum agama. As Sunan ini memuat 4800 buah hadits (ada sebagian ulama mengatakan 5247 buah hadits, perbedaan ini terjadi karena mereka menghitung hadits yang diulang sebagai 2 hadits atau lebih, sedang yang lain menghitungnya satu hadits), yang ia saring dari sekitar 500.000 buah hadits yang ia dapatkan selama masa pengembaraannya. Kitab sunan ini banyak dikomentari (syarh) oleh para ulama sesudahnya, antara lain: Ma’alim As Sunan oleh Imam Abu Sulaiman Ahmad Bin Ibrahim Bin Khattab Al Busti Al Khattabi (w. 388 H), yang mengupas masaalah kebahasaan, penelitian riwayat dan penggalian hukum-hukum serta adab secara sederhana; Aun Al ma’bud ‘Ala Sunan oleh Syaikh Syaraf Al Haq; An Manhal Al Azb Al maurud Syarh Sunan, oleh Syaikh Mahmud Bin Muhammad Bin Khattab As Subki (w. 1352 H) , syarah ini merupakan syarah yang luas pembahasannya. Didalamnya As Subki mengupas nama-nama perawi hadits, menjelaskan lafadh-lafadh dan menerangkan makna-maknanya, serta mengungkapkan hukum-hukum dan adab yang digali dari hadits-hadits tersebut. Ia juga menerangkan status hadits satu per satu, tetapi proyek besar ini tidak tuntas karena ia keburu meninggal.
  • Al Marasil
  • Al Qadar
  • Al nasikh Al mansukh
  • Fadha’il Al ‘Amal
  • Al Zuhd
  • Dalail Al Nubuwwah
  • Ibtida’ Al wahy
  • Akhbar Al Khawarij
  • Risalah Abu dawud Ila Makkah Fi Washf Sunanih, Risalah ini ditemukan dalam bentuk manuskrip oleh Dr. Muhammad Al ahabagh, kemudian ia meng-edit dan diterbitkan oleh penerbit Al maktab Al Islami di Beirut. Risalah ini terdiri dari 4 halaman, yang berupa surat Abu dawud kepada warga Mekkah, yang berisi tentang penjelasan mengenai status hadits-haditsnya.
 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda