ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM > AHLI FIQIH > Ahli Fiqih Abad 8 H/ 14 M > Ibnul Qoyyim Aljauziyah

 
 
 
 
 
 
 
 

Ibnul Qoyyim Aljauziyah

 
IBNUL QOYYIM AL JAUZIYAH (691-751 H)
Penegak paham salaf
 
    Penegak faham salaf, murid dari Ibnu Taimiyah yang terkenal dan penerus purifikasi (pemurnian Islam) yang digagas gurunya (Ibn Taimiyah). Dalam ulumul Qur’an ia berjasa menyusun ilmu Aqsamil Qur’an, suatu ilmu yang membahas tentang sumpah-sumpah yang terdapat dalam Al Qur’an.
    Nama Syamsuddin Muhammad Bin Abu Bakar Bin Ayyyub Az Zar’iad Dimsyiqi, dan terkenal dengan nama Ibnul Qoyyim Al Jauziyah. Ia lahir di Damaskus, shafar 691H, dan meninggal tahun 751 H dikota yang sama.
     Sejak kecil ia telah berkecimpung dalam berbagai ilmu. Hal ini dikarenakan lingkungannya sangat mendukung, karena banyak ulama besar waktu itu yang mengungsi ke damaskus akibat serangan Mongol di daerah-daerah muslim, disamping ia sendiri mempunyai kecerdasan yang luar biasa. Pada usia dini ia telah mempelajari ilmu fiqih, bahasa / nahwu, tasauf, ilmu kalam dan sejarah, demikian juga ilmu-ilmu sosial , sastra, dan syair. Kecenderungan pribadi yang cerdas dan kecintaannya terhadap kebenaran dan kejujuran menyebabkan ia tidak hanya mempelajari ilmu pengetahuan dari berbagai guru tetapi ia menelaah dan mengkajinya, dan keadaan ini dipelihara sampai ia meninggal.
     Ia belajar di Damaskus, kepada: Isa Al Mauth’im, Ismail Bin Maktum, Syihab Al Nablusi, Hajdul Al Harrani, dan lain-lain. Kemudian ia terpengaruh oleh pemikiran Ibn Taimiyyah, dan berguru padanya ketika ia berusia 20 tahun. Selama 16 tahun ia bersama Ibnu Taimiyah sampai sang guru meninggal tahun 728 H. Ia selalu mendampingi gurunya dalam suka dan duka, hingga harus rela di penjara bersama gurunya.
    Ibnu Qoyyim adalah seorang ulama) global yang handal, ia menguasai berbagai disiplin ilmu keagamaan. Hasil karangannya banyak sekali dan bervariatif, hal ini membuktikan betapa kayanya dalam urusan ilmu.
    Murid-murid Ibnu Qoyyim yang terkenal adalah Ibnu Rajab, seorang penulis hadits, dan Ibnu Hajar Al Asqalani, penulis kitab hukum yang terkenal Bulughul Maram.
Pemikiran
    Sebagaimana Ibn Taimiyyah (sang guru) ia juga dikenal sebagai seorang muslim puritan yang teguh pendiriannya dalam mempertahankan kemurnian akidah Islam dan anti taklid buta. Ia berpendirian bahwa pintu ijtihad tetap terbuka. Siapapun pada dasarnya dibenarkan berijtihad sejauh yang bersangkutan memiliki kesanggupan untuk melakukannya.
     Ibnu Qoyyim dan gurunya dianggap sebagai pasangan pemimpin yang membawa panji-panji sunnah, penegak faham salaf dan berusaha menghidupkan lagi pintu ijtihad, yang waktu itu dalam keadaan stagnan dan beku, atau malah tertutup rapat sama sekali. Hadir dirinya dan gurunya dalam panggung sejarah memberikan nuansa tersendiri yang berfokus pada mengembalikan faham salaf, menghidupkan kembali cahaya Al Qur’an dan Sunnah, yang selama itu ditutupi oleh kebodohan, dan kotoran-kotoran akibat pemahaman subyektifisme fanatisme mazhab (fanatik mazhab yang sempit). Dan setelah gurunya meninggal dunia ia meneruskan usaha-usaha yang dirintis sang guru tersebut.
 
Karya
  • I’lamul Muwaqqi’in ‘An Rabbi Al alamin (Pemberitahuan tentang tuhan semesta alam), kitab yang membahas masalah fiqih dan ushul. Kitab ini menjadi rujukan dalam madzhab Hambali, yang secara luas membahas ushul fiqih dalam madzhab Hambali dan membandingkannya dengan teori ushul madzhab lainnya.
  • Zadul Ma’ad Fi Hadyil ‘Ibad ( Bekal untuk mencapai tujuan akhir seorang hamba). Dalam kitab ini ia megkaji sejarah Nabi Saw dari segi hukum, yang terdiri dari 2 jilid. Jilid pertama menggemukakan tentang ibadah dan 2 jilid yang terakhir ia menggemukakan makna dan hukum yang dipetik dari beberapa peristiwa yang dialami Nabi sepanjang hayatnya.
  • Madar’jus Salikin (Tahapan-tahapan suluk) atau lengkapnya Madarij Al salikin Baina Iyyaka Ba’duhu Wa iyyaka Nastain, kitab yang membahas masalah pendakian spiritual (tasauf) yang sebenarnya merupakan syarah (komentar yang mendalam) kitab Al Harawi yang berjudul Manazilus Sairin.
  • Al Manar Munif
  • Tahzib Sunan Abu Dawud
  • At Tibyan, suatu kitab tentang ilmu Aqsamil Qur’an, yaitu ilmu yang menjelaskan sumpah-sumpah Allah dalam Al Qur’an dan berbagai makna yang terkandung dalam sumpah itu.
  • Syarh Asma’ Al kitab Al ‘Aziz (Ulasan tentang nama-nama Al Kitab)
  • Naqd Al Mauqul Wa Al mahq Al Mumayyiz Al Mardud Wa Al Maqbul (Kritik terhadap hadits untuk membedakan yang ditolak dan yang diterima)
  • Nuzhah Al Musytaqin Wa Raudah Al Muhibbin (Hiburan bagi yang celaka dan taman bagi pecinta)
  • Tuhfah Al wudud Fi Ahkam Al Maulid (Kehancuran pecinta dalam menentukan hukum maulid)
  • Miftah Darisi As Sa’adah (Kunci bagi pencari kebenaran)
  • Tafdilu Makkah ‘Ala Al Madinah (Keutamaan Mekah dan Madinah)
  • Butlan Al Kimiya Min Arba’ina Wajhan (Kebatilan kimia dari 40 aspek)
  • As Sirat Al Mustaqim Fi Ahkam Ahl Al Jahim ( Jalan lurus mengenai hukum-hukum ahli neraka)
  • Al jawab Al kafi Liman Sa la’an Al dawa
  • Al Thurug Al Hukmiyyah Fi Al siyasat Al Syari’ah
  • Raudhat Al Muhibbin Wanuzhatul Mustaqim
  • Ighasta Al Lahfan
  • Ahkamu Ahlu Zimmah
  • Kitab Ar Ruh
  • Al Kafiyah Al Syafi’ah Fi Inshar Lil Farq Al Najiyah
  • Al Syifa’al Aqil Fi Masail Al Qadha Wal Qadar Wal Hikmat
  • Ath Thibbun Nabawi Pengobatan cara Nabi)

 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda