ENSIKLOPEDIA TOKOH & INTELEKTUAL MUSLIM >  TABI'IN > Tabi'in Ahli Tafsir > Sa'id ibn Jubair al Asadi al Kufi

 
 
 
 
 
 
 
 

Sa'id ibn Jubair al Asadi al Kufi

 
SA’ID IBN JUBAIR Al ASADI AL KUFI (45-95 H)
          Faqih
 
     Seorang tabi’in, ahli fiqih dan periwayat hadits yang berkedudukan di Kufah. Ia juga merupakan ahli tafsir dan salah seorang murid dari Ibn Abbas. Karena ketinggian ilmunya sehingga ia digelari Jahbadz al ‘Ulama (pemuka ulama).
      Nama Sa’id ibn Jubair ibn Hisyam al Asadi, dan biasa dipanggil Abu Abdillah. Ia merupakan keturunan Habasyah (Ethiopia) dan menjadi maula Walibah bin Harits dari Bani Asad. Ia tinggal di Kufah dan menjadi salah seorang tabi’in terkemuka disana. Di Kufah, ia pernah menjadi sekretaris Abdullahj bin Utbah bin Mas’ud, kermudian menjadi sekretaris Abu Burdah bin Abi Musa al Asdy’ary, hakim wilayah Kufah pada saat itu.
      Tentang ketinggian ilmunya, diceritakan bahwa pada suatu hari Ibn Abbas berkunjung ke Kufah, penduduk setempat meminta fatwa tentang masalah haji. Ibn Abbas menjawab: “ Mengapa kalian meminta fatwa kepada saya, sementara ditengah-tengah kalian ada IbnuUmmu Dahma’ (maksudnya Sa’id ibn Jubair).”
      Menurut Qatadah, Sa’id Ibn Zubair adalah seorang tabi’in yang paling alim dalam bidang tafsir Al Qur’an. Dan Sufyan Ats Tsaury berkata dihadapan Ibrahim An Nakha’I :”Ambilah tafsir (Al qur’an)dari 4 orang, yaitu dari Sa’id Ibn Zubair, Mujahid, Ikrimah, dan dari Ad Dahhak”.
      Said juga terkenal sebagai seorang pemberani, ia termasuk salah seorang penentang penguasa Irak yang terkenal dzalim waktu itu, Hajjaj bin Yusuf, seorang raja muda Umayah di Irak. Perbincangannya dengan penguasa Irak menunjukan bahwa ia seorang yang sangat pemberani dalam menegakan kebenaran. Sehingga kemudian ia dipancung kepalanya.
     Hajjaj membunuh Sa’id di Wasith pada tahun 95 H (pada usia 49 tahun), kepala Sa’id terisah dengan raganya. Konon, Hajjaj bin Yusuf tidak pernah bisa tidur setelah memancung Sa’id, dan ia bertahan hidup tidak lama, dan meninggal beberapa hari setelah itu. Sebelum meninggal Hajjaj bin Yusuf berkata:” Apa yang terjadi antara aku dan Sa’id. Setiap kali mau tidur, ia selalu menyeret kakiku.”
      Diantara ahli Al Qur’an yang pernah belajar kepadanya adalah Abu Amr bin ‘Ala, salah seorang ahli qira’at 7.

 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
Title website anda