ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM >  TABI'IN > Tabi'in ahli Hadits >  Ahnaf bin Qais

 
 
 
 
 
 
 
 

 Ahnaf bin Qais

 

AHNAF BIN QAIS (3 SH- 72 H)
 
     Seorang tabi’in yang memiliki banyak teks-teks orasi yang dirangkum dalam buku-buku sejarah dan sastra. Ia merupakan pemimpin suku Tamim dan pernah menjadi gubernur di Khurasan, yang terkenal karena kebijakan dan kejujurannya.
     Nama Dhahhak ibn Qais ibn Muawiyah ibn Hushain al Hurri al Sa’di, tetapi terkenal dengan nama Ahnaf, karena satu kakinya bengkok. Ia lahir di Bashrah pada 3 sebelum hijrah, ketika Nabi masih hidup tetapi tidak pernah berjumpa dengannya.Ia merupakan pimpinan bani tamim, dan termasuk cendikiawan dan juga orator.
     Ia bertemu dengan Umar bin Khathab ketika ia menjadi khalifah, dan menyarankan untuk tinggal di Madinah selama setahun. Setelah itu ia kembali ke Bashrah. Pada tahun 18 H, Umar memerintahkan Ahnaf untuk membebaskan tanah Khurasan.
     Pada masa khalifah Ali, ia menjadi salah satu komandan pasukan dipihak Ali dalam perang siffin, melawan Muawiyyah. Ia termasuk orang yang tidak menyetujui pemilihan Abu Musa al anshari sebagai arbitraor dipihak ali.
      Ketika Muawiyyah menjadi khalifah, muawiyah mencacinya, tetapi Ahnaf membalasnya dengan cacian yang lebih pedas. Dan ketika beberapa orang bertemu Muawiyah (waktu itu menjadi khalifa), setiap orang berbicara kecuali Ahnaf, diam. Ketika Muawiyah menanyakan tentang diamnya tersebut, maka Ahnaf menjawab:” Aku takut kepada Allah kalau aku berbohong, dan aku khawatir kepada kalian jika aku berkata jujur.”
     Ia pernah mengatakan di depan khalayak umum:” Maukah kalian aku beritahu tentang penyakit yang paling berbahaya, yaitu moralitas yang tercela dan tutiur kata yang jorok.” Ia juga pernah berkata: “ Tidak ada muru’ah bagi si pendusta; Tidak ada ketenangan (istirahat) bagi si pendengki; Tidak ada muslihat bagi orang yang kikir; Tidak ada kemuliaan bagi orang yang tidak bermoral; Dan tidak ada saudara bagi orang yang tidak sabar (cepat bosan).”
     Ia juga termasuk perawi hadits, yang meriwayatkan hadits dari Umar bin Khththab, Ali bin Abi Thalib, Abu Dzar al Ghifari, dan sahabat nabi lainnya. Dan diantara perawi hadits yang meriwayatkan darinya, diantaranya: Hasan al bashri, Urwah bin Zubair, Thlaq ibn Hubaib, dan lainnya.
 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda